JawaPos.com-Air menjadi kebutuhan penting bagi makhluk hidup. Banyak aktivitas manusia yang bergantung pada ketersediaan air.
Mulai dari kegiatan pertanian, peternakan, tambak, irigasi, sampai kebutuhan rumah tangga untuk memasak, mencuci dan memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti minum.
Kekurangan pasokan air dapat menjadi salah satu bencana yang perlu diantisipasi. Kondisi ini dapat terjadi karena saat musim hujan, sebagian air hujan mengalir begitu saja ke sungai dan laut tanpa dimanfaatkan atau disimpan sebagai cadangan air.
Selain itu, musim kemarau dengan suhu yang lebih tinggi dapat meninkatkan penguapan. Sehingga, sungai, waduk, danau dapat menguap lebih cepat dan jumlah air menurun secara signifikan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketersediaan air semakin menipis terutama pada air tanah, sumur, sumber air, sampai sungai.
Oleh karena itu, perlu dilakukan mitigasi secara dini untuk mengatasi risiko kekeringan dan kekurangan pasokan air yang kemungkinan dapat terjadi pada musim kemarau.
Melansir informasi dari laman bpbd dan ipb.ac.id pada (17/9) berikut langkah mitigasi untuk menghindari kelangkaan air saat musim kemarau panjang.
-
Tampung air
Persiapan lebih awal dalam menghadapi kekeringan dapat menjadi langkah mitigasi untuk menghindari kekurangan pasokan air di musim kemarau panjang. Aktivitas menampung air dapat anda lakukan pada toren, long storage, embung, dam parit, sampai melalui sistem pompanisasi.
-
Irigasi
Saat persediaan air mulai terbatas padahal tanaman juga memerlukan air untuk hidup. Cara ini bisa menjadi dilema, maka yang bisa anda lakukan adalah dengan menggunakan sistem irigasi. Sistem irigasi ini dapat membantu mengalirkan air dengan cara yang lebih efisien sehingga mengurangi risiko air tebuang percuma saat proses pengairan tanaman.
-
Mulsa untuk melembabkan tanah
Mulsa adalah lapisan dari bahan organik untuk membantu menjaga kesehatan tanah. Mulsa dapat diperoleh dari bahan jerami atapun sisa tanaman. Hubungannya dengan ketersediaaan air adalah mulsa dapat membantu mengurangi penguapan air tanah, terutama saat musim kemarau panjang terjadi. Selain itu, mulsa juga dapat membantu memperbaiki kondisi tanah.
-
Periksa kerusakan saluran air
Perawatan saluran air juga menjadi salah satu prioritas. Pengecekan secara berkala terhadap selang, pipa, keran, dan tempat penampungan air perlu dilakukan. Hal ini ditujukan supaya tidak terjadi kebocoran dan kemudian air menjadi terbuang percuma. Saluran air yang baik juga dapat membuat air dimanfaatkan secara lebih maksimal mengurangi pemborosan.
-
Penghijauan
Penghijauan merupakan langkah preventif untuk mencegah kelangkaan air di musim kemarau. Penghijauan sebaiknya dilakukan di daerah hulu dengan langkah konservasi lahan. Penghijauan dapat membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air hujan, sehingga cadangan air dapat lebih terjaga.
-
Waduk
Waduk dapat menadi salah satu sumber cadangan air yang dapat dimanfaatkan saat musim kemarau. Mulai dari kebutuhan air rumah tangga, irigasi pertanian, sampai menjaga kertersediaan aliran air sungai selama kemarau. Namun, saat kemarau panjang, volume air di waduk dapat mengalami penurunan. Oleh sebab itu, pendangkalan perlu dilakukan supaya kapasitas tampungan air tetap maksimal.
-
Embung
Embung dapat menjadi tempat penampungan air untuk mendukung aktivitas pertanian. Anda dapat membuat embung untuk menampung air kemudian digunakan untuk mengairi tanaman sehingga ketersediaan air untuk tenaman tetap terjaga dan risiko tanaman kekeringan dapat dikurangi.