← Beranda
Jangan Dianggap Sepele! 5 Alasan Wanita Pasca Menopause Masih Membutuhkan Histerektomi
Cicilia Margarettha• Rabu, 23 September 2026 | 20.30 WIB
Histerektomi pasca menopause / Pexels

JawaPos.com – Memasuki masa pasca menopause, banyak wanita yang menganggap bahwa masalah kesehatan organ reproduksi secara otomatis mereda.

Organ seperti rahim dan ovarium memang mengalami perubahan drastis, mulai dari penipisan lapisan rahim hingga penurunan kadar hormon estrogen.

Namun, kenyataan medis menunjukkan bahwa organ reproduksi pasca menopause masih dapat memicu gangguan kesehatan serius yang mengganggu kualitas hidup.

Melansir dari laman The Ohio State University pada Rabu (23/09), menyebutkan bahwa operasi pengangkatan rahim atau histerektomi tidak hanya ditujukan untuk penanganan kanker.

Banyak wanita pasca menopause yang membutuhkan tindakan medis ini guna mengatasi masalah non-kanker yang signifikan.

Perubahan struktur panggul serta penurunan elastisitas jaringan ikat pasca-menopause dapat memicu disfungsi organ dalam panggul.

Prosedur histerektomi efektif menghilangkan sumber nyeri kronis serta memperbaiki kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

Efek fisiologis ini terbukti secara klinis membantu memulihkan kenyamanan fisik, menjaga efikasi diri, serta mendukung kesehatan mental wanita di usia matang.

Berikut adalah 5 alasan penting mengapa wanita pasca menopause masih membutuhkan histerektomi:

  1. Prolaps organ panggul

Seiring bertambahnya usia, otot dan ligamen penyangga panggul melemah sehingga rahim dapat turun dan menekan organ vagina, kandung kemih, atau usus.

Kondisi ini menimbulkan rasa mengganjal, nyeri, hingga ketidaknyamanan parah saat beraktivitas.

  1. Pendarahan vagina pasca menopause

Pendarahan yang terjadi setelah menopause merupakan sinyal abnormal yang wajib diperiksakan.

Jika disebabkan oleh hiperplasia endometrium atau kondisi jinak yang tidak membaik dengan obat, histerektomi menjadi solusi permanen.

  1. Nyeri panggul kronis dan benjolan

Meski miom atau kista umumnya menyusut setelah menopause, sebagian diantaranya tetap bertahan atau berukuran besar sehingga menimbulkan tekanan berat dan nyeri panggul yang tak kunjung hilang.

  1. Endometriosis atau Adenomiosis yang Persisten

Beberapa jaringan endometriosis atau adenomiosis tetap aktif atau meninggalkan jaringan parut yang memicu peradangan kronis di area panggul meski produksi estrogen sudah menurun drastis.

  1. Tindakan pencegahan risiko tinggi kanker

Bagi wanita dengan riwayat keluarga atau genetik mutasi gen Lynch Syndrome, histerektomi preventif dilakukan untuk memangkas risiko berkembangnya kanker rahim dan ovarium di kemudian hari.

Secara keseluruhan, memahami berbagai indikasi medis histerektomi membantu wanita pasca menopause mengambil keputusan kesehatan yang tepat tanpa diselimuti rasa takut.

Jika Anda mengalami pendarahan pasca menopause, rasa mengganjal di panggul, atau nyeri yang tak kunjung sembuh, berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis yang menyeluruh.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho