JawaPos.com – Bertambahnya usia merupakan bagian alami dari kehidupan. Namun, perubahan pada tubuh dan penampilan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia maupun genetik.
Rutinitas sehari-hari juga dapat berperan terhadap kondisi kulit, kebugaran tubuh, hingga kesehatan secara keseluruhan. Pola makan yang kurang baik, minim aktivitas fisik, kurang tidur, hingga stres berkepanjangan dapat memberikan dampak apabila terus dilakukan.
Penuaan dini sendiri tidak selalu ditandai dengan munculnya kerutan. Kulit yang terlihat kusam, tubuh mudah lelah, gangguan tidur, hingga menurunnya kebugaran juga dapat menjadi tanda bahwa gaya hidup perlu diperhatikan.
Karena itu, mengenali kebiasaan yang berpotensi mempercepat proses penuaan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Terlihat Aneh bagi Orang Lain, Ini 7 Kebiasaan yang Sering Dimiliki Introvert
Dilansir dari English Jagran, berikut delapan kebiasaan yang disebut dapat membuat seseorang terlihat lebih tua dibandingkan usia sebenarnya.
1. Jarang Menggunakan Sunscreen
Paparan sinar ultraviolet merupakan salah satu faktor lingkungan yang berperan besar dalam kerusakan kulit dan munculnya tanda-tanda penuaan.
Jika kulit terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan, risiko munculnya noda, perubahan tekstur, dan garis halus dapat meningkat.
Karena itu, penggunaan sunscreen menjadi salah satu kebiasaan yang sebaiknya tidak dilewatkan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Bagi orang yang banyak menghabiskan waktu di depan layar, perlindungan dari paparan cahaya tampak juga kerap menjadi perhatian dalam perawatan kulit, meski dampaknya terhadap penuaan kulit masih terus diteliti.
2. Pola Tidur Berantakan
Tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan diri setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.
Kurang tidur dapat membuat mata terlihat sembap, wajah tampak lelah, dan kulit kehilangan kesegarannya. Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk juga berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan.
Bukan hanya durasi, konsistensi waktu tidur juga penting. Membatasi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur serta mempertahankan jadwal tidur yang teratur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
3. Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula
Mengonsumsi gula secara berlebihan tidak hanya berkaitan dengan masalah berat badan. Pola makan tinggi gula juga dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Pola makan yang terlalu banyak mengandalkan makanan dan minuman tinggi gula sebaiknya mulai dikurangi. Sebagai gantinya, perbanyak makanan bergizi seperti sayuran, buah, sumber protein, dan makanan tinggi serat.
Pola makan seimbang membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
4. Makan Sambil Terdistraksi
Kebiasaan makan sambil menatap layar ponsel, menonton video, atau melakukan aktivitas lain dapat membuat seseorang kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
Akibatnya, seseorang mungkin makan terlalu cepat atau tidak menyadari jumlah makanan yang telah dikonsumsi.
Meluangkan waktu untuk makan dengan lebih tenang dapat membantu seseorang lebih menyadari rasa lapar dan kenyang. Perhatian terhadap pola makan juga dapat membantu memastikan tubuh memperoleh nutrisi yang cukup.
Kekurangan nutrisi tertentu dapat berdampak pada kesehatan kulit, rambut, dan kuku.
5. Kurang Minum Air
Air memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh. Ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, tubuh dapat mengalami dehidrasi.
Dehidrasi dapat menyebabkan rasa lelah, sakit kepala, mulut kering, hingga menurunnya konsentrasi. Karena itu, menjaga asupan cairan sepanjang hari merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Tidak perlu menunggu hingga merasa sangat haus. Biasakan minum secara berkala dan sesuaikan jumlah cairan dengan kondisi tubuh, aktivitas, serta lingkungan.
6. Membiarkan Stres Berlarut-larut
Stres merupakan bagian dari kehidupan, tetapi stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Tekanan berkepanjangan dapat mengganggu tidur, suasana hati, pola makan, dan kebiasaan sehari-hari. Dampak tersebut pada akhirnya dapat membuat seseorang terlihat lebih lelah dari biasanya.
Karena itu, penting memiliki cara sehat untuk mengelola stres. Berolahraga, melakukan aktivitas yang disukai, beristirahat, berbicara dengan orang tepercaya, atau menulis jurnal dapat menjadi beberapa pilihan.
Jika stres sudah mengganggu kehidupan sehari-hari secara signifikan, mencari bantuan profesional juga merupakan langkah yang tepat.
7. Terlalu Sering Membungkuk di Depan Layar
Menghabiskan banyak waktu dengan posisi kepala menunduk saat menggunakan ponsel atau laptop dapat membuat postur tubuh menjadi buruk.
Kondisi yang sering disebut tech neck ini dapat memberikan tekanan pada leher dan bahu. Kebiasaan duduk dengan postur yang kurang baik juga dapat menyebabkan tubuh terasa kaku dan mudah pegal.
Luangkan waktu untuk berdiri, mengubah posisi, dan melakukan peregangan secara berkala. Pastikan pula posisi layar dan tempat duduk mendukung postur tubuh yang lebih baik.
8. Mengonsumsi Alkohol Secara Berlebihan
Konsumsi alkohol berlebihan dapat memberikan dampak buruk terhadap berbagai organ tubuh, termasuk hati. Alkohol juga dapat berkontribusi terhadap dehidrasi dan mengganggu pola tidur.
Dalam jangka panjang, kebiasaan minum berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Karena itu, semakin rendah konsumsi alkohol, semakin kecil pula risiko kesehatan yang berkaitan dengan alkohol. Bagi sebagian orang, menghindari alkohol sepenuhnya menjadi pilihan yang paling aman.
Pada akhirnya, menjaga penampilan agar tetap terlihat segar bukan hanya soal penggunaan produk perawatan kulit. Kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, mengelola stres, melindungi kulit dari matahari, dan rutin bergerak juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh.