JawaPos.com - Detoks digital bisa menjadi salah satu cara menghentikan ketergantungan terhadap smartphone hingga tablet. Sebab, meski memudahkan, terlalu 'lekat' dengan teknologi bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.
Detoks digital merupakan upaya untuk mengurangi atau membatasi penggunaan perangkat digital, seperti smartphone, komputer, tablet, maupun media sosial dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya bukan untuk sepenuhnya meninggalkan teknologi, melainkan memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk bernapas, beristirahat dari paparan digital yang terus-menerus.
Detoks digital juga tidak harus dilakukan dengan cara yang ekstrem. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba dalam kehidupan sehari-hari. Dilansir dari Cleveland Clinic dan Healthline, ada beberapa cara menerapkan detoks digital dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Investigasi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8 Terus Berjalan
1. Tentukan Kebiasaan yang Ingin Diubah
Langkah pertama adalah mengetahui kebiasaan digital yang ingin dikurangi. Coba perhatikan penggunaan perangkat sehari-hari. Misalnya, apakah terlalu sering membuka media sosial, terus-menerus memeriksa notifikasi, terlalu lama membaca berita, atau merasa harus selalu terhubung dengan smartphone. Dengan mengetahui kebiasaan tersebut, akan lebih mudah menentukan bagian mana yang perlu dibatasi.
2. Buat Target yang Spesifik
Setelah mengetahui kebiasaan yang ingin diubah, tentukan target yang jelas dan realistis. Misalnya, membatasi penggunaan media sosial selama 15 menit dalam sehari atau menentukan batas waktu tertentu untuk menggunakan smartphone. Target yang spesifik dapat membantu membuat proses detoks digital lebih terarah dan mudah dilakukan secara konsisten.
3. Pantau Waktu Penggunaan Layar
Langkah selanjutnya adalah mengetahui berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menggunakan perangkat digital. Sebagian besar smartphone sudah dilengkapi fitur yang dapat menunjukkan durasi penggunaan layar serta waktu yang dihabiskan pada setiap aplikasi.
Dengan melihat catatan tersebut, kamu bisa mengetahui aplikasi mana yang paling banyak digunakan. Dari sana, tentukan penggunaan yang perlu dikurangi agar waktu di depan layar lebih terkontrol.
4. Gunakan Mode Grayscale
Mengubah tampilan layar menjadi hitam putih atau grayscale juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketertarikan pada smartphone. Tampilan tanpa warna dapat membuat layar terasa kurang menarik sehingga keinginan untuk terus menggunakannya bisa berkurang.
5. Matikan Notifikasi yang Tidak Penting
Notifikasi yang terus muncul dapat membuat seseorang terdorong untuk mengambil dan memeriksa ponsel berulang kali. Karena itu, pertimbangkan untuk menonaktifkan pemberitahuan dari aplikasi yang tidak terlalu diperlukan. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur seperti “Do Not Disturb” atau “Focus” agar hanya notifikasi tertentu yang tetap masuk.
6. Tentukan Waktu Tanpa Layar
Buat waktu atau situasi tertentu sebagai momen bebas dari perangkat digital. Misalnya, tidak menggunakan ponsel saat makan, ketika sedang berkumpul bersama teman, atau menjelang tidur. Dengan menetapkan batasan tersebut, kamu bisa lebih fokus pada aktivitas yang sedang dilakukan tanpa terus terdistraksi oleh layar.
7. Lakukan Berbagai Kegiatan Positif
Mengurangi waktu menggunakan perangkat digital akan terasa lebih mudah jika ada kegiatan lain yang bisa dilakukan. Membaca buku, berjalan kaki, berolahraga, menulis jurnal, melukis, membuat kerajinan, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu tanpa layar.
8. Cari Dukungan atau Beri Tahu Orang Terdekat
Menjalani detoks digital tidak harus dilakukan sendirian. Beri tahu teman, pasangan, atau anggota keluarga mengenai target yang ingin dicapai. Dukungan dari orang terdekat dapat membantu menjaga komitmen sekaligus membuat mereka memahami jika kamu tidak dapat langsung merespons pesan atau panggilan selama waktu detoks.
9. Evaluasi Perkembangan
Setelah beberapa hari menjalani detoks digital, luangkan waktu untuk mengevaluasi perkembangannya. Perhatikan apakah penggunaan perangkat digital benar-benar berkurang atau justru berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Misalnya, ketika berhenti menggunakan satu media sosial, tetapi kemudian menghabiskan lebih banyak waktu di platform lain. Jika hal tersebut terjadi, kebiasaan penggunaan media sosial secara keseluruhan mungkin perlu kembali dievaluasi.
Selain menerapkan cara-cara di atas, kamu bisa mulai melakukan detoks digital secara bertahap. Tidak perlu langsung membatasi seluruh penggunaan perangkat, cukup tentukan waktu tertentu untuk beristirahat dari layar.