JawaPos.com – Menyantap makanan dalam kondisi dingin memang dapat memberikan sensasi yang berbeda. Namun, tidak semua hidangan terasa nyaman dikonsumsi setelah lama disimpan atau dibiarkan hingga suhunya turun.
Beberapa jenis makanan memiliki perubahan tekstur setelah dingin. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat membuat makanan terasa lebih berat dicerna atau menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Meski demikian, bukan berarti semua makanan dingin otomatis berbahaya bagi kesehatan. Cara penyimpanan, kebersihan makanan, serta proses pemanasan kembali justru menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, terutama pada makanan yang mudah rusak.
Dilansir dari English Jagran, berikut lima jenis makanan yang disebut lebih baik disantap dalam kondisi hangat.
Baca Juga: Pencernaan Lebih Nyaman, Ini 5 Makanan yang Bisa Bantu Redakan Kembung dan Sembelit
1. Nasi
Nasi yang sudah dingin mengalami perubahan pada sebagian kandungan patinya. Proses tersebut dapat meningkatkan jumlah pati resisten, sehingga karakteristiknya berbeda dibandingkan nasi yang baru matang.
Bagi sebagian orang, nasi yang telah dingin mungkin terasa lebih sulit dicerna atau menimbulkan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.
Namun, nasi dingin tidak otomatis berbahaya. Yang jauh lebih penting adalah cara penyimpanannya. Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri tertentu.
Karena itu, nasi sisa sebaiknya segera didBerbagai hidangan berbahan telur juga sering terasa berbeda setelah dingin. Tekstur telur dapat menjadi lebih padat dan tidak selembut ketikainginkan dan disimpan dengan benar. Jika ingin disantap kembali, panaskan hingga benar-benar panas secara merata.
2. Olahan Telur
Berbagai hidangan berbahan telur juga sering terasa berbeda setelah dingin. Tekstur telur dapat menjadi lebih padat dan tidak selembut ketika baru matang.
Pemanasan kembali dapat membuat hidangan telur terasa lebih nikmat dan teksturnya kembali mendekati kondisi semula.
Namun, sama seperti nasi, persoalan utama bukan semata-mata suhu makanan. Telur yang sudah dimasak tetap perlu disimpan dengan benar untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
Jika telur atau hidangan berbahan telur sudah disimpan di lemari pendingin, panaskan kembali dengan baik sebelum disantap.
3. Pasta
Pasta yang telah dingin mengalami perubahan pada struktur patinya. Hal tersebut dapat membuat teksturnya menjadi lebih padat dan kenyal dibandingkan pasta yang baru selesai dimasak.
Perubahan pati juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproses makanan tersebut. Bahkan, pasta yang telah didinginkan dan kemudian dipanaskan kembali dapat memiliki karakteristik pati yang berbeda.
Meski demikian, pasta dingin bukan berarti harus selalu dihindari. Salad pasta, misalnya, memang sengaja disajikan dalam keadaan dingin.
Jika menginginkan tekstur yang lebih lembut dan nyaman disantap, pasta dapat dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi.
4. Makanan Gorengan
Gorengan yang sudah dingin biasanya mengalami perubahan tekstur. Lapisan yang sebelumnya renyah dapat menjadi lembek, sementara minyak yang menempel pada makanan terasa lebih berat.
Kondisi tersebut bisa membuat sebagian orang merasa kurang nyaman setelah menyantapnya.
Namun, klaim bahwa gorengan dingin secara otomatis meningkatkan kadar kolesterol perlu disikapi dengan hati-hati. Risiko kolesterol lebih berkaitan dengan jenis makanan, jumlah yang dikonsumsi, kandungan lemak, serta pola makan secara keseluruhan, bukan hanya karena makanan tersebut dimakan dalam keadaan dingin.
Jika ingin mendapatkan tekstur terbaik, gorengan memang lebih nikmat disantap setelah baru matang atau dipanaskan kembali dengan metode yang tepat.
5. Sup dan Makanan Berkuah
Sup dan makanan berkuah umumnya memang lebih nikmat ketika disajikan hangat. Selain memberikan sensasi nyaman, suhu hangat membuat aroma dan cita rasa berbagai bahan lebih mudah terasa.
Sup yang telah disimpan di lemari pendingin juga dapat mengalami perubahan tekstur. Lemak yang sebelumnya bercampur dengan kuah bisa mengeras di permukaan ketika suhunya turun.
Namun, pendinginan tidak serta-merta membuat kandungan nutrisi sup menjadi rusak. Bahkan, menyimpan makanan berkuah dengan cara yang tepat merupakan salah satu cara untuk menjaga keamanan makanan.
Saat akan dikonsumsi kembali, panaskan sup hingga mendidih atau panas secara merata.
Pada dasarnya, tidak semua makanan dingin berbahaya bagi kesehatan. Hal yang lebih penting adalah memastikan makanan disimpan pada suhu yang aman, tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, serta dipanaskan dengan benar jika hendak disantap kembali.