JawaPos.com - Di tengah kehidupan yang dipenuhi ketidakpastian, tuntutan, dan berbagai informasi yang datang tanpa henti, rasa cemas dan stres menjadi hal yang mudah muncul.
Pikiran pun sering dipenuhi kekhawatiran mengenai masa depan, berbagai kemungkinan buruk, hingga masalah sehari-hari yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Namun, ada kebiasaan sederhana yang dapat membantu memberikan jeda bagi pikiran, yaitu menghabiskan waktu di alam.
Berada di ruang terbuka, menikmati pepohonan, mendengarkan suara burung, berjalan di atas rumput, atau sekadar mengamati langit dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan mental.
Tidak harus pergi ke hutan atau tempat wisata alam. Taman di sekitar rumah, halaman, pepohonan di pinggir jalan, bahkan tanaman yang tumbuh di sela trotoar pun dapat menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Orang yang rutin meluangkan waktu untuk menikmati alam sering merasakan beberapa efek menenangkan seperti yang dirangkum dari laman YourTango berikut.
1. Alam membantu mengalihkan perhatian melalui berbagai indra
Alam menawarkan banyak hal yang dapat diamati dan dinikmati oleh indra manusia. Mulai dari warna dedaunan, bentuk pepohonan, aroma bunga, suara burung, hingga hembusan angin yang menyentuh kulit.
Cobalah menemukan satu tempat sederhana yang memungkinkan Anda berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Tidak perlu tempat yang luas. Sebatang pohon, sekuntum bunga, sehelai rumput, atau pemandangan langit pun bisa menjadi pilihan.
Mulailah dengan memperhatikan apa yang terlihat. Amati warna daun, bentuk batang pohon, cahaya matahari yang mengenai permukaan bunga, atau embun yang menempel di rumput.
Setelah itu, arahkan perhatian pada suara di sekitar. Dengarkan kicauan burung, suara angin, gemerisik dedaunan, atau suara lingkungan yang terasa menenangkan. Bahkan, perhatikan pula jeda di antara suara-suara tersebut.
Jika memungkinkan, libatkan indra lainnya. Rasakan udara yang menyentuh kulit, cium aroma tanah atau tumbuhan, dan nikmati suasana sekitar tanpa terburu-buru.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang terus berputar.
Meski hanya dilakukan selama beberapa menit, memberikan kesempatan kepada pikiran untuk beristirahat dapat membuat tubuh dan pikiran terasa lebih rileks.
2. Alam membantu melatih mindfulness
Menghabiskan waktu di alam juga dapat menjadi kesempatan untuk mempraktikkan mindfulness atau kesadaran penuh.
Praktik ini mengajak seseorang untuk memberikan perhatian pada apa yang sedang terjadi saat ini tanpa terus-menerus terseret oleh kekhawatiran mengenai masa lalu maupun masa depan.
Anda tidak membutuhkan teknik yang rumit untuk memulainya. Ketika berada di luar ruangan, pilih satu hal yang menarik perhatian.
Misalnya, kupu-kupu yang sedang terbang, ranting yang bergerak tertiup angin, bentuk awan di langit, suara burung, atau gerakan dedaunan.
Kemudian, luangkan waktu sekitar 20 detik untuk benar-benar memperhatikannya. Amati gerakannya, bentuknya, suara yang muncul, serta perubahan kecil yang terjadi.
Usahakan tidak buru-buru mengalihkan perhatian kepada ponsel, pekerjaan, atau berbagai persoalan yang sedang dipikirkan.
Anda juga dapat menambahkan niat sederhana dalam hati, seperti, "Saya melepaskan kekhawatiran mengenai hal-hal yang tidak dapat saya kendalikan."
Kombinasi antara perhatian penuh dan niat tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk memberikan ruang bagi pikiran agar tidak terus berfokus pada stres dan kekhawatiran.
Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan berhenti sejenak di alam dapat membantu seseorang membangun pola perhatian yang lebih tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
3. Alam dapat memberikan sensasi menenangkan melalui grounding
Pernah berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau merasakan pasir pantai langsung dengan telapak kaki?
Sensasi sederhana tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan lingkungan.
Praktik menyentuhkan tubuh, terutama kaki, secara langsung dengan permukaan alami sering disebut sebagai grounding atau earthing.
Bagi sebagian orang, berjalan tanpa alas kaki di rumput, pasir, atau tanah menjadi aktivitas yang terasa menenangkan. Pengalaman tersebut juga dapat membantu seseorang lebih menyadari sensasi tubuh dan lingkungan di sekitarnya.
Namun, berbagai klaim mengenai manfaat kesehatan grounding perlu dipahami secara hati-hati karena bukti ilmiahnya masih berkembang.
Grounding bukan pengganti perawatan medis atau penanganan profesional untuk masalah kesehatan mental.
Meski demikian, aktivitas sederhana seperti berjalan santai di taman, duduk di rumput, atau menikmati suasana pantai tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi yang menyenangkan.
Tidak perlu menunggu sampai merasa sangat stres untuk mencoba terhubung dengan alam. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk keluar rumah, menghirup udara segar, memperhatikan lingkungan, dan memberikan kesempatan kepada pikiran untuk beristirahat.
Pada akhirnya, menikmati alam tidak selalu membutuhkan perjalanan jauh atau biaya besar. Hal-hal sederhana di sekitar kita pun dapat menjadi ruang untuk memperlambat langkah, mengurangi distraksi, dan menikmati momen yang sedang berlangsung.