← Beranda
Bukan Sekadar Skincare, 5 Kebiasaan Ini Disebut Jadi Rahasia Penampilan Awet Muda Wanita Tiongkok
Rabbany Wanadriani• Kamis, 24 September 2026 | 21.17 WIB
ilustrasi wanita yang awet muda. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Banyak orang berusaha mempertahankan penampilan tetap segar dan awet muda dengan berbagai cara. Namun, selain produk perawatan kulit, gaya hidup sehari-hari juga sering dianggap memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran tubuh dan penampilan.

Dalam tradisi Tiongkok, keseimbangan antara pola makan, aktivitas fisik, istirahat, dan kondisi pikiran telah lama menjadi bagian dari kehidupan. Sejumlah kebiasaan tersebut kemudian kerap dikaitkan dengan cara menjaga tubuh tetap bugar sekaligus mendukung penampilan yang terlihat sehat.

Rahasia tersebut bukan berupa satu ramuan khusus yang dapat membuat seseorang berhenti menua. Sebaliknya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian dari gaya hidup yang dipercaya membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

Dilansir dari English Jagran, berikut lima kebiasaan yang disebut sebagai bagian dari gaya hidup wanita Tiongkok untuk menjaga penampilan tetap segar dan terlihat awet muda.

Baca Juga: Terlepas dari Usia Aslinya, 6 Zodiak Perempuan Ini Dikenal Ceria dan Awet Muda

1. Membatasi Makanan Manis dan Berminyak

Pola makan menjadi salah satu bagian penting dalam gaya hidup yang banyak dikaitkan dengan kesehatan masyarakat Tiongkok. Hidangan tradisional umumnya memanfaatkan berbagai bahan seperti sayuran, kedelai, jamur, rumput laut, ikan, serta biji-bijian.

Sebaliknya, konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula, garam, dan lemak cenderung dibatasi. Prinsip sederhana yang kerap digunakan adalah memperbanyak buah, biji-bijian, dan air, sekaligus mengurangi asupan lemak, garam, serta gula.

Pola makan seimbang tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

2. Mengenal Akupunktur

Akupunktur merupakan salah satu praktik yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Metode ini menggunakan jarum tipis yang ditempatkan pada titik-titik tertentu di tubuh.

Dalam konsep pengobatan tradisional Tiongkok, akupunktur dikaitkan dengan keseimbangan aliran energi atau qi. Karena itu, praktik ini telah lama digunakan dalam konteks tradisional untuk berbagai keluhan kesehatan.

Namun, klaim mengenai akupunktur sebagai metode untuk mencegah penuaan perlu dipandang secara hati-hati karena manfaat medisnya bergantung pada kondisi dan bukti ilmiah yang tersedia.

3. Tetap Aktif Bergerak

Menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga dengan intensitas tinggi. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, latihan pernapasan, hingga tai chi dapat menjadi pilihan untuk membuat tubuh tetap bergerak.

Dalam sejumlah tradisi Tiongkok, aktivitas fisik juga dipandang sebagai bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar kegiatan untuk mengejar bentuk tubuh tertentu.

Kebiasaan bergerak secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran dan membuat tubuh tetap aktif seiring bertambahnya usia.

4. Memprioritaskan Tidur yang Cukup

Istirahat yang berkualitas merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan berbagai proses pemulihan setelah beraktivitas sepanjang hari.

Dalam tradisi Tiongkok, waktu tidur dan bangun yang teratur juga kerap dikaitkan dengan keseimbangan tubuh. Ada pula keyakinan tradisional mengenai manfaat tidur sebelum tengah malam.

Meski demikian, yang paling penting secara umum adalah memastikan durasi dan kualitas tidur cukup sesuai kebutuhan tubuh, bukan sekadar berpatokan pada waktu tertentu.

5. Menjaga Ketenangan Pikiran

Merawat penampilan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dilakukan terhadap tubuh. Kondisi psikologis juga menjadi bagian dari gaya hidup yang menekankan keseimbangan.

Meditasi, latihan pernapasan, menikmati secangkir teh, hingga meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menenangkan dapat membantu seseorang mengelola keseharian dengan lebih baik.

Filosofi seperti wu wei juga dikenal dalam tradisi Tiongkok dan secara sederhana dapat dikaitkan dengan gagasan menjalani sesuatu secara lebih selaras, tanpa memaksakan segala hal. Bagi sebagian orang, ketenangan pikiran dan kemampuan menikmati hal-hal sederhana menjadi bagian penting dari kehidupan yang seimbang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho