JawaPos.com - Kesibukan sering membuat seseorang merasa tidak punya waktu untuk beristirahat.
Pagi dimulai dengan pekerjaan, siang dipenuhi berbagai tugas, sore masih ada urusan yang harus diselesaikan, sementara malam justru digunakan untuk mengejar pekerjaan yang belum selesai.
Masalahnya, tubuh dan pikiran tetap membutuhkan jeda meskipun daftar aktivitas belum benar-benar habis.
Bersantai bukan berarti malas atau membuang waktu. Justru, memberikan ruang untuk diri sendiri dapat membantu seseorang menjaga energi dan kembali menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih baik.
Menariknya, relaksasi tidak selalu membutuhkan liburan panjang atau biaya besar.
Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan di sela rutinitas sehari-hari, bahkan ketika jadwal terasa sangat padat.
Dirangkum dari laman YourTango, ternyata kebiasaan sederhana untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan menjaga kualitas hidup di tengah rutinitas.
YourTango menekankan bahwa perawatan diri tidak harus mahal atau rumit, tetapi dapat dimulai dari aktivitas sederhana seperti bergerak, menikmati alam, membatasi layar, mengelola pikiran, dan menyediakan waktu bersama orang yang disayangi.
Berikut 10 cara sederhana yang bisa dicoba.
1. Luangkan Waktu untuk Bergerak, Meski Hanya SebentarKetika aktivitas sedang padat, olahraga sering menjadi hal pertama yang dikorbankan.
Alasannya sederhana: tidak ada waktu untuk pergi ke pusat kebugaran atau melakukan latihan selama satu jam.
Padahal, bergerak tidak selalu harus berarti olahraga berat.
Berjalan kaki beberapa menit, melakukan peregangan di sela pekerjaan, menaiki tangga, melakukan yoga ringan, atau sekadar berdiri dan menggerakkan tubuh setelah terlalu lama duduk dapat menjadi cara sederhana untuk memberikan jeda.
YourTango menekankan pentingnya memperlakukan tubuh dengan baik melalui aktivitas fisik yang menyenangkan, bukan semata-mata demi mengubah penampilan.
Bergerak dapat menjadi bagian dari perawatan diri yang membantu seseorang merasa lebih terhubung dengan tubuhnya.
Yang terpenting adalah tidak menjadikan aktivitas fisik sebagai hukuman.
Pilih gerakan yang terasa menyenangkan dan realistis dilakukan di tengah jadwal. Bahkan berjalan kaki selama 10–15 menit setelah menyelesaikan pekerjaan bisa menjadi transisi yang membantu memisahkan waktu kerja dari waktu pribadi.
Dengan begitu, tubuh tidak terus berada dalam posisi “harus produktif”. Terkadang, jeda singkat justru membuat sisa hari terasa lebih ringan.
2. Dekatkan Diri dengan AlamKesibukan sehari-hari sering membuat seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan.
Dari bangun tidur hingga malam, mata mungkin berpindah dari layar ponsel ke komputer, lalu kembali ke televisi.
Karena itu, meluangkan waktu untuk melihat sesuatu yang lebih alami dapat menjadi perubahan kecil yang menyegarkan.
Tidak harus pergi ke tempat wisata atau mendaki gunung. Duduk di halaman, berjalan di taman, menikmati udara pagi, merawat tanaman, atau sekadar menghabiskan beberapa menit di luar rumah sudah dapat menjadi pilihan.
YourTango memasukkan waktu bersama alam dan hewan sebagai bagian dari aktivitas yang dapat membantu seseorang merasa lebih santai dan terhubung dengan lingkungan di sekitarnya.
Jika tidak memiliki taman atau ruang terbuka yang luas, beberapa tanaman di rumah juga bisa menjadi alternatif.
Merawat tanaman membuat seseorang memiliki alasan untuk berhenti sejenak dari layar. Ada sesuatu yang bisa diamati, disiram, dibersihkan, dan dirawat secara perlahan.
Kebiasaan kecil seperti ini mungkin terlihat sepele. Namun, ketika kehidupan dipenuhi notifikasi dan tenggat waktu, beberapa menit tanpa tuntutan pekerjaan dapat terasa sangat berharga.
3. Kurangi Waktu Menatap LayarSalah satu penyebab seseorang merasa terus sibuk adalah karena aktivitas tidak benar-benar berhenti ketika pekerjaan selesai.
Laptop ditutup, tetapi ponsel tetap menyala. Notifikasi masuk, media sosial dibuka, pesan dibalas, lalu seseorang kembali melihat berita atau berbagai informasi lain.
Akhirnya, tubuh memang sudah berada di rumah, tetapi pikiran tetap menerima rangsangan tanpa henti.
YourTango menyarankan adanya waktu tanpa layar sebagai salah satu bentuk perawatan diri. Mengurangi paparan perangkat digital dapat memberikan kesempatan untuk melepaskan diri dari berbagai rangsangan yang terus masuk sepanjang hari.
Tidak harus langsung menerapkan detoks digital selama berhari-hari.
Mulailah dari 15–30 menit sebelum tidur. Letakkan ponsel sedikit lebih jauh dan gunakan waktu tersebut untuk mandi, membaca buku, berbicara dengan keluarga, atau sekadar duduk tanpa membuka aplikasi apa pun.
Kebiasaan ini juga dapat membantu seseorang menyadari betapa seringnya tangannya secara otomatis mengambil ponsel.
Ketika waktu tanpa layar mulai terasa nyaman, durasinya dapat ditambah secara perlahan.
Tujuannya bukan membenci teknologi, melainkan memastikan teknologi tetap menjadi alat, bukan sesuatu yang mengendalikan seluruh waktu istirahat.
4. Jangan Terlalu Lama Berada di Lingkungan yang NegatifKesibukan bukan satu-satunya sumber kelelahan. Lingkungan sosial juga dapat menguras energi.
Percakapan yang selalu dipenuhi keluhan, kritik, gosip, konflik, atau komentar negatif dapat membuat seseorang sulit merasa benar-benar santai meskipun secara fisik sedang tidak bekerja.
YourTango menyarankan untuk memperhatikan orang-orang di sekitar dan melihat apakah hubungan tersebut membantu atau justru memperburuk cara seseorang memandang dirinya dan kehidupannya.
Bukan berarti semua hubungan harus diakhiri ketika seseorang sedang menghadapi masalah.
Namun, ada perbedaan antara menjadi teman yang mendukung dan terus-menerus menjadi tempat pelampiasan emosi tanpa batas. Seseorang dapat mulai menetapkan batasan sederhana.
Misalnya, tidak selalu menjawab percakapan yang menguras energi ketika sedang membutuhkan waktu istirahat. Atau mengalihkan pembicaraan ketika obrolan mulai berubah menjadi serangkaian keluhan yang tidak berujung.
Sebaliknya, luangkan lebih banyak waktu bersama orang yang membuat suasana terasa ringan.
Tertawa bersama, makan malam sederhana, berbicara tentang hal-hal menyenangkan, atau sekadar duduk bersama dapat menjadi bentuk relaksasi sosial yang sangat berarti.
5. Luangkan Waktu untuk Orang yang DisayangiDi tengah kesibukan, hubungan sosial sering menjadi korban pertama.
Seseorang berpikir akan menghubungi teman nanti setelah pekerjaan selesai. Namun, pekerjaan tidak pernah benar-benar selesai. Akhirnya, hubungan yang sebenarnya penting justru semakin jarang mendapatkan perhatian.
Padahal, waktu bersama orang yang disayangi tidak selalu membutuhkan agenda besar.
Makan malam bersama keluarga, minum kopi dengan teman, berjalan santai bersama pasangan, atau menelepon seseorang yang sudah lama tidak diajak berbicara bisa menjadi bentuk sederhana untuk kembali terhubung.
YourTango menekankan bahwa menghabiskan waktu dengan orang yang disayangi, terutama dalam aktivitas yang menyenangkan dan penuh tawa, dapat menjadi bagian dari perawatan diri dan membantu seseorang merasa lebih terhubung.
Hal ini penting karena relaksasi tidak selalu berarti sendirian. Bagi sebagian orang, justru percakapan hangat dengan orang yang dipercaya dapat membuat beban terasa lebih ringan.
Tidak perlu menunggu sampai memiliki banyak waktu luang. Bahkan 20 menit tanpa gangguan untuk benar-benar hadir dalam percakapan dapat jauh lebih berarti daripada berjam-jam bersama tetapi masing-masing sibuk melihat layar.
6. Berhenti Sejenak dari Pikiran yang Terlalu SibukAda kalanya tubuh sudah berhenti bekerja, tetapi pikiran masih terus berlari.
Seseorang mungkin duduk di sofa setelah pulang kerja, tetapi pikirannya masih memikirkan email yang belum dibalas, pekerjaan esok hari, percakapan yang terjadi siang tadi, atau masalah yang belum menemukan solusi.
Dalam kondisi seperti ini, bersantai secara fisik saja mungkin belum cukup.
YourTango menyarankan agar seseorang belajar mengarahkan pikirannya ketika mulai terjebak dalam kekhawatiran atau pola berpikir yang tidak produktif. Berjalan di alam, meditasi, dan latihan mindfulness menjadi beberapa pendekatan yang disebut dalam artikel tersebut.
Salah satu cara paling sederhana adalah memberikan nama pada apa yang sedang terjadi.
“Sekarang saya sedang memikirkan pekerjaan.” Setelah menyadarinya, seseorang tidak harus memaksa pikiran tersebut hilang. Cukup kembali mengarahkan perhatian pada aktivitas yang sedang dilakukan.
Misalnya, ketika sedang makan, fokus pada rasa makanan. Ketika berjalan, perhatikan langkah dan lingkungan sekitar.
Latihan sederhana seperti ini membantu seseorang tidak terus hidup di masa depan atau masa lalu.
7. Berikan Izin kepada Diri Sendiri untuk Tidak ProduktifBanyak orang merasa bersalah ketika tidak melakukan sesuatu.
Saat memiliki waktu luang, muncul dorongan untuk membersihkan rumah, menyelesaikan pekerjaan, membuka email, belajar, atau melakukan aktivitas lain yang dianggap lebih “berguna”.
Padahal, manusia tidak harus produktif setiap menit. Waktu kosong juga memiliki fungsi.
Duduk sambil minum teh, mendengarkan musik, membaca novel, tidur siang, atau menikmati suasana rumah tidak otomatis berarti membuang waktu.
Justru, salah satu gagasan penting dari pembahasan self-care YourTango adalah bahwa merawat diri merupakan investasi terhadap sumber daya pribadi. Seseorang perlu menyediakan ruang untuk dirinya sendiri agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Karena itu, sesekali cobalah menghilangkan target dari waktu istirahat. Tidak perlu menghasilkan apa pun. Tidak perlu mempostingnya. Tidak perlu menjadikannya konten. Tidak perlu membuktikan bahwa waktu tersebut memiliki manfaat.
Cukup nikmati. Bagi seseorang yang terbiasa hidup dalam ritme sangat cepat, belajar tidak melakukan apa-apa untuk beberapa saat justru dapat menjadi keterampilan baru yang sangat berharga.
8. Lakukan Aktivitas yang Membuat Tubuh dan Pikiran Terasa SenangRelaksasi tidak selalu berarti berbaring. Ada orang yang justru merasa lebih santai setelah melakukan aktivitas kreatif atau menyenangkan. Memasak, menggambar, berkebun, bermain musik, merapikan koleksi, membaca, atau melakukan hobi sederhana dapat memberikan rasa puas.
YourTango juga menempatkan aktivitas yang menyenangkan sebagai bagian dari self-care karena perawatan diri tidak harus selalu terlihat seperti rutinitas kesehatan yang formal.
Kuncinya adalah memilih kegiatan yang benar-benar disukai. Jangan memilih hobi hanya karena sedang populer atau dianggap produktif.
Jika membaca membuat tenang, membaca. Jika memasak membuat bahagia, memasak. Jika berjalan sore membuat pikiran lebih ringan, berjalan.
Hobi dapat menjadi ruang di mana seseorang tidak harus memikirkan target pekerjaan atau tuntutan sosial.
Ada kepuasan tersendiri ketika melakukan sesuatu hanya karena menyukainya.
Dalam kehidupan yang terlalu dipenuhi kewajiban, aktivitas tanpa tuntutan hasil dapat menjadi pengingat bahwa hidup tidak hanya terdiri dari pekerjaan dan tanggung jawab.
9. Atur Ekspektasi agar Tidak Terlalu Membebani DiriSalah satu alasan seseorang sulit bersantai adalah karena menetapkan terlalu banyak target untuk dirinya sendiri.
Hari terasa gagal jika semua daftar pekerjaan tidak selesai. Akhir pekan terasa sia-sia jika tidak digunakan untuk membereskan rumah. Waktu liburan pun dapat berubah menjadi jadwal yang padat karena ingin mengunjungi sebanyak mungkin tempat.
Padahal, tidak semua hal harus dilakukan sekaligus. YourTango menekankan pentingnya merawat diri sebagai bentuk investasi terhadap sumber daya pribadi. Gagasan tersebut dapat diterapkan dengan memahami bahwa energi manusia juga memiliki batas.
Cobalah membuat daftar prioritas. Tanyakan, “Apa yang benar-benar harus selesai hari ini?”
Setelah itu, bedakan antara pekerjaan penting dan pekerjaan yang sebenarnya masih dapat ditunda.
Cara ini bukan berarti menjadi malas. Justru, menentukan prioritas dapat membuat seseorang lebih realistis terhadap kapasitasnya.
Ketika ekspektasi lebih masuk akal, waktu istirahat tidak lagi terasa seperti pencurian waktu dari pekerjaan.
Istirahat menjadi bagian dari jadwal, bukan hadiah yang baru boleh dinikmati setelah semuanya sempurna.
10. Jadikan Relaksasi sebagai Kebiasaan, Bukan HadiahKesalahan yang sering terjadi adalah menganggap istirahat hanya boleh dilakukan setelah semua pekerjaan selesai.
Masalahnya, daftar pekerjaan hampir tidak pernah benar-benar habis.
Selalu ada email baru, pekerjaan rumah, pesan yang belum dibalas, atau target berikutnya.
Karena itu, relaksasi sebaiknya diperlakukan sebagai bagian dari rutinitas, bukan hadiah setelah menyelesaikan seluruh kewajiban.
YourTango menekankan bahwa self-care perlu menjadi investasi terhadap diri sendiri, terutama ketika seseorang sedang mengejar berbagai tujuan dan menggunakan banyak sumber daya fisik maupun mental.
Mulailah dengan jadwal yang sangat sederhana. Misalnya, 15 menit membaca sebelum tidur. Sepuluh menit berjalan kaki pada sore hari.
Lima menit melakukan pernapasan setelah menyelesaikan pekerjaan. Atau satu malam dalam seminggu tanpa pekerjaan setelah jam tertentu.
Kebiasaan kecil yang konsisten sering kali lebih realistis daripada membuat rencana relaksasi besar yang hanya dilakukan sekali.
Tujuannya bukan menghilangkan seluruh kesibukan. Tujuannya adalah memastikan bahwa di tengah kehidupan yang penuh aktivitas, masih ada ruang untuk berhenti dan mengingat bahwa diri sendiri juga perlu dirawat.
Tetap Sibuk Boleh, tetapi Jangan Lupa BerhentiKehidupan yang padat memang tidak selalu bisa dihindari. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, keluarga yang perlu diperhatikan, tanggung jawab yang tidak bisa ditunda, dan berbagai tujuan yang ingin dicapai.
Namun, kesibukan tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan seluruh waktu untuk dirinya sendiri.
Sepuluh cara sederhana di atas menunjukkan bahwa relaksasi tidak selalu membutuhkan waktu berjam-jam atau biaya besar. Bergerak, menikmati alam, mengurangi layar, menjaga lingkungan sosial, bertemu orang yang disayangi, mengelola pikiran, menikmati hobi, dan memberikan ruang untuk tidak produktif dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Yang terpenting, jangan menunggu sampai tubuh dan pikiran benar-benar kehabisan tenaga untuk mulai beristirahat.
Istirahat bukan tanda bahwa seseorang tidak kuat. Justru, kemampuan berhenti sejenak dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga diri agar tetap mampu menjalani kehidupan yang sibuk dengan lebih seimbang.