JawaPos.com - Ingin membuat perubahan besar dalam hidup tetapi selalu merasa stuck?
Coba 9 kebiasaan sederhana dan tak biasa ini yang dapat membantu memecah rutinitas dan mendorongmu mulai bergerak.
Ada kalanya hidup terasa berjalan di tempat. Rutinitas terus berulang, keinginan untuk berubah sebenarnya sudah muncul, tetapi entah mengapa langkah pertama selalu terasa begitu sulit.
Ketika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, seseorang mungkin mulai mencari cara yang berbeda untuk keluar dari pola lama.
Menariknya, perubahan besar tidak selalu harus dimulai dengan keputusan ekstrem seperti resign, pindah kota, atau meninggalkan semua yang sudah dibangun.
Dirangkum dari laman YourTango, artikel ini membahas sejumlah aktivitas tidak biasa yang dapat digunakan sebagai pemicu untuk mengubah cara berpikir dan keluar dari rutinitas yang membuat seseorang merasa mandek.
Namun perlu dipahami, istilah “memaksa perubahan” dalam artikel ini bukan berarti melakukan sesuatu secara berbahaya atau mengambil keputusan impulsif.
Maksudnya adalah sengaja menciptakan gangguan kecil terhadap pola lama agar pikiran mendapatkan ruang untuk melihat kehidupan dari sudut pandang berbeda.
Berikut sembilan kebiasaan absurd yang mungkin terdengar sepele, tetapi menarik untuk dicoba ketika kamu sedang ingin membuat perubahan besar dalam hidup.
1. Coret-coret kertas selama 10 menit
Mencoret-coret kertas mungkin terdengar seperti kegiatan anak-anak. Namun, justru aktivitas sederhana ini dapat menjadi cara yang menarik untuk memberi pikiran kesempatan berkelana tanpa harus menghasilkan sesuatu yang sempurna.
YourTango menyebut doodling atau mencoret-coret selama sekitar 10 menit sebagai salah satu aktivitas tidak biasa yang dapat membantu memproses pikiran dan memicu ide kreatif.
Kamu tidak perlu pandai menggambar. Ambil selembar kertas, kemudian biarkan tangan bergerak sesuka hati. Buat garis, lingkaran, bentuk aneh, tulisan acak, atau bahkan gambar yang sama sekali tidak memiliki arti.
Yang menarik, ketika tidak terlalu sibuk memikirkan hasil, pikiran justru bisa menjadi lebih bebas.
Jika sedang mengalami kebuntuan mengenai pekerjaan, hubungan, atau keputusan hidup, cobalah menuliskan atau menggambar apa pun yang muncul di kepala. Jangan mengedit dan jangan menilai.
Setelah 10 menit, lihat kembali hasilnya. Bisa jadi kamu menemukan satu kata, gagasan, atau masalah yang selama ini sebenarnya ingin kamu perhatikan.
Perubahan besar terkadang dimulai bukan dari jawaban yang sempurna, melainkan dari keberanian untuk memberi ruang pada pikiran sendiri.
2. Kerjakan tugas paling sulit di pagi hari
Salah satu cara paling efektif untuk mengubah momentum hari adalah berhenti terus-menerus menunda sesuatu yang paling tidak ingin dilakukan.
YourTango menyarankan untuk mengidentifikasi tugas yang paling berat atau paling lama ditunda, kemudian mengerjakannya lebih awal. Jika tugas tersebut terlalu besar, pecah menjadi beberapa langkah kecil agar lebih mudah dimulai.
Kebiasaan ini memang terdengar tidak menyenangkan. Namun, ada alasan mengapa menyelesaikan sesuatu yang sulit di awal hari dapat terasa melegakan.
Ketika satu pekerjaan yang selama ini menghantui akhirnya selesai, kamu tidak lagi membawa beban mental tersebut sepanjang hari.
Lebih dari itu, keberhasilan menyelesaikan satu tantangan dapat menciptakan rasa percaya diri untuk menghadapi pekerjaan berikutnya.
Tidak harus langsung menyelesaikan proyek besar. Jika pekerjaanmu adalah menulis laporan, misalnya, cukup mulai dengan membuka dokumen dan membuat kerangka.
Prinsipnya sederhana: jangan menunggu motivasi datang untuk mulai bergerak. Mulailah bergerak agar momentum dan motivasi memiliki kesempatan untuk muncul.
3. Berhenti sejenak untuk bermain dengan hewan
Memelihara atau sekadar berinteraksi dengan hewan mungkin tidak ada hubungannya dengan ambisi karier, keuangan, atau target hidup. Namun, justru di situlah letak keunikannya.
YourTango menyarankan aktivitas sederhana seperti membelai kucing, bermain dengan anjing, atau bahkan memperhatikan hewan di sekitar sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari pikiran yang terlalu sibuk.
Ketika terlalu lama berada di dalam kepala sendiri, seseorang bisa terjebak memikirkan masalah yang sama berulang kali.
Interaksi dengan makhluk hidup lain dapat menjadi jeda dari pola tersebut. Kamu tidak perlu memikirkan masa depan ketika sedang membelai kucing atau memperhatikan tingkah lucu seekor anjing.
Aktivitas ini juga mengingatkan bahwa kehidupan tidak hanya terdiri dari target dan produktivitas.
Terkadang, perubahan perspektif justru muncul ketika kita berhenti mengejar jawaban selama beberapa menit.
Jika memiliki hewan peliharaan, manfaatkan waktu tersebut untuk benar-benar hadir. Jika tidak, kamu bisa menghabiskan waktu di taman dan memperhatikan lingkungan sekitar.
Sederhana, bahkan terdengar absurd, tetapi mungkin justru itulah jeda yang sedang dibutuhkan pikiranmu.
4. Buat daftar tentang semua hal yang tidak kamu sukai
Kita sering mendengar nasihat untuk membuat daftar rasa syukur. Kali ini, cobalah melakukan sesuatu yang justru berlawanan: buat daftar hal-hal yang membuatmu tidak puas dengan kehidupan saat ini.
Dalam artikel YourTango, daftar tersebut disebut sebagai non-gratitude list. Tujuannya bukan untuk membuat diri semakin negatif, melainkan mengidentifikasi masalah yang terus mengganggu sehingga dapat dicari solusinya.
Tuliskan semuanya tanpa sensor. Apakah kamu tidak menyukai pekerjaan? Merasa terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial? Tidak nyaman dengan lingkungan pertemanan? Tidak puas dengan kondisi keuangan? Atau mungkin sudah terlalu lama mengabaikan kesehatan?
Setelah semua ditulis, buat kolom kedua yang berisi kemungkinan solusi. Misalnya, “Saya tidak suka pekerjaan saya” dapat diterjemahkan menjadi beberapa tindakan yang lebih konkret: memperbarui CV, mempelajari keterampilan baru, mencari peluang kerja, atau berbicara dengan seseorang yang memahami bidang tersebut.
Dengan cara ini, rasa frustrasi tidak berhenti sebagai keluhan. Ia diubah menjadi informasi. Kadang-kadang kita tidak membutuhkan motivasi tambahan. Kita hanya perlu keberanian untuk mengakui dengan jujur bagian mana dari kehidupan yang memang sudah tidak ingin kita pertahankan.
5. Cobalah bersenandung atau bernyanyi
Bersenandung mungkin terlihat seperti aktivitas yang sama sekali tidak berkaitan dengan perubahan hidup. Namun, YourTango memasukkannya sebagai salah satu aktivitas sederhana yang dapat membantu seseorang keluar sejenak dari pola berpikir yang terlalu serius.
Kamu tidak harus memiliki suara bagus. Bernyanyi sendirian ketika mandi, bersenandung sambil bekerja, atau menyanyikan lagu favorit di dalam mobil sudah cukup.
Aktivitas vokal seperti bernyanyi dan bersenandung juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengubah suasana hati dan mengalihkan perhatian dari tekanan yang sedang dirasakan.
Yang terpenting bukan kualitas suara, melainkan keberanian untuk melakukan sesuatu yang terasa ringan dan menyenangkan.
Orang dewasa sering kali terlalu sibuk mengejar kesempurnaan. Bahkan ketika melakukan sesuatu untuk bersenang-senang pun masih memikirkan apakah dirinya terlihat aneh.
Sesekali, lakukan sesuatu tanpa memikirkan penilaian orang lain. Bernyanyilah meskipun fals. Tertawalah jika salah lirik.
Tindakan kecil seperti itu dapat menjadi pengingat bahwa hidup tidak harus selalu serius agar memiliki arti.
6. Bersikap lebih tegas kepada diri sendiri
Perbaikan diri tidak selalu membutuhkan kelembutan tanpa batas. Ada saat ketika seseorang perlu berhenti memberikan terlalu banyak alasan kepada dirinya sendiri.
YourTango membahas pentingnya bersikap tegas kepada diri sendiri dalam konteks membangun disiplin dan kemampuan mengendalikan tindakan.
Misalnya, kamu sudah tahu harus menyelesaikan pekerjaan tetapi terus membuka media sosial. Kamu tahu perlu berolahraga tetapi selalu menundanya. Kamu ingin belajar keterampilan baru, tetapi setiap malam memilih menonton video berjam-jam.
Dalam situasi seperti itu, mungkin yang dibutuhkan bukan motivasi baru, melainkan batasan yang jelas.
Buat aturan sederhana dan realistis. “Setelah makan malam, saya belajar selama 30 menit.”
“Atau, sebelum membuka media sosial, saya harus menyelesaikan satu pekerjaan penting.”
Disiplin bukan berarti membenci diri sendiri. Justru, disiplin dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Kamu tidak harus selalu mengikuti apa yang terasa nyaman saat ini jika tindakan tersebut justru menjauhkanmu dari kehidupan yang kamu inginkan.
7. Pergilah dalam petualangan kecil tanpa rencana rumit
Ketika hidup terasa monoton, kita sering berpikir bahwa perubahan membutuhkan perjalanan mahal atau keputusan besar.
Padahal, YourTango menyarankan sesuatu yang jauh lebih sederhana: lakukan petualangan kecil dengan rasa ingin tahu seperti seorang anak.
Pergilah berjalan kaki ke tempat yang belum pernah kamu datangi. Kunjungi taman baru. Cobalah kedai yang belum pernah dikunjungi. Naik kendaraan umum ke area yang berbeda lalu berjalan-jalan sebentar.
Tidak perlu merencanakan semuanya. Tujuan utamanya adalah keluar dari rutinitas dan memberikan otak pengalaman baru.
Saat seseorang selalu melakukan hal yang sama, lingkungan yang sama, dan menjalani jadwal yang sama, kehidupan dapat terasa seperti pengulangan.
Petualangan kecil memecah pola tersebut. Bahkan perjalanan 15 atau 30 menit dapat memberikan perspektif baru ketika dilakukan dengan rasa ingin tahu.
Kamu mungkin menemukan tempat menarik, bertemu orang baru, mendapatkan ide pekerjaan, atau sekadar menyadari bahwa dunia ternyata jauh lebih luas daripada rutinitas sehari-hari.
8. Baca lima halaman buku nonfiksi
Tidak punya waktu membaca satu buku penuh? Jangan jadikan itu alasan.
YourTango menyarankan membaca hanya lima halaman buku nonfiksi sebagai salah satu cara sederhana untuk menenangkan pikiran, memperluas wawasan, dan menumbuhkan antusiasme terhadap kehidupan.
Lima halaman mungkin terasa terlalu sedikit. Namun, justru karena targetnya kecil, kebiasaan ini lebih mudah dimulai.
Pilih buku tentang psikologi, sejarah, bisnis, keuangan, sains, biografi, atau bidang lain yang memang ingin kamu pelajari.
Baca lima halaman setiap hari. Jika ternyata ingin melanjutkan, baca lebih banyak. Jika tidak, lima halaman tetap sudah menjadi kemajuan.
Kebiasaan kecil seperti ini dapat mengubah hubungan seseorang dengan proses belajar. Kamu tidak lagi melihat membaca sebagai tugas besar yang membutuhkan waktu berjam-jam.
Sebaliknya, membaca menjadi bagian kecil dari kehidupan sehari-hari.
Dalam jangka panjang, pengetahuan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dapat memberikan perspektif baru ketika menghadapi masalah dan mengambil keputusan.
9. Izinkan diri sendiri untuk tidak melakukan apa-apa sesekali
Ini mungkin kebiasaan paling absurd sekaligus paling sulit dilakukan: bermalas-malasan dengan sengaja.
Dalam artikel YourTango, Alex Mathers menyebut bahwa terkadang tindakan terbaik ketika merasa stuck justru adalah berhenti melakukan apa pun untuk sementara waktu.
Bahkan berbaring dan menatap langit-langit selama sekitar 30 menit dapat menjadi ruang untuk membiarkan pikiran beristirahat dan memunculkan insight.
Tentu, ini bukan ajakan untuk menghindari tanggung jawab. Maksudnya adalah memberikan jeda yang disengaja tanpa merasa bersalah. Tidak setiap menit harus produktif.
Ada kalanya otak membutuhkan ruang kosong agar dapat memproses berbagai informasi yang selama ini menumpuk. Setelah berhenti mengejar produktivitas, seseorang mungkin justru mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya ingin dilakukan.
Cobalah duduk di tempat yang tenang tanpa ponsel selama beberapa menit. Jangan mencari hiburan. Jangan membuka media sosial. Jangan memaksakan diri untuk memikirkan solusi.
Biarkan pikiran beristirahat. Setelah itu, mungkin kamu akan kembali dengan perspektif yang sedikit berbeda.
Perubahan Besar Tidak Selalu Dimulai dengan Keputusan Besar
Keinginan untuk mengubah hidup sering kali membuat seseorang mencari langkah yang spektakuler. Padahal, menunjukkan pendekatan yang lebih sederhana seperti ubah cara melihat sesuatu, pecahkan rutinitas, dan berikan ruang bagi pikiran untuk menemukan perspektif baru, mampu memberikan perubahan secara efektif.
Jika saat ini hidup terasa stagnan, kamu tidak harus langsung membongkar semuanya. Cobalah mengubah satu hal kecil hari ini. Karena terkadang, perubahan besar justru dimulai dari tindakan yang awalnya terlihat paling tidak masuk akal.
***