JawaPos.com – Memiliki gigi yang bersih dan sehat bukan hanya berkaitan dengan penampilan. Kebersihan rongga mulut juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Perawatan dasar seperti menyikat gigi secara rutin dengan teknik yang tepat, membersihkan sela-sela gigi, serta menjaga kebersihan mulut dapat membantu mengurangi penumpukan plak.
Plak merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari bakteri dan sisa makanan pada permukaan gigi. Apabila tidak dibersihkan secara optimal, plak dapat mengeras dan berkembang menjadi karang gigi.
Sejumlah bahan alami kerap digunakan sebagai pelengkap perawatan kebersihan mulut.
Baca Juga: Ingin Gigi Terlihat Lebih Putih? Ini 7 Cara Alami yang Bisa Dicoba
Dilansir dari NDTV, berikut beberapa bahan yang disebut dapat membantu menjaga gigi dari penumpukan plak.
1. Soda kue
Soda kue atau baking soda cukup sering digunakan dalam perawatan kebersihan gigi rumahan. Bahan ini dapat membantu membersihkan permukaan gigi dan mengurangi plak.
Namun, penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan. Soda kue yang digunakan terlalu sering atau dengan cara menggosok terlalu kuat berpotensi mengiritasi gusi maupun menyebabkan masalah pada permukaan gigi.
Perawatan utama tetap sebaiknya dilakukan dengan pasta gigi berfluoride dan sikat gigi berbulu lembut.
2. Jambu biji
Jambu biji, termasuk bagian daunnya, juga dikenal dalam sejumlah praktik tradisional sebagai bahan yang dapat membantu menjaga kebersihan mulut.
Buah jambu biji mengandung vitamin C, sementara daun jambu biji secara tradisional kerap dimanfaatkan untuk perawatan rongga mulut.
Meski demikian, mengunyah daun atau buah jambu biji tidak dapat menggantikan kegiatan menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi.
3. Cuka putih
Cuka putih memiliki kandungan asam asetat yang mempunyai sifat antimikroba. Karena itu, cuka terkadang digunakan dalam berbagai metode perawatan kebersihan rumahan.
Namun, penggunaan cuka secara langsung pada gigi perlu diwaspadai. Sifat asamnya dapat mengikis lapisan enamel jika digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi.
Karena itu, cuka sebaiknya tidak dijadikan pengganti obat kumur atau perawatan gigi yang telah direkomendasikan dokter gigi.
4. Kulit jeruk
Kulit jeruk sering dimanfaatkan dalam perawatan gigi rumahan karena mengandung senyawa tertentu dan memberikan sensasi segar.
Beberapa metode tradisional menyarankan menggosokkan bagian dalam kulit jeruk pada permukaan gigi. Namun, kandungan asam pada buah sitrus juga perlu diperhatikan karena paparan asam berlebihan dapat berpengaruh terhadap enamel.
Setelah mengonsumsi atau menggunakan bahan yang bersifat asam, berkumur dengan air dapat menjadi pilihan untuk membantu membersihkan sisa asam dari rongga mulut.
5. Makanan kaya vitamin C
Buah-buahan seperti stroberi dan tomat merupakan sumber vitamin C yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin dapat mendukung kesehatan tubuh, termasuk kesehatan rongga mulut. Namun, mengoleskan buah yang bersifat asam langsung ke gigi bukanlah metode utama untuk menghilangkan karang gigi.
Untuk menjaga gigi tetap sehat, konsumsi buah sebaiknya tetap diimbangi dengan kebiasaan membersihkan gigi secara rutin.
6. Makanan pedas
Makanan pedas dapat merangsang produksi air liur. Air liur sendiri memiliki peran penting dalam membantu membersihkan sisa makanan serta menjaga kondisi lingkungan di dalam mulut.
Meski demikian, bukan berarti mengunyah cabai secara langsung dapat menghilangkan karang gigi. Konsumsi makanan pedas juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing orang.
Pada dasarnya, bahan-bahan alami tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan mulut, bukan sebagai cara utama untuk menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras.
Jika karang gigi telah terbentuk, menyikat gigi biasanya tidak cukup untuk menghilangkannya. Pembersihan oleh dokter gigi, seperti scaling, dapat diperlukan untuk mengangkat endapan yang sudah mengeras.