← Beranda
Bukan Sekadar Flu Biasa, Kenali Perbedaan Influenza Tipe A dengan Flu yang Sering Dialami
Shania Vivi Armylia Putri• Rabu, 23 September 2026 | 02.53 WIB
Ilustrasi influenza/Magnific

JawaPos.com-Influenza tipe A merupakan penyakit yang kerap muncul saat memasuki musim peralihan.

Pada umumnya, virus ini lebih mudah menyebar saat musim pancaroba. Terutama pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lebih rendah. 

Kelompok yang lebih rentan terkena influenza tipe A antara lain orang yang mengalami kelelahan berlebih, memiliki penyakit bawaan, serta kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. 

Berdasarkan informasi dari laman bblabkesmasmakassar gejala influenza tipe A dapat ditandai dengan demam tinggi, nyeri otot dan sendi pada punggung, paha, dan lengan, sakit kepala, kelelahan ekstrem, batuk kering, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, sampai mual dan diare. 

Pada umumnya, influenza tipe A dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu dengan istirahat yang cukup. Namun, jika kondisi tidak kunjung membaik atau gejala semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekilas, gejala influenza tipe A memang cenderung mirip dengan flu biasa. Lantas, mengapa penyakit ini perlu diwaspadai?.

Influenza tipe A ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat, terutama pada kelompok rentan. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, radang jantung, sampai sepsis.  

Berikut adalah perbedaan khusus antara gejala flu biasa dan influenza tipe A

Gejala munculnya influenza dan flu biasa sekilas terlihat serupa. Namun, perbedaan yang cukup signifikan pada dilihat dari waktu dan kecepatan munculnya gejala.

Pada umumnya, flu biasa akan muncul dengan gejala bertahap dalam waktu 2-3 hari, dengan gejala seperti hidung tersumbat atau berair, bersin-bersin, nyeri tenggorokan, dan juga demam. Sementara itu, penderita influenza cenderung muncul secara mendadak. 

Penderitanya dapat mengalami demam, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri tubuh, sampai kelelahan berat yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho