Ya, tidak semua orang pergi bekerja hanya demi mendapatkan gaji setiap bulan.
Bagi sebagian orang, pekerjaan juga menjadi tempat untuk belajar, berkembang, membangun hubungan, menggunakan kreativitas, bahkan menemukan tujuan hidup.
Menariknya, seseorang yang benar-benar menikmati pekerjaannya tidak selalu mengatakan secara langsung, “Saya suka pekerjaan saya.”
Perasaan tersebut justru sering terlihat dari cara mereka membicarakan pekerjaan dalam percakapan sehari-hari.
Mereka mungkin bercerita tentang proyek yang sedang dikerjakan, membagikan sesuatu yang baru dipelajari, atau menceritakan rekan kerja yang membuat suasana kantor terasa menyenangkan.
Dirangkum dari laman YourTango, menjelaskan bahwa pilihan kata dalam percakapan dapat menjadi salah satu gambaran mengenai bagaimana seseorang memandang pekerjaannya.
Berikut enam frasa yang sering muncul dari orang-orang yang benar-benar menikmati pekerjaan mereka.
1. “Aku sebenarnya sudah tidak sabar untuk kembali mengerjakannya”
Pekerjaan yang disukai biasanya membuat seseorang memiliki rasa penasaran untuk kembali melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya. Karena itu, salah satu kalimat yang mungkin terdengar adalah, “Aku sebenarnya sudah tidak sabar untuk kembali mengerjakannya.”
Menurut YourTango, orang yang menikmati pekerjaannya dapat merasakan antusiasme untuk kembali pada proyek atau tugas tertentu. Bukan berarti mereka menyukai setiap bagian dari pekerjaan atau tidak pernah merasa lelah, tetapi ada sesuatu dalam pekerjaan tersebut yang membuat mereka tetap tertarik.
Perasaan ini cukup berbeda dengan seseorang yang setiap hari hanya menunggu jam pulang. Bagi orang yang menemukan kepuasan dalam pekerjaannya, ada aktivitas tertentu yang justru membuat mereka penasaran untuk melihat hasil akhirnya.
Misalnya, seorang penulis mungkin ingin segera menyelesaikan artikelnya karena tertarik dengan topik yang sedang dibahas. Seorang desainer mungkin penasaran melihat hasil akhir konsep yang sedang dibuat. Sementara seorang guru bisa merasa bersemangat untuk melanjutkan pembelajaran karena ingin melihat perkembangan muridnya.
Antusiasme tersebut tidak harus muncul setiap hari. Pekerjaan tetap dapat memiliki tekanan, tenggat waktu, dan hari yang melelahkan.
Namun, di balik semua itu masih ada rasa bahwa pekerjaan yang dilakukan layak untuk kembali dikerjakan.
2. “Tadi aku cerita tentang ini ke rekan kerjaku...”
Ketika seseorang menikmati lingkungan kerjanya, rekan kerja sering kali menjadi bagian dari cerita sehari-hari.
YourTango mencatat bahwa orang yang benar-benar menikmati pekerjaannya tidak hanya berbicara mengenai tugas atau target. Mereka juga terkadang bercerita tentang percakapan lucu, ide menarik, atau pengalaman yang dialami bersama rekan kerja.
Ini menunjukkan bahwa bagi mereka, pekerjaan bukan sekadar tempat untuk menyelesaikan kewajiban selama delapan jam. Ada unsur sosial yang membuat aktivitas bekerja terasa lebih manusiawi.
Memiliki rekan kerja yang menyenangkan tentu tidak berarti seseorang harus berteman dekat dengan semua orang di kantor. Bahkan, lingkungan profesional tetap membutuhkan batasan yang sehat.
Namun, ketika ada beberapa orang yang dihormati, dipercaya, atau menyenangkan untuk diajak berdiskusi, suasana kerja dapat terasa jauh lebih positif.
Hal sederhana seperti makan siang bersama, bercanda ketika pekerjaan selesai, atau berdiskusi mengenai sebuah proyek bisa membuat seseorang merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut.
Karena manusia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja, hubungan sosial yang positif di tempat kerja dapat menjadi salah satu faktor yang membuat pekerjaan terasa lebih menyenangkan.
3. “Hari ini aku belajar sesuatu yang keren”
Salah satu tanda seseorang masih memiliki rasa ingin tahu terhadap pekerjaannya adalah ketika mereka pulang dengan membawa sesuatu yang baru untuk diceritakan.
Kalimat seperti “Hari ini aku belajar sesuatu yang keren” mungkin terdengar sederhana. Namun, menurut YourTango, orang yang tertarik pada pekerjaannya dapat menemukan kepuasan dari proses belajar dan memecahkan masalah yang muncul dalam pekerjaan. Hal yang dipelajari pun tidak harus sesuatu yang besar.
Seorang pegawai administrasi mungkin menemukan cara membuat spreadsheet menjadi lebih efisien. Seorang tenaga pemasaran mungkin memahami cara baru berkomunikasi dengan pelanggan. Seorang programmer mungkin menemukan solusi untuk masalah teknis yang selama beberapa hari membuatnya penasaran.
Ketika pekerjaan memberikan kesempatan untuk berkembang, rutinitas tidak selalu terasa monoton.
Orang tersebut memiliki alasan untuk terus meningkatkan kemampuan.
Ini juga menjadi salah satu pembeda antara sekadar menjalankan pekerjaan dan merasa terlibat secara aktif di dalamnya. Mereka tidak hanya bertanya, “Kapan pekerjaan ini selesai?” tetapi juga, “Apa yang bisa saya pelajari dari pekerjaan ini?” Rasa penasaran semacam itu dapat membuat pekerjaan terasa lebih bermakna.
4. “Aku merasa inilah yang memang seharusnya kulakukan”
Ada orang yang setelah mencoba berbagai pekerjaan akhirnya menemukan bidang yang terasa benar-benar cocok dengan dirinya. Mereka mungkin mengatakan, “Aku merasa inilah yang memang seharusnya kulakukan.”
Menurut YourTango, seseorang yang mencintai pekerjaannya terkadang tidak lagi menggambarkan pekerjaan tersebut hanya sebagai pekerjaan. Ada perasaan bahwa pekerjaan itu selaras dengan kepribadian, kemampuan, minat, atau nilai yang mereka miliki.
Namun, penting untuk memahami bahwa merasa cocok dengan pekerjaan bukan berarti kehidupan profesional selalu sempurna.
Orang tersebut tetap bisa mengeluh ketika menghadapi atasan yang sulit, pekerjaan menumpuk, tenggat waktu ketat, atau hari yang melelahkan.
Perbedaannya terletak pada perasaan yang lebih mendalam. Di balik keluhan tersebut masih ada keyakinan bahwa pekerjaan yang dijalani memiliki tempat penting dalam hidupnya.
Misalnya, seseorang yang senang membantu orang lain mungkin merasa sangat cocok bekerja di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan, atau pekerjaan lain yang memungkinkan dirinya memberikan dampak.
Ketika pekerjaan terasa selaras dengan siapa dirinya, seseorang biasanya tidak hanya mengejar gaji. Ada rasa makna dan tujuan yang ikut membuatnya bertahan.
5. “Aku suka karena pekerjaanku bisa membantu orang lain”
Tidak semua orang bekerja di bidang yang secara langsung dikenal sebagai profesi pelayanan. Namun, hampir setiap pekerjaan memiliki kemungkinan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Orang yang mencintai pekerjaannya sering kali mampu melihat manfaat tersebut.
YourTango memberikan contoh bahwa seseorang dapat menemukan kepuasan ketika mengetahui pekerjaannya membantu orang lain, meskipun bentuknya sangat sederhana. Seorang guru mungkin merasa bahagia ketika muridnya akhirnya memahami pelajaran, sementara seorang penulis dapat merasa puas ketika tulisannya memberikan informasi atau inspirasi kepada pembaca.
Perasaan bahwa pekerjaan memiliki dampak dapat memberikan motivasi yang lebih dalam daripada sekadar mendapatkan penghasilan.
Seseorang mungkin tidak menyelamatkan dunia melalui pekerjaannya. Tetapi membantu satu pelanggan, mempermudah pekerjaan rekan, mengajari seseorang, atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tetap dapat memberikan rasa puas.
Hal ini menunjukkan bahwa makna pekerjaan sangat subjektif. Dua orang dapat memiliki profesi yang sama tetapi merasakan pengalaman yang berbeda. Satu orang mungkin hanya melihatnya sebagai rutinitas, sementara orang lain melihat kesempatan untuk memberikan kontribusi.
Ketika seseorang mampu melihat dampak positif dari pekerjaannya, aktivitas sehari-hari dapat terasa lebih bernilai.
6. “Aku bisa bebas berkreasi dengan pekerjaan ini”
Kreativitas ternyata tidak hanya berkaitan dengan profesi seperti seniman, desainer, penulis, atau fotografer.
Menurut YourTango, kreativitas di tempat kerja juga bisa berarti menemukan solusi yang berbeda, mengembangkan cara baru menyelesaikan tugas, atau memiliki kebebasan untuk menggunakan kemampuan pribadi dalam menghasilkan sesuatu.
Karena itu, orang yang mencintai pekerjaannya mungkin mengatakan, “Aku bisa bebas berkreasi dengan pekerjaan ini.” Perasaan memiliki ruang untuk berpikir sendiri dapat membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan pekerjaannya.
Sebaliknya, pekerjaan yang hanya memberikan instruksi tanpa ruang untuk berinisiatif mungkin terasa membatasi bagi sebagian orang.
Kreativitas juga membuat pekerjaan tidak selalu terasa sama setiap hari. Ada masalah baru yang perlu diselesaikan, pendekatan berbeda yang bisa dicoba, atau gagasan yang dapat dikembangkan.
Bahkan dalam pekerjaan yang sangat terstruktur, kreativitas masih bisa muncul dalam cara seseorang mengatur waktu, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, atau membantu orang lain.
Ketika seseorang dapat melihat jejak pemikiran dan kepribadiannya sendiri dalam pekerjaan, rasa memiliki terhadap pekerjaan tersebut bisa semakin kuat.
Apa yang Sebenarnya Membuat Seseorang Mencintai Pekerjaannya?
Enam frasa tersebut menunjukkan bahwa mencintai pekerjaan bukan sekadar merasa senang ketika mendapatkan gaji.
Ada beberapa unsur yang tampak menonjol: rasa penasaran, hubungan sosial yang sehat, kesempatan belajar, kesesuaian dengan nilai pribadi, rasa memiliki tujuan, dan ruang untuk menggunakan kreativitas.
Namun, tentu saja, tidak semua orang yang mencintai pekerjaannya akan mengucapkan keenam kalimat tersebut secara persis.
Frasa-frasa itu lebih tepat dipandang sebagai gambaran pola percakapan yang mungkin muncul ketika seseorang merasa terhubung dengan pekerjaannya.
Seseorang juga tetap dapat mencintai pekerjaannya meskipun sesekali merasa bosan, lelah, kecewa, atau ingin mengambil cuti.
Justru, pekerjaan yang sehat bukan berarti pekerjaan yang membuat seseorang bahagia setiap saat.
Yang lebih penting adalah adanya kepuasan secara keseluruhan, rasa berkembang, hubungan yang baik, serta perasaan bahwa pekerjaan tersebut memiliki arti bagi dirinya.
Ya, mencintai pekerjaan bukan berarti tidak pernah mengalami hari yang buruk. Ada kalanya orang yang paling menyukai pekerjaannya pun merasa lelah, stres, atau membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Namun, jika seseorang sering berbicara tentang hal-hal yang membuatnya penasaran, rekan kerja yang disukai, sesuatu yang baru dipelajari, dampak pekerjaannya, atau kebebasan untuk berkreasi, bisa jadi ia memang menemukan sesuatu yang membuat pekerjaannya terasa berarti.
Pada akhirnya, pekerjaan yang dicintai bukan selalu pekerjaan yang sempurna, melainkan pekerjaan yang membuat seseorang merasa dirinya sedang menggunakan kemampuan untuk sesuatu yang dianggap bernilai.
Dan mungkin, dari keenam frasa tersebut, kalimat yang paling menggambarkan kepuasan kerja adalah yang paling sederhana: “Aku merasa ini memang yang seharusnya kulakukan.”
***