← Beranda
Bopeng di Wajah Bisa Disamarkan, Ini 5 Perawatan yang Patut Dicoba
Diajeng Gentalia RifaniMinggu, 13 September 2026 | 04.56 WIB
5 Cara yang Ampuh untuk Menghilangkan Bopeng di Wajah

JawaPos.com – Bekas jerawat berupa bopeng atau cekungan pada kulit wajah kerap membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika peradangan jerawat menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit.

Bopeng memang tidak selalu mudah ditangani. Perawatan kulit yang tepat diperlukan untuk membantu memperbaiki tekstur kulit, termasuk dengan mendukung proses pembentukan kolagen.

Ada berbagai pilihan perawatan yang dapat dilakukan, mulai dari menjaga kondisi kulit hingga menggunakan bahan tertentu sebagai pelengkap. Namun, untuk bopeng yang cukup dalam, penanganan oleh dokter kulit biasanya memberikan hasil yang lebih sesuai.

Dilansir dari Halodoc dan Alodokter, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu merawat kulit dengan bekas jerawat.

Baca Juga: Tak Gampang Ingat Wajah? Psikologi Ungkap 8 Karakter yang Sering Berkaitan

1. Menggunakan Minyak Kelapa

Minyak kelapa menjadi salah satu bahan yang kerap digunakan dalam perawatan kulit rumahan. Kandungan asam lemak di dalamnya dapat membantu menjaga kelembapan kulit.

Bahan ini juga memiliki kandungan antioksidan yang dipercaya dapat mendukung kesehatan kulit. Karena itu, minyak kelapa terkadang digunakan sebagai perawatan tambahan pada kulit yang mengalami kekeringan atau kerusakan.

Jika ingin mencobanya, oleskan sedikit minyak kelapa pada area kulit yang sudah bersih, kemudian pijat secara perlahan. Setelah beberapa saat, wajah dapat dibersihkan menggunakan air.

Namun, pemilik kulit berjerawat sebaiknya berhati-hati karena minyak tertentu berpotensi menyumbat pori-pori pada sebagian orang. Sebaiknya lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu.

2. Memanfaatkan Air Beras

Air beras juga cukup populer sebagai bahan perawatan kulit tradisional. Air hasil rendaman beras mengandung sejumlah senyawa yang dapat membantu menjaga kondisi kulit.

Penggunaannya biasanya dilakukan dengan membasahi kapas menggunakan air beras, kemudian mengusapkannya secara perlahan pada wajah.

Air beras juga dapat digunakan sebagai kompres atau bagian dari perawatan wajah sederhana. Setelah didiamkan beberapa menit, wajah dapat dibilas dengan air bersih.

Meski demikian, air beras bukanlah pengobatan utama untuk menghilangkan bopeng. Hasil perawatan rumahan juga dapat berbeda pada setiap orang.

3. Masker Kunyit

Kunyit dikenal memiliki kandungan yang bersifat antioksidan dan antiradang. Karena karakter tersebut, kunyit sering dimanfaatkan dalam berbagai perawatan kulit tradisional.

Untuk membuat masker sederhana, bubuk kunyit dapat dicampurkan dengan bahan yang sesuai, seperti gel lidah buaya, kemudian diaplikasikan tipis pada wajah.

Setelah sekitar 10–15 menit, masker dapat dibilas sampai bersih.

Namun, penggunaan kunyit pada kulit perlu dilakukan secara hati-hati. Pada sebagian orang, bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi atau meninggalkan warna kekuningan sementara. Lakukan uji tempel terlebih dahulu sebelum menggunakannya pada seluruh wajah.

4. Menggunakan Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air yang tinggi dan dapat memberikan sensasi menyegarkan pada kulit. Sifatnya yang menenangkan juga membuat mentimun sering digunakan sebagai bagian dari perawatan wajah.

Cara paling sederhana adalah mengiris mentimun menjadi bagian tipis dan menempelkannya pada wajah yang telah dibersihkan.

Perawatan ini lebih ditujukan untuk memberikan rasa nyaman dan menjaga kelembapan kulit. Mentimun sendiri tidak dapat menghilangkan jaringan parut atau bopeng yang sudah terbentuk secara langsung.

5. Melakukan Pijat Wajah

Pijat wajah dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit. Gerakan pijatan yang lembut dapat membantu memberikan rasa rileks sekaligus mendukung sirkulasi pada area wajah.

Meski begitu, pijat wajah tidak dapat menghapus bopeng secara langsung. Terlebih jika bekas jerawat sudah berupa jaringan parut yang cukup dalam.

Pijat wajah lebih tepat diposisikan sebagai perawatan pendamping. Hindari memberikan tekanan berlebihan, terutama ketika kulit sedang mengalami peradangan atau terdapat jerawat aktif.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho