← Beranda
Bukan Sekadar Mengenyangkan, 10 Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Otak di Usia 40-an
Rabbany WanadrianiRabu, 23 September 2026 | 04.24 WIB
ilustrasi makanan untuk kesehatan otak. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Memasuki usia 40-an, menjaga kesehatan otak menjadi bagian penting dari pola hidup sehari-hari. Asupan makanan tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi tubuh, tetapi juga menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan otak untuk bekerja dengan baik, termasuk dalam menjaga daya ingat, konsentrasi, suasana hati, dan fungsi kognitif.

Sebaliknya, terlalu sering mengonsumsi makanan ultra-proses, gula dalam jumlah berlebihan, serta sumber lemak yang kurang sehat dapat berdampak kurang baik bagi tubuh. Karena itu, memilih makanan yang kaya nutrisi dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.

Dilansir dari NDTV, berikut sejumlah makanan yang dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga fungsi otak, terutama ketika memasuki usia 40-an.

Baca Juga: 8 Makanan yang Membantu Meredakan Influenza, Nutrisi Tepat Bantu Pulih dengan Cepat

  1. Ikan berlemak

Ikan seperti salmon, sarden, dan makarel merupakan sumber asam lemak omega-3. Nutrisi ini berperan dalam mendukung struktur sel otak serta komunikasi antarsel saraf. Memasukkan ikan berlemak ke dalam menu secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak.

  1. Kacang kenari

Kenari mengandung asam alfa-linolenat, vitamin E, serta berbagai senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berperan dalam melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Kenari juga dapat menjadi pilihan camilan yang praktis dan bernutrisi.

  1. Blueberry

Buah berwarna biru keunguan ini kaya akan antosianin dan senyawa antioksidan lainnya. Kandungan tersebut dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif sekaligus mendukung fungsi kognitif. Blueberry dapat dikonsumsi langsung atau ditambahkan ke dalam yoghurt dan oatmeal.

  1. Sayuran berdaun hijau

Bayam, kale, dan berbagai sayuran berdaun hijau menyediakan vitamin K, folat, lutein, serta beta-karoten. Berbagai zat gizi tersebut berperan dalam mendukung kesehatan tubuh, termasuk fungsi otak. Menjadikan sayuran hijau sebagai bagian dari menu harian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

  1. Telur

Telur merupakan sumber kolin, nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi penting, termasuk pembentukan asetilkolin yang berkaitan dengan proses belajar dan memori. Selain itu, telur juga mengandung sejumlah vitamin B yang mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.

  1. Kunyit

Kunyit memiliki senyawa aktif bernama kurkumin yang dikenal mempunyai sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Bumbu yang umum digunakan dalam masakan Asia ini dapat menjadi tambahan makanan sehari-hari untuk memperkaya asupan senyawa bioaktif.

  1. Biji labu

Biji labu mengandung sejumlah mineral, seperti magnesium, seng, zat besi, dan tembaga. Mineral tersebut memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk mendukung kerja sistem saraf. Biji labu bisa dikonsumsi sebagai camilan atau ditaburkan pada salad dan oatmeal.

  1. Teh hijau

Teh hijau mengandung L-theanine serta senyawa antioksidan. L-theanine diketahui berkaitan dengan kondisi relaksasi dan perhatian, sementara kandungan antioksidannya turut mendukung perlindungan sel dari stres oksidatif. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan toleransi terhadap kafein.

  1. Alpukat

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan juga menyediakan folat serta vitamin E. Kandungan tersebut menjadikannya pilihan makanan bernutrisi yang dapat mendukung pola makan sehat. Alpukat dapat disantap langsung, dijadikan campuran salad, atau diolah menjadi olesan roti.

  1. Brokoli

Brokoli mengandung vitamin K, antioksidan, serat, dan berbagai senyawa bioaktif. Nutrisi tersebut dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Agar kandungan nutrisinya tetap terjaga, brokoli dapat dimasak dengan metode sederhana seperti dikukus atau ditumis sebentar.

Memasuki usia 40-an, menjaga kesehatan otak tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan. Pola makan yang beragam dan seimbang, disertai aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat, dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan fungsi kognitif.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho