← Beranda
Tak Selalu Harus Pakai Deodoran, Ini 5 Cara Alami Kurangi Bau Badan
Diajeng Gentalia RifaniKamis, 10 September 2026 | 21.37 WIB
5 Tips untuk Mengatasi Bau Badan dengan Cepat

JawaPos.com – Bau badan dapat menjadi persoalan yang cukup mengganggu, terutama ketika seseorang harus menjalani aktivitas di luar rumah selama berjam-jam. Kondisi tersebut tidak jarang membuat rasa percaya diri menurun.

Bau badan umumnya berkaitan dengan keringat yang bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Karena itu, menjaga kebersihan tubuh dan memperhatikan sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengurangi munculnya aroma tidak sedap.

Selain menggunakan produk antiperspiran atau deodoran, beberapa langkah sederhana juga dapat dilakukan di rumah. Namun, bahan alami belum tentu cocok untuk semua jenis kulit, sehingga penggunaannya tetap perlu dilakukan secara hati-hati.

Dilansir dari Alodokter dan Halodoc, berikut sejumlah cara yang dapat membantu mengurangi bau badan.

1. Pilih pakaian yang mudah menyerap keringat

Jenis pakaian yang dikenakan ternyata dapat memengaruhi kenyamanan tubuh ketika berkeringat. Pakaian dengan bahan yang memiliki sirkulasi udara baik dapat membantu tubuh terasa lebih sejuk dan tidak terlalu lembap.

Bahan seperti katun dapat menjadi salah satu pilihan untuk aktivitas sehari-hari. Sementara itu, pakaian olahraga sebaiknya dipilih yang mampu membantu mengelola kelembapan sehingga keringat tidak terlalu lama menempel pada kulit.

Kebersihan pakaian juga tidak boleh diabaikan. Segera ganti pakaian yang sudah basah oleh keringat. Untuk mencegah bau pada kaki, kaus kaki juga sebaiknya diganti secara rutin dan gunakan alas kaki yang memiliki ventilasi cukup.

2. Coba cuka sari apel dengan hati-hati

Cuka sari apel memiliki sifat asam dan mengandung komponen yang dapat menghambat pertumbuhan sejumlah mikroorganisme. Karena itu, bahan ini kerap digunakan sebagai salah satu pilihan perawatan rumahan untuk membantu mengurangi bau.

Namun, mengoleskan cuka sari apel langsung ke kulit dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Terlebih jika kulit sedang mengalami luka atau baru selesai dicukur.

Jika ingin mencobanya, gunakan dalam jumlah kecil dan hentikan pemakaian apabila muncul rasa perih, kemerahan, gatal, atau iritasi. Jangan mengaplikasikannya pada kulit yang terluka.

3. Perhatikan penggunaan lemon pada kulit

Lemon memiliki kandungan asam yang membuatnya kerap dimanfaatkan dalam berbagai perawatan rumahan. Sifat asam tersebut dipercaya dapat memengaruhi lingkungan kulit yang menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau.

Meski demikian, mengoleskan air lemon langsung ke ketiak tidak selalu aman untuk semua orang. Kulit sensitif berisiko mengalami iritasi atau rasa terbakar.

Jika tetap ingin mencobanya, sebaiknya jangan digunakan pada kulit yang terluka atau segera setelah mencukur bulu ketiak. Hentikan pemakaian apabila kulit terasa perih atau mengalami kemerahan.

4. Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Apa yang dikonsumsi juga dapat berpengaruh terhadap aroma tubuh pada sebagian orang. Beberapa makanan dengan aroma kuat, makanan pedas, atau jenis makanan tertentu dapat membuat keringat terasa lebih menyengat.

Karena respons setiap orang berbeda, perhatikan apakah ada makanan tertentu yang membuat bau badan menjadi lebih kuat. Jika menemukan pemicunya, mengurangi konsumsinya dapat menjadi salah satu langkah yang bisa dicoba.

Tetap pastikan pola makan sehari-hari memenuhi kebutuhan nutrisi dan tidak menghilangkan kelompok makanan penting hanya karena khawatir terhadap bau badan.

5. Gunakan baking soda secara bijak

Baking soda dikenal memiliki kemampuan menyerap dan menetralkan sejumlah senyawa penyebab bau. Karena alasan tersebut, bahan ini terkadang digunakan sebagai alternatif perawatan rumahan untuk area tubuh yang mudah berkeringat.

Namun, baking soda dapat menimbulkan iritasi pada kulit tertentu, terutama jika digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi. Sebaiknya jangan langsung menggunakannya pada area kulit yang terluka atau mengalami iritasi.

Jika kulit terasa panas, gatal, perih, atau muncul kemerahan setelah penggunaan, segera bersihkan dan hentikan pemakaian.

Selain berbagai cara tersebut, menjaga kebersihan tubuh tetap menjadi langkah utama untuk membantu mengontrol bau badan. Mandi secara teratur, membersihkan area yang mudah berkeringat, mengganti pakaian, serta menggunakan produk perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit dapat membantu menjaga tubuh tetap segar.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho