JawaPos.com - Gigi yang terlihat lebih gelap atau kekuningan merupakan hal yang cukup umum. Perubahan warna dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan mulut, konsumsi makanan dan minuman tertentu, kebiasaan merokok, pertambahan usia, faktor genetik, hingga kondisi kesehatan gigi.
Kopi, teh, minuman bersoda berwarna gelap, serta makanan tertentu juga dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi. Karena itu, selain rutin membersihkan gigi, menjaga pola konsumsi sehari-hari menjadi bagian penting untuk mempertahankan senyum tetap cerah.
Beberapa bahan alami kerap digunakan sebagai perawatan rumahan untuk membantu menjaga kebersihan dan mengurangi tampilan noda pada gigi. Dilansir dari English Jagran, berikut sejumlah bahan yang sering disebut dalam perawatan alami gigi.
Baca Juga: 5 Shio Paling Berpotensi Sukses, Dikenal Gigih dan Tak Mudah Menyerah
1. Kunyit
Kunyit dikenal memiliki kandungan yang bersifat antioksidan dan antiradang. Bahan ini secara tradisional juga digunakan dalam berbagai perawatan kesehatan mulut.
Namun, penggunaan bubuk kunyit secara langsung pada gigi bukanlah metode pemutihan yang terbukti aman dan efektif. Untuk menjaga gigi tetap sehat, cara yang lebih penting adalah menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride secara rutin.
2. Kulit Jeruk
Kulit jeruk mengandung sejumlah senyawa alami dan sering dimanfaatkan dalam berbagai perawatan tradisional. Bagian kulitnya juga mengandung d-limonene.
Meski demikian, menggosokkan kulit jeruk secara rutin pada gigi perlu dihindari karena kandungan asam pada buah citrus berpotensi memengaruhi enamel. Jika ingin mengonsumsi jeruk, lebih baik menikmatinya sebagai bagian dari pola makan seimbang dan tetap menjaga kebersihan gigi.
3. Baking Soda
Baking soda memiliki sifat abrasif ringan dan dapat ditemukan dalam sejumlah produk pasta gigi. Bahan ini dapat membantu membersihkan sebagian noda permukaan.
Penggunaan baking soda murni sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan atau dengan tekanan kuat karena dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko kerusakan permukaan gigi. Pilihan yang lebih aman adalah menggunakan pasta gigi yang memang diformulasikan dengan baking soda dan telah dirancang untuk penggunaan sehari-hari.
4. Cuka Sari Apel
Cuka sari apel kerap disebut sebagai bahan alami untuk membantu menghilangkan noda. Namun, sifatnya yang asam justru menjadi alasan untuk berhati-hati.
Penggunaan cuka secara langsung atau terlalu sering pada gigi dapat meningkatkan risiko erosi enamel. Karena itu, bahan ini sebaiknya tidak digunakan sebagai metode utama untuk memutihkan gigi.
5. Oil Pulling dengan Minyak Kelapa
Oil pulling merupakan praktik berkumur menggunakan minyak nabati selama beberapa menit. Minyak kelapa menjadi salah satu bahan yang sering digunakan dalam metode tersebut.
Cara ini mungkin membantu mengurangi sebagian bakteri di rongga mulut, tetapi belum dapat menggantikan manfaat menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride. Oil pulling juga belum terbukti sebagai metode pemutihan gigi yang efektif.
6. Lidah Buaya
Lidah buaya dikenal memiliki berbagai senyawa yang digunakan dalam produk perawatan kulit dan kesehatan. Gel lidah buaya juga terkadang digunakan dalam perawatan mulut.
Namun, mengoleskan gel lidah buaya langsung pada gigi bukan metode pemutihan yang memiliki bukti kuat. Pastikan pula tidak menggunakan produk yang mengandung bahan tambahan yang tidak ditujukan untuk penggunaan di dalam mulut.
7. Lemon dan Garam
Campuran lemon dan garam sering dianggap sebagai cara sederhana untuk mencerahkan gigi. Lemon mengandung asam sitrat, sedangkan garam memiliki tekstur abrasif.
Kombinasi keduanya justru perlu dihindari untuk perawatan gigi karena asam dapat mengikis enamel, sementara bahan abrasif dapat memperparah keausan jika digunakan terlalu sering atau terlalu kuat.
Untuk membantu menjaga gigi tetap cerah, langkah yang lebih aman adalah menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi, membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mudah menyebabkan noda, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.