← Beranda
Sering Dikonsumsi Pagi Hari, 5 Makanan Ini Ternyata Perlu Dibatasi
Rabbany WanadrianiSenin, 14 September 2026 | 02.16 WIB
ilustrasi orang yang sarapan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang penting untuk mengawali aktivitas setelah tubuh tidak mendapatkan asupan selama tidur.

Menu yang dipilih pada pagi hari dapat memengaruhi rasa kenyang, energi, serta kestabilan gula darah hingga beberapa jam berikutnya. Karena itu, bukan hanya soal makan atau tidak makan, tetapi juga penting memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Sebagian menu yang populer untuk sarapan ternyata kurang ideal jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan. Beberapa di antaranya tinggi gula, rendah serat, atau mengandung cukup banyak natrium.

Dilansir dari English Jagran, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau dipertimbangkan kembali sebagai menu sarapan.

Baca Juga: Tak Harus Suplemen, 4 Makanan Ini Ternyata Kaya Vitamin E

1. Buah Citrus

Buah seperti jeruk, lemon, dan jenis citrus lainnya memang kaya vitamin serta berbagai zat gizi. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki lambung sensitif, makanan yang bersifat asam dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ketika dikonsumsi saat perut kosong.

Keluhan yang mungkin muncul antara lain sensasi perih, mulas, atau asam lambung yang terasa naik.

Bukan berarti buah citrus harus sepenuhnya dihindari. Jika tubuh dapat menerimanya dengan baik, buah tersebut tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, bagi mereka yang mudah mengalami gangguan lambung, sebaiknya tidak mengonsumsinya dalam keadaan perut benar-benar kosong.

2. Roti Tawar Putih

Roti tawar putih sering menjadi pilihan praktis karena mudah disiapkan dan dapat dipadukan dengan berbagai isian.

Sayangnya, roti yang dibuat dari tepung terigu olahan umumnya memiliki kandungan serat yang lebih rendah dibandingkan roti berbahan biji-bijian utuh.

Jika dikonsumsi sendirian, roti putih juga cenderung kurang memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

Sebagai alternatif, pilih roti gandum utuh dan lengkapi dengan sumber protein seperti telur atau selai kacang tanpa tambahan gula berlebihan agar menu sarapan lebih seimbang.

3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Makanan manis seperti kue, donat, sereal dengan gula tinggi, atau minuman berpemanis memang menggoda untuk disantap di pagi hari.

Namun, asupan gula yang tinggi dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat. Setelah itu, energi dapat terasa menurun sehingga seseorang kembali merasa lapar dalam waktu relatif singkat.

Jika ingin menikmati makanan manis, sebaiknya porsinya diperhatikan. Sarapan akan lebih seimbang apabila dilengkapi protein, serat, serta sumber karbohidrat yang lebih berkualitas.

4. Makanan Kalengan Tinggi Natrium

Makanan kalengan menjadi pilihan praktis bagi orang yang memiliki aktivitas padat. Tinggal dipanaskan atau langsung diolah, menu pun siap disantap.

Meski demikian, beberapa produk makanan kalengan memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi. Asupan natrium berlebihan dalam jangka panjang dapat menjadi perhatian, terutama bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Karena itu, biasakan memeriksa label nutrisi sebelum membeli makanan kemasan. Pilih produk dengan kandungan natrium yang lebih rendah jika tersedia.

5. Jus Buah, Terutama yang Ditambah Gula

Jus buah sering dianggap sama sehatnya dengan mengonsumsi buah secara langsung. Padahal, proses membuat jus dapat mengurangi atau menghilangkan sebagian serat, terutama jika ampas buah dibuang.

Tanpa serat yang cukup, gula alami dari buah dapat lebih cepat diserap tubuh. Kondisinya menjadi semakin kurang ideal apabila jus tersebut mendapat tambahan gula atau menggunakan produk kemasan yang mengandung gula tambahan.

Buah utuh umumnya menjadi pilihan yang lebih baik karena masih mengandung serat dan membutuhkan proses mengunyah.

Pada akhirnya, bukan berarti kelima makanan tersebut harus sepenuhnya dihapus dari menu sarapan. Kuncinya adalah memperhatikan porsi, frekuensi, kondisi kesehatan, serta keseluruhan pola makan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho