← Beranda
Kebiasaan Salah Saat Mencuci Baju yang Ternyata Bikin Boros Air, Begini Cara Menghematnya
Shania Vivi Armylia PutriSabtu, 19 September 2026 | 16.41 WIB
Ilustrasi mencuci baju. (Magnific)

 

 

JawaPos.com - Salah satu aktivitas yang memerlukan penggunaan air dalam jumlah cukup banyak adalah mencuci.

Proses pencucian dimulai dari aktivitas merendam, membersihkan noda, sampai membilas yang membutuhkan beberapa tahapan.

Jika dilakukan tanpa memperhatikan penggunaan air, aktivitas ini dapat membuat pemakaian air menjadi lebih boros. 

Salah satu bentuk pemborosan pada air yang sering tidak disadari adalah terlalu sering mencuci pakaian dalam jumlah sedikit. Kebiasaan mencuci sedikit pakaian secara berulang dapat membuat penggunaan air menjadi lebih banyak. 

Kemudian, kebiasaan tidak memisahkan pakaian yang penuh noda dengan pakaian yang tidak terlalu kotor juga dapat mempengaruhi penggunaan air. 

Saat kedua  baju ini digabungkan, proses mencuci dapat menjadi semakin lama. Terutama karena adanya pakaian dengan noda membandel. Akibatnya, penggunaan air di rumah anda semakin boros.

Oleh karena itu, beberapa cara mencuci berikut masih sering dilakukan dan ternyata dapat menyebabkan pemborosan air di rumah anda.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman evewash dan aquaelektronik pada (18/9) berikut beberapa kebiasaan mencuci yang dapat membuat anda lebih boros air terutama pada saat musim kemarau.  

  1. Tidak merendam pakaian

Penghematan air dapat dilakukan dengan merendam pakaian sebelum mencuci. Merendam pakaian dapat membantu melunturkan kotoran membandel pada permukaan baju, sehingga saat mencuci kotoran lebih mudah larut dan tidak terlalu banyak menggunakan air Lakukan perendaman baju selama 15-30 menit untuk melonggarkan noda dan kotoran pada baju anda. 

  1. Mencuci baju sedikit demi-sedikit

Aktivitas mencuci terutama saat kemarau panjang sebaiknya dilakukan saat pakaian sudah menumpuk. Mencuci saat pakaian sudah menumpuk mampu membantu mengoptimalkan penggunaan air, karena air hanya digunakan dalam satu kali waktu pencucian.  Pada umumnya, mesin cuci juga membutuhkan jumlah air tertentu dalam setiap siklus pencucian  Selain itu, cara ini juga dapat menghemat penggunaan detergen karena sabun dapat bercampur dan tersebar secara lebih merata ke seluruh permukaan pakaian. 

  1. Tidak memilih deterjen secara tepat

Pemilihan detergen yang tepat  juga dapat mengurangi pemborosan pada air di rumah anda. Detergen dengan formula ramah lingkungan dan konsentrasi tinggi cenderung lebih mudah mengangkat noda yang membandel.

  1. Mencuci pada waktu yang tidak tepat

Pemilihan program pencucian yang sesuai dengan jenis pakaian dan tingkat kekotorannya dapat membantu anda menghemat air. Program pencucian yang sesuai dengan jenis noda dapat membantu mengoptimalkan proses mencuci dan penggunaan air sehingga tidak terjadi pemborosan. 

  1. Tidak memilih mode cuci yang sesuai

Tipe Mesin cuci front load cenderung lebih hemat air, bahkan menghemat sampai 70% penggunaan air saat mencuci. Mesin cuci dengan jenis ini mampu membuat deterjen dan air menembus masuk ke dalam pakaian, meskipun perendaman pakaian terasa minim air sehingga noda dan kotoran menjadi lebih efektif untuk menghilang. 

  1. Tidak menggunakan air dingin

Mencuci dengan air dingin membuat siklus mencuci anda tidak terlalu panjang. Saat mencuci pakaian biasa yang tidak terlalu kotor, anda bisa memilih program pencucian dengan air dingin untuk menghemat penggunaan air dan energi.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti