JawaPos.com – Mandi menjadi salah satu cara yang banyak dilakukan untuk membersihkan tubuh setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Selain menghilangkan keringat dan kotoran, mandi juga dapat memberikan sensasi segar dan rileks.
Namun, beberapa kebiasaan yang dilakukan ketika mandi justru dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit terasa kering, kasar, tertarik, atau bahkan gatal pada sebagian orang.
Tanpa disadari, durasi mandi, suhu air, jenis sabun, hingga kebiasaan setelah mandi dapat memengaruhi kondisi lapisan pelindung kulit.
Dilansir English Jagran, berikut enam kesalahan saat mandi yang sebaiknya diperhatikan agar kulit tidak mudah kering dan mengalami iritasi.
Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengatasi Kulit Kering Pakai Bahan di Rumah, Bikin Glowing Alami!
1. Menggunakan Air Terlalu Panas
Mandi menggunakan air panas memang terasa nyaman, terutama ketika tubuh sedang lelah. Namun, suhu air yang terlalu tinggi dapat mengurangi minyak alami pada permukaan kulit.
Jika minyak alami tersebut terlalu banyak hilang, kulit dapat menjadi lebih kering dan terasa tertarik. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat disertai kemerahan atau rasa gatal.
Karena itu, gunakan air hangat dengan suhu yang nyaman dan hindari air yang terasa terlalu panas ketika menyentuh kulit.
2. Berlama-lama di Kamar Mandi
Mandi dalam waktu lama mungkin terasa menyenangkan, tetapi paparan air yang terlalu lama juga dapat berkontribusi terhadap kulit yang lebih kering, terutama jika dilakukan dengan air panas.
Tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama di bawah pancuran untuk mendapatkan tubuh yang bersih. Mandi dengan durasi yang memang dapat membuat aktivitas mandi terasa lebih menyenangkan. Namun, produk pembersih tertentu, terutama yang mengandung deterjen wajar sudah cukup untuk membersihkan tubuh sekaligus membantu mempertahankan kelembapan kulit.
3. Memilih Sabun yang Terlalu Keras
Aroma harum dan busa melimpah memang dapat membuat aktivitas mandi terasa lebih menyenangkan. Namun, produk pembersih tertentu, terutama yang mengandung deterjen kuat atau pewangi, bisa kurang cocok bagi kulit sensitif.
Penggunaan produk yang terlalu keras dapat menghilangkan sebagian minyak alami kulit dan membuatnya terasa kering atau mudah mengalami iritasi.
Jika kulit mudah kering atau sensitif, pertimbangkan menggunakan pembersih tubuh yang lebih lembut dan sesuai dengan kondisi kulit.
4. Tidak Menggunakan Pelembap Setelah Mandi
Kesalahan lain yang cukup umum adalah langsung selesai mandi tanpa memberikan pelembap pada kulit.
Padahal, mengoleskan pelembap setelah mandi dapat membantu mempertahankan kadar air pada lapisan kulit. Pelembap bisa berupa losion, krim, atau produk lain yang sesuai dengan kebutuhan kulit.
Mengaplikasikannya ketika kulit masih sedikit lembap juga dapat membantu mengunci kelembapan. Sebaiknya jangan menunggu kulit benar-benar kering sebelum menggunakan pelembap.
5. Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat permukaan kulit terasa lebih halus. Namun, melakukannya terlalu sering justru dapat mengganggu lapisan pelindung kulit.
Penggunaan scrub setiap hari, misalnya, berpotensi menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif, kering, kemerahan, atau mudah mengalami iritasi.
Frekuensi eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit serta petunjuk produk yang digunakan. Setelah melakukan eksfoliasi, jangan lupa mengaplikasikan pelembap.
6. Terlalu Sering Mandi dalam Sehari
Mandi dua atau tiga kali sehari mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu, misalnya setelah berolahraga atau ketika tubuh banyak berkeringat.
Namun, terlalu sering membersihkan tubuh, terutama menggunakan air panas dan produk pembersih yang kuat, dapat membuat kulit lebih mudah kehilangan minyak alaminya.
Jika memang perlu mandi beberapa kali dalam sehari, gunakan air dengan suhu yang nyaman dan pilih pembersih yang lembut. Setelahnya, aplikasikan pelembap untuk membantu menjaga kondisi kulit.
Selain memperhatikan kebiasaan saat mandi, kondisi kulit juga dipengaruhi oleh cuaca, usia, jenis kulit, produk perawatan, serta kondisi kesehatan tertentu. Jika kulit terus-menerus terasa sangat gatal, pecah-pecah, meradang, atau muncul ruam yang tidak kunjung membaik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya.