← Beranda
Ingin Rumah Bebas Serangga? 4 Cara Alami Ini Bisa Jadi Pilihan
Rabbany WanadrianiMinggu, 20 September 2026 | 23.44 WIB
ilustrasi nyamuk dan lalat. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Momen bersantai di teras atau berkumpul bersama keluarga bisa terasa kurang nyaman ketika nyamuk dan lalat mulai berdatangan.

Selain mengganggu, beberapa jenis nyamuk dapat menjadi pembawa penyakit, termasuk demam berdarah dengue, malaria, dan chikungunya. Sementara itu, lalat dapat membawa mikroorganisme penyebab penyakit dan berpotensi mencemari makanan.

Berbagai produk pembasmi serangga memang tersedia di pasaran. Namun, sebagian orang memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia di sekitar rumah.

Menjaga kebersihan, mengatur ventilasi, hingga memanfaatkan tanaman tertentu dapat menjadi beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membantu mengurangi keberadaan serangga.

Dilansir dari English Jagran, berikut empat cara ramah lingkungan yang dapat diterapkan untuk membantu menjauhkan nyamuk dan lalat dari lingkungan rumah.

1. Pastikan Rumah dan Lingkungan Tetap Bersih

Kebersihan merupakan langkah dasar dalam mengurangi tempat yang dapat menarik atau menjadi habitat serangga.

Nyamuk, misalnya, dapat berkembang biak di genangan air. Karena itu, periksa secara rutin wadah yang berpotensi menampung air, seperti pot bunga, ember, talang, hingga baki penampung air.

Buang genangan dan bersihkan wadah secara berkala. Tempat sampah juga sebaiknya selalu tertutup dan tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama.

Sementara itu, lalat biasanya mudah tertarik pada makanan dan sampah organik. Membersihkan permukaan dapur setelah makan serta menyimpan makanan dan buah dalam wadah tertutup dapat membantu mengurangi daya tarik bagi lalat.

2. Gunakan Pelindung pada Pintu dan Jendela

Cara lain yang relatif sederhana adalah mengurangi akses serangga untuk masuk ke dalam rumah.

Pemasangan kasa atau jaring serangga pada pintu dan jendela memungkinkan udara tetap bersirkulasi sekaligus menjadi penghalang fisik bagi nyamuk dan lalat.

Kelambu juga dapat digunakan di sekitar tempat tidur, terutama jika lingkungan rumah memiliki banyak nyamuk.

Selain itu, beberapa orang memanfaatkan aroma dari minyak esensial seperti serai wangi, lavender, atau eukaliptus sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi keberadaan serangga. Namun, efektivitas bahan alami dapat berbeda-beda dan tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti perlindungan utama.

3. Manfaatkan Tanaman di Sekitar Rumah

Beberapa tanaman aromatik dapat menjadi pilihan tambahan untuk ditempatkan di balkon, halaman, atau dekat jendela.

Kemangi, mint, serai, dan rosemary termasuk tanaman yang memiliki aroma khas. Menanamnya dalam pot juga dapat mempercantik area rumah sekaligus memberikan manfaat praktis lainnya.

Meski demikian, keberadaan tanaman tersebut tidak menjamin nyamuk atau lalat sepenuhnya hilang. Pengendalian genangan air dan menjaga kebersihan tetap menjadi langkah utama.

4. Pilih Alternatif Pengendalian yang Lebih Ramah Lingkungan

Selain menjaga kebersihan dan menggunakan penghalang fisik, sejumlah metode non-aerosol dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi serangga di sekitar rumah.

Perangkap serangga atau perangkat pengendali nyamuk yang menggunakan sumber energi seperti tenaga surya dapat menjadi salah satu pilihan untuk area luar ruangan, tergantung jenis dan cara kerjanya.

Beberapa bahan alami, seperti minyak nimba, juga kerap digunakan dalam berbagai metode pengendalian serangga. Namun, penggunaan bahan yang dioleskan langsung ke kulit perlu dilakukan dengan hati-hati karena produk alami tetap dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang.

Pada akhirnya, mengurangi nyamuk dan lalat tidak harus selalu bergantung pada penggunaan semprotan kimia. Menjaga lingkungan tetap bersih, menghilangkan genangan air, menutup makanan, serta memasang kasa pada pintu dan jendela merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan secara rutin.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho