JawaPos.com – Cuaca yang panas sering membuat tubuh memproduksi lebih banyak keringat. Kondisi tersebut dapat membuat bau badan menjadi lebih mudah muncul, terutama ketika seseorang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Bau badan pada dasarnya merupakan hal yang umum. Keringat sendiri tidak selalu memiliki aroma kuat, tetapi interaksi antara keringat dengan bakteri yang terdapat di permukaan kulit dapat menghasilkan bau yang kurang sedap.
Mandi secara teratur, menggunakan pakaian bersih, serta menjaga kebersihan tubuh tetap menjadi langkah utama untuk mengendalikan masalah tersebut. Deodoran dan antiperspiran juga dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Selain menjaga kebersihan, pola makan dan kecukupan cairan juga penting untuk menjaga kondisi tubuh. Sejumlah makanan yang kaya air dan nutrisi dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, meski tidak bisa dianggap sebagai obat untuk menghilangkan bau badan.
Baca Juga: Keracunan Makanan Bisa Picu Gangguan Otak, Ini Penjelasan Dokter
Dilansir dari English Jagran, berikut sejumlah makanan yang disebut dapat membantu menjaga kesegaran tubuh sekaligus mendukung upaya mengurangi bau badan ketika cuaca sedang panas.
1. Buah Citrus
Jeruk, lemon, dan berbagai buah citrus lainnya dikenal mempunyai rasa segar serta kandungan vitamin C yang cukup tinggi.
Buah-buahan tersebut dapat menjadi pilihan ketika cuaca panas karena sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan, terutama jika dikonsumsi sebagai buah utuh.
Menambahkan jeruk atau buah citrus lainnya ke dalam menu harian dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, jika memilih jus, sebaiknya batasi tambahan gula agar manfaat nutrisinya tetap optimal.
2. Sayuran Hijau
Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung juga dapat menjadi pilihan untuk melengkapi makanan sehari-hari.
Kandungan air, vitamin, mineral, serat, serta berbagai senyawa tumbuhan di dalamnya mendukung pola makan yang sehat.
Sumber yang dilansir mengaitkan kandungan klorofil pada sayuran hijau dengan kemampuan membantu menetralisasi aroma tidak sedap. Meski begitu, bukti bahwa klorofil dari makanan secara langsung dapat menghilangkan bau badan masih terbatas.
Tetap saja, memperbanyak konsumsi sayuran merupakan kebiasaan baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
3. Mint dan Peterseli
Daun mint dan peterseli sering digunakan sebagai pelengkap makanan maupun minuman karena memberikan sensasi segar.
Keduanya dapat ditambahkan ke salad, minuman, atau makanan lainnya. Mint juga cukup populer digunakan untuk memberikan rasa dan aroma segar pada berbagai hidangan.
Dalam sumber yang dilansir, kedua tanaman aromatik tersebut disebut dapat membantu mengatasi masalah bau. Namun, efeknya tidak dapat disamakan dengan penggunaan produk antiperspiran atau perawatan medis.
Menjadikannya bagian dari pola makan tetap bisa menjadi pilihan untuk menambah variasi makanan.
4. Buah dan Sayuran dengan Kandungan Air Tinggi
Ketika suhu meningkat, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi semakin penting. Selain minum air putih, kebutuhan cairan juga dapat dibantu melalui konsumsi makanan dengan kandungan air tinggi.
Mentimun dan semangka merupakan dua contoh makanan yang memiliki kadar air tinggi. Keduanya cocok dikonsumsi dalam keadaan segar, terutama ketika tubuh membutuhkan makanan yang ringan.
Kecukupan cairan membantu menjaga fungsi tubuh dan mencegah dehidrasi. Meski demikian, tidak tepat jika menganggap makanan tersebut secara langsung “membuang racun penyebab bau badan”.
5. Teh Herbal
Teh herbal seperti chamomile dan peppermint dapat menjadi alternatif minuman, terutama bagi orang yang ingin menikmati minuman hangat tanpa tambahan gula berlebihan.
Sementara itu, teh hijau mengandung senyawa antioksidan dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Sumber yang dilansir juga menyebut teh dengan aroma seperti melati atau peppermint dapat memberikan sensasi lebih segar. Namun, konsumsi teh tidak dapat dijadikan satu-satunya cara untuk mengatasi bau badan.
Jika bau badan terasa sangat kuat, muncul tiba-tiba, atau tetap terjadi meski kebersihan tubuh sudah dijaga, sebaiknya perhatikan faktor lain dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga medis.