JawaPos.com - Musim kemarau membuat suhu udara semakin meningkat. Akibatnya teras signifikan terhadap pertumbuhan populasi nyamuk di musim pancaroba ini.
Saat musim kemarau melanda, panas juga dapat terperangkap di dalam rumah. Saat memasuki waktu mencari mangsa, nyamuk akan mencari berbagai sumber sasaran empuk untuk menemukan mangsanya, termasuk dengan mendeteksi suhu panas di sekitarnya
Namun, bukan hanya kondisi lingkungan yang membuat nyamuk datang, nyamuk ternyata juga memiliki preferensi tertentu saat mencari mangsa.
Berdasarkan pendapat dari pakar IPB Dr Supriyono yang dikutip pada (9/9), Nyamuk tertarik pada zat-zat yang dikeluarkan melalui keringat seperti amonia dan asam laktat. Selain itu, karbon dioksida (CO₂) dari pernapasan dan suhu tubuh yang hangat juga menjadi faktor penarik nyamuk untuk menggigit seseorang.
Tidak hanya itu, masih terdapat sejumlah faktor lain yang membuat seseorang lebih mudah menjadi sasaran gigitan nyamuk dibandingkan orang lain.
Mengetahui faktor-faktor tersebut dapat membantu anda mengenali kondisi yang membuat tubuh lebih menarik bagi nyamuk sekaligus menentukan langkah yang tepat untuk meminimalisir risiko gigitan selama musim kemarau ini.
Berikut adalah faktor-faktor yang paling berpengaruh yang membuat anda lebih gampang digigit nyamuk.
-
Napas seseorang
Nyamuk dapat mendeteksi napas seseorang dari jarak tertentu. Hal ini terjadi karena nyamuk tertarik dengan karbon dioksida yang dihasilkan dari napas seseorang.
Orang dewasa pada umumnya menghasilkan CO2 lebih banyak, dibandingkan anak-anak, terutama setelah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.
-
Bau badan
Bau badan yang dihasilkan seseorang tentu berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pola makan, genetik, bakteri alami, kondisi kulit, sampai kondisi kesehatan.
Beberapa orang memiliki komposisi aroma tubuh yang lebih menarik bagi nyamuk, sehingga mereka lebih mudah menjadi sasaran gigitan.
-
Suhu tubuh yang hangat
Suhu tubuh yang tinggi dapat menarik nyamuk untuk menggigit anda. Panas tubuh menjadi salah satu petunjuk bagi nyamuk untuk mendeteksi keberadaan calon mangsanya.
Suhu tubuh cenderung akan meningkat saat seseorang menjalani aktivitas olahraga, demam, ataupun berada di dalam ruangan yang panas.
-
Golongan darah
Beberapa penelitian mengatakan bahwa nyamuk dapat memiliki preferensi untuk menggigit dan mendekat pada seseorang yang memiliki golongan darah tertentu. Golongan darah O dan B dikatakan lebih menarik bagi jenis nyamuk tertentu.
-
Keringat
Bau keringat berlebih juga dapat mengundang nyamuk untuk menggigit anda. Keringat menghasilkan senyawa amonia dan asam laktat yang menarik perhatian nyamuk.
Aroma yang dihasilkan dari keringat dan interaksi dengan bakteri alami pada kulit kemudian menjadi salah satu petunjuk yang digunakan nyamuk untuk menemukan mangsanya.
-
Warna pakaian
Selain mengenali mangsanya melalui indera penciuman, nyamuk juga mendeteksi keberadaan anda berdasarkan indera penglihatan. Warna dan kontras dapat menjadi salah satu petunjuk bagi nyamuk untuk menggigit anda.
Warna baju gelap seperti merah, hitam, dan biru tua sangat mudah dilihat oleh nyamuk.sementara itu, warna terang seperti pink, putih, dan kuning dianggap kurang menarik perhatian nyamuk.
-
Ibu hamil
Ibu hamil juga lebih rentan digigit nyamuk. Ibu hamil menghasilkan suhu tubuh yang lebih tinggi, karena perubahan metabolisme dan dapat meningkatkan frekuensi pernapasan. Kondisi ibu hamil ini memberikan lebih banyak tanda-tanda mangsa yang mudah dideteksi oleh nyamuk.