← Beranda
Tanpa Cara Rumit, Ini 5 Kebiasaan untuk Menjaga Kadar Kolesterol
Rabbany WanadrianiRabu, 16 September 2026 | 18.11 WIB
ilustrasi kolesterol jahat. (Freepik)

JawaPos.com – Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Zat ini berperan dalam pembentukan sel, produksi hormon, hingga membantu proses pencernaan.

Namun, kadar kolesterol yang tidak terkendali, terutama LDL (low-density lipoprotein) atau yang sering disebut sebagai kolesterol jahat, dapat menjadi perhatian bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sebaliknya, HDL (high-density lipoprotein) dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu membawa kolesterol dari aliran darah untuk diproses lebih lanjut oleh tubuh.

Baca Juga: 5 Minuman yang Bisa Bantu Menjaga Kolesterol Tetap Terkendali, Mudah Dibuat di Rumah

Ketika kadar LDL terlalu tinggi, kolesterol dapat menumpuk dan membentuk plak di dinding pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Karena itu, menjaga pola makan serta rutin melakukan aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam membantu mengontrol kadar kolesterol.

Dilansir English Jagran, berikut beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kolesterol LDL.

1. Awali Hari dengan Makanan Tinggi Serat

Sarapan dapat menjadi waktu yang tepat untuk menambah asupan serat, khususnya serat larut. Jenis serat ini dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di saluran pencernaan.

Oatmeal, apel, dan kacang-kacangan dapat menjadi pilihan. Untuk menambah kandungan serat dan nutrisi, biji chia atau biji rami juga bisa dicampurkan ke dalam smoothie maupun makanan lainnya.

Memilih produk berbahan gandum utuh sebagai bagian dari pola makan sehari-hari juga dapat mendukung pola makan yang lebih ramah bagi kesehatan jantung.

2. Pilih Sumber Lemak yang Lebih Sehat

Jenis lemak yang dikonsumsi sehari-hari turut berkaitan dengan kadar kolesterol dalam tubuh. Karena itu, pemilihan minyak untuk memasak juga perlu diperhatikan.

Dilansir English Jagran, minyak seperti minyak zaitun dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan yang mendukung kesehatan jantung. Alpukat juga dapat dimasukkan ke dalam menu karena mengandung lemak tak jenuh.

Meski demikian, penggunaan minyak tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

3. Jadikan Kacang dan Biji-bijian sebagai Camilan

Daripada terlalu sering memilih camilan tinggi lemak jenuh atau gula, kacang-kacangan dan biji-bijian dapat menjadi alternatif.

Almond, kenari, biji labu, serta biji bunga matahari mengandung lemak tak jenuh dan sejumlah nutrisi yang dapat mendukung pola makan sehat.

Kacang juga cukup padat kalori sehingga porsinya tetap perlu diperhatikan. Mengonsumsinya dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

4. Perbanyak Buah dan Sayuran

Menambahkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam menu harian merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu memperbaiki kualitas pola makan.

Apel dan berbagai jenis buah beri, misalnya, mengandung serat. Sementara itu, sayuran seperti brokoli dan bayam menyediakan serat serta beragam vitamin dan mineral.

Mengombinasikan berbagai jenis buah dan sayuran juga dapat membuat asupan harian menjadi lebih beragam sekaligus membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

5. Jangan Lupakan Aktivitas Fisik

Selain memperhatikan makanan, tubuh juga membutuhkan aktivitas fisik secara rutin. Kebiasaan aktif dapat membantu meningkatkan kadar HDL dan mendukung pengelolaan kadar LDL.

Aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran. Jalan cepat, yoga, lompat tali, berkebun, menyapu, hingga berbagai pekerjaan rumah tangga dapat membuat tubuh tetap bergerak.

Yang terpenting adalah memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh dan melakukannya secara konsisten.

Perubahan pola makan dan aktivitas fisik dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali. Namun, bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau faktor risiko penyakit jantung, perubahan gaya hidup sebaiknya tetap dibarengi dengan konsultasi kepada tenaga kesehatan agar penanganannya sesuai kondisi masing-masing.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho