JawaPos.com - Psikologi menjelaskan bahwa sebagian keluhan wajar diucapkan, namun ada pula yang muncul tanpa alasan yang jelas.
Orang yang tidak memiliki rasa syukur cenderung menemukan kesalahan pada hampir semua hal di sekitarnya.
Alih-alih mengapresiasi hal baik dalam hidupnya, mereka justru terus berfokus pada sisi negatif semata.
Dilansir dari laman YourTango pada Senin (14/9), berikut sembilan keluhan ciri khas yang biasa diucapkan orang yang tidak memiliki rasa syukur dalam percakapan sehari-hari.
1. Mengeluh tentang keluarga dan teman yang menjengkelkan
Semua orang pernah merasa frustrasi terhadap orang terdekatnya, namun jarang membicarakannya secara terus-menerus.
Orang tanpa rasa syukur justru mengabaikan makna hubungan tersebut dan hanya fokus pada sisi negatifnya.
Mereka sebenarnya akan merasa kehilangan tanpa hubungan tersebut, meski enggan mengakuinya secara terbuka.
Sikap ini menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap kehadiran orang-orang yang sebenarnya penting dalam hidupnya.
2. Mengeluh barang miliknya tidak sebagus milik orang lain
Membandingkan diri dengan orang lain merupakan hal wajar yang tidak selalu berdampak buruk.
Namun sebagian orang menjadikan kekesalan terhadap perbandingan ini sebagai bagian dari kepribadiannya sendiri.
Meski barang miliknya tidak sebaru orang lain, ia tetap memiliki lebih banyak dibanding kebanyakan orang.
Rasa syukur atas apa yang dimiliki jauh lebih baik dibanding terus merasa iri terhadap orang lain.
3. Mengeluh merasa bosan tanpa kegiatan
Rasa bosan sering dianggap sebagai peringatan bahwa ada sesuatu yang perlu diubah dalam hidup.
Orang yang terlalu sibuk justru mungkin ingin merasakan waktu luang meski hanya sebentar saja.
Merasa bosan tidak selalu menandakan seseorang tidak bersyukur, kecuali jika terus-menerus dipermasalahkan secara berlebihan.
Mengabaikan manfaat dari masa hidup yang lebih santai menunjukkan kurangnya rasa syukur terhadap kondisi tersebut.
4. Mengeluh tidak mendapat cukup pengakuan
Ingin diakui dan dihargai merupakan keinginan wajar yang dimiliki oleh setiap orang.
Namun sebagian orang memanfaatkan kebaikan tanpa pernah mengucapkan terima kasih kepada orang lain.
Ketika seseorang kesulitan bersyukur, hal ini justru membuatnya enggan membantu orang lain lagi.
Orang lain mampu memisahkan perasaan kurang diakui dengan keinginan tulus untuk tetap membantu sesama.
5. Mengeluh harus bekerja setiap hari
Tidak banyak orang yang benar-benar menikmati rutinitas bekerja setiap hari tanpa merasa lelah.
Pekerjaan yang penuh tekanan dapat memicu kelelahan sehingga wajar jika seseorang sesekali mengeluh.
Namun keluhan yang terus berulang dapat membuat seseorang melupakan gambaran besar dari kondisinya sendiri.
Banyak orang tanpa pekerjaan justru berharap dapat berada di posisi tersebut meski terasa melelahkan.
6. Mengeluh tidak mampu membeli barang yang diinginkan
Perasaan kecewa karena tidak mampu membeli sesuatu wajar dialami oleh setiap orang sesekali.
Situasi ini menjadi masalah hanya ketika seseorang terus-menerus mempermasalahkannya secara berlebihan.
Banyak orang justru khawatir memenuhi kebutuhan dasar seperti membayar tagihan dan membeli bahan makanan.
Melupakan betapa beruntungnya kondisi diri sendiri sering terjadi ketika terus mengejar sesuatu yang lebih baik.
7. Mengeluh terbebani banyak orang yang bergantung padanya
Merasa selalu dibutuhkan orang lain terasa berat, terutama ketika waktu untuk diri sendiri semakin berkurang.
Namun kondisi ini sebenarnya menunjukkan bahwa banyak orang peduli terhadap keberadaan dirinya.
Kejujuran terhadap diri sendiri biasanya mengungkapkan bahwa mereka juga peduli terhadap orang-orang tersebut.
Mengingat pentingnya hubungan sosial dapat membantu seseorang lebih menghargai kondisi yang sedang dijalaninya.
8. Mengeluh pakaiannya sudah tidak mengikuti tren
Merasa tidak memiliki pakaian yang layak dipakai wajar dialami oleh siapa pun sesekali.
Namun jika terus dipermasalahkan meski memiliki kemampuan memperbarui lemari pakaian, sikap ini perlu dievaluasi kembali.
Harga pakaian yang terus meningkat membuat banyak orang tidak memiliki pilihan selain tetap memakainya.
Tidak berada dalam situasi tersebut sebenarnya menjadi berkah tersendiri meski sulit disadari secara langsung.
9. Mengeluh tidak ada makanan enak untuk dimakan
Membuka kulkas dan merasa tidak ada makanan yang menarik menjadi pengalaman umum bagi banyak orang.
Kebiasaan ini sering dijadikan bahan candaan meski sebenarnya mencerminkan kenyataan yang dialami jutaan orang lain.
Mengeluh tidak ada makanan padahal sebenarnya hanya tidak menemukan yang diinginkan mengecilkan masalah yang sesungguhnya.
Kelaparan bukan sesuatu yang seharusnya disepelekan oleh orang yang tidak benar-benar mengalaminya secara langsung.
***