JawaPos.com – Bekas luka pada wajah terkadang tetap terlihat meskipun luka sudah lama sembuh. Kondisi tersebut bisa muncul setelah jerawat, cedera, maupun masalah kulit lainnya dan pada sebagian orang dapat mengganggu penampilan.
Perawatan kulit yang tepat dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat. Selain produk perawatan yang tersedia di pasaran, sejumlah bahan alami juga kerap digunakan secara tradisional untuk membantu merawat kulit dan menyamarkan tampilan bekas luka.
Namun, efektivitas bahan alami dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa bahan juga berpotensi menyebabkan iritasi, sehingga sebaiknya dilakukan uji tempel terlebih dahulu dan dihentikan jika muncul reaksi seperti kemerahan, gatal, atau perih.
Dilansir dari English Jagran, berikut lima bahan alami yang kerap digunakan untuk membantu merawat tampilan bekas luka pada wajah.
Baca Juga: Ternyata Bukan Karena Pelupa, 8 Ciri Ini Bisa Berkaitan dengan Sulit Mengingat Wajah
1. Madu
Madu menjadi salah satu bahan alami yang cukup populer dalam perawatan kulit. Kandungan dan sifatnya membuat madu kerap dimanfaatkan untuk membantu menjaga kulit tetap lembap sekaligus mendukung perawatan kulit yang mengalami iritasi ringan.
Cara penggunaannya cukup sederhana. Oleskan madu secara tipis pada area kulit yang ingin dirawat, kemudian diamkan selama beberapa menit sebelum dibersihkan.
Penggunaan madu pada kulit yang masih mengalami luka terbuka sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Jika memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap produk lebah, sebaiknya hindari penggunaan bahan ini.
2. Air Lemon
Lemon mengandung vitamin C yang dikenal sebagai salah satu antioksidan yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit.
Dalam perawatan rumahan, sari lemon kerap digunakan untuk membantu membuat warna kulit terlihat lebih merata. Namun, penggunaan lemon secara langsung pada wajah perlu diperhatikan karena sifat asamnya dapat menyebabkan iritasi.
Jika tetap ingin mencobanya, sari lemon sebaiknya tidak langsung dioleskan dalam kondisi pekat. Lakukan uji pada area kecil kulit terlebih dahulu dan hindari paparan sinar matahari setelah penggunaan.
Untuk perawatan wajah, produk dengan kandungan vitamin C yang diformulasikan khusus untuk kulit umumnya menjadi pilihan yang lebih terukur.
3. Lidah Buaya
Gel lidah buaya dikenal memiliki sensasi menenangkan dan sering digunakan untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Bahan ini dapat menjadi pilihan untuk merawat kulit yang terasa kering atau mengalami kemerahan ringan. Teksturnya yang ringan juga membuat gel lidah buaya cukup populer sebagai bahan perawatan kulit rumahan.
Gel dapat dioleskan tipis pada kulit yang sudah sembuh dan dibiarkan selama beberapa waktu sebelum dibilas. Pastikan menggunakan gel yang bersih dan lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk mengurangi risiko iritasi.
4. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Karena kandungan tersebut, kunyit kerap dimanfaatkan dalam berbagai perawatan tradisional.
Bubuk kunyit dapat dicampurkan dengan bahan seperti madu atau yogurt hingga membentuk pasta. Campuran tersebut kemudian dapat digunakan sebagai masker dalam waktu singkat sebelum dibilas.
Perlu diperhatikan bahwa kunyit dapat meninggalkan warna kekuningan pada kulit. Selain itu, tidak semua jenis kulit cocok menggunakan masker berbahan kunyit, sehingga uji tempel tetap dianjurkan.
5. Jus Kentang
Kentang juga termasuk bahan dapur yang sering disebut dalam perawatan kulit rumahan. Kandungan vitamin dan senyawa tertentu di dalam kentang membuatnya digunakan secara tradisional untuk membantu membuat kulit tampak lebih cerah.
Untuk menggunakannya, kentang mentah dapat diparut kemudian diambil sarinya. Cairan tersebut bisa diaplikasikan menggunakan kapas pada area kulit yang ingin dirawat.
Diamkan selama beberapa menit, kemudian bilas menggunakan air bersih.
Meski bahan-bahan alami di atas banyak digunakan dalam perawatan rumahan, hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang. Bekas luka juga memiliki berbagai jenis dan tingkat keparahan. Jika bekas luka sulit memudar, semakin gelap, menonjol, terasa gatal atau nyeri, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.