← Beranda
Rambut Makin Tipis dan Sulit Panjang, Cek 7 Kebiasaan yang Sering Dilakukan
Rabbany WanadrianiJumat, 11 September 2026 | 21.22 WIB
ilustrasi orang dengan rambut panjang. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Memiliki rambut yang sehat, kuat, dan tampak lebat tentu menjadi keinginan banyak orang. Tak sedikit yang kemudian menggunakan berbagai produk perawatan untuk membuat rambut terlihat lebih panjang dan tebal.

Namun, perawatan dari luar bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi batang rambut dan kulit kepala.

Pertumbuhan rambut sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, usia, kondisi kesehatan, nutrisi, serta perawatan rambut. Karena itu, rutinitas yang kurang tepat berpotensi membuat rambut lebih mudah rusak, patah, atau mengalami kerontokan sehingga pertumbuhannya tampak lebih lambat.

Dilansir dari English Jagran, terdapat sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan rambut dan membuat proses memanjangkan rambut menjadi kurang optimal. Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Usia 60 Bukan Halangan untuk Tetap Aktif, Ini 5 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan

1. Terlalu Sering Mencuci Rambut

Menjaga rambut tetap bersih memang penting, tetapi terlalu sering keramas belum tentu memberikan manfaat tambahan.

Frekuensi keramas yang tidak sesuai dengan kondisi kulit kepala dapat membuat rambut kehilangan sebagian minyak alaminya. Akibatnya, rambut bisa menjadi lebih kering dan rentan mengalami kerusakan.

Karena kebutuhan setiap orang berbeda, frekuensi mencuci rambut sebaiknya disesuaikan dengan jenis rambut, kondisi kulit kepala, serta aktivitas sehari-hari.

2. Terlalu Sering Mengandalkan Alat Panas

Hair dryer, catokan, dan alat pengeriting dapat membantu menghasilkan gaya rambut yang diinginkan dalam waktu singkat.

Namun, paparan panas yang terlalu sering atau berlebihan dapat membuat batang rambut menjadi kering dan rapuh. Rambut yang mudah patah akhirnya membuat panjang rambut sulit bertambah secara optimal.

Jika menggunakan alat styling panas, sebaiknya gunakan suhu yang tidak berlebihan dan jangan terlalu sering menggunakannya.

3. Mengabaikan Kebersihan Kulit Kepala

Rambut yang sehat berawal dari kondisi kulit kepala yang terawat. Penumpukan minyak, kotoran, maupun sel kulit mati dapat membuat kulit kepala terasa tidak nyaman dan mengganggu lingkungan tempat rambut tumbuh.

Membersihkan kulit kepala secara tepat dapat membantu menjaga kondisinya tetap sehat. Jika muncul masalah seperti ketombe berat, gatal berkepanjangan, atau kerontokan yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

4. Asupan Protein Tidak Memadai

Nutrisi memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan rambut. Rambut tersusun terutama dari keratin, yaitu jenis protein, sehingga asupan protein yang cukup menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.

Kekurangan asupan nutrisi tertentu dapat berkaitan dengan masalah rambut pada sebagian orang. Karena itu, jangan hanya berfokus pada produk perawatan dari luar, tetapi pastikan kebutuhan nutrisi harian juga terpenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang.

5. Sering Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Kebiasaan menguncir rambut dengan sangat ketat memang praktis, terutama ketika sedang beraktivitas. Namun, tarikan yang terus-menerus dapat memberikan tekanan pada rambut dan kulit kepala.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan rambut lebih mudah patah dan pada kondisi tertentu berkontribusi terhadap kerontokan akibat tarikan.

Sesekali biarkan rambut terurai dan pilih ikatan yang tidak terlalu kuat untuk mengurangi tekanan.

6. Menganggap Potong Rambut sebagai Penghambat Pertumbuhan

Sebagian orang menghindari potong rambut karena ingin segera memiliki rambut panjang. Padahal, memangkas bagian rambut yang rusak dapat membantu menjaga penampilan rambut tetap rapi dan mengurangi masalah ujung bercabang.

Perlu diluruskan, memotong ujung rambut tidak membuat rambut tumbuh lebih cepat dari folikelnya. Pertumbuhan rambut berlangsung dari folikel di kulit kepala. Namun, pemangkasan dapat membantu mencegah kerusakan pada ujung rambut semakin menjalar sehingga panjang rambut lebih mudah dipertahankan.

7. Sering Stres dan Kurang Tidur

Stres berkepanjangan dan kurang tidur dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Pada sebagian orang, tekanan fisik maupun emosional yang berat dapat berkaitan dengan meningkatnya kerontokan rambut.

Karena itu, menjaga waktu tidur, mengelola stres, berolahraga, dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat juga merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan rambut.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho