← Beranda
Jangan Asal Makan Malam, 5 Jenis Makanan Ini Bisa Bikin Tidur Terganggu
Rabbany WanadrianiRabu, 9 September 2026 | 04.11 WIB
ilustrasi orang yang makan malam. (Freepik)

JawaPos.com – Tidur yang berkualitas tidak hanya dipengaruhi oleh suasana kamar atau kebiasaan sebelum tidur. Apa yang dikonsumsi saat malam hari juga dapat berpengaruh terhadap kenyamanan tubuh ketika beristirahat.

Makanan tertentu dapat membuat tubuh tetap terjaga, sementara jenis lainnya berpotensi menimbulkan masalah pencernaan. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kondisi tersebut bisa membuat seseorang lebih sulit mendapatkan istirahat yang nyaman.

Karena itu, pemilihan menu makan malam menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Bukan berarti semua makanan harus dihindari pada malam hari, tetapi beberapa jenis sebaiknya dibatasi, terutama jika seseorang sensitif terhadap kafein, makanan berlemak, atau makanan yang memicu asam lambung.

Dilansir dari English Jagran, terdapat lima jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat makan malam apabila ingin menjaga kualitas tidur.

Baca Juga: Perut Masih Kosong? 7 Makanan Ini Bisa Jadi Pilihan untuk Mengawali Hari

Berikut daftarnya:

1. Makanan dan Minuman Berkafein

Kafein dikenal sebagai zat yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Karena efeknya tersebut, konsumsi kafein pada malam hari berpotensi membuat tubuh tetap terjaga ketika seharusnya mulai beristirahat.

Sumber kafein bukan hanya kopi. Teh, cokelat, minuman energi, dan beberapa produk lainnya juga dapat mengandung kafein dalam jumlah tertentu.

Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, mengonsumsinya terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat proses untuk terlelap menjadi lebih sulit.

Karena itu, jika ingin tidur lebih nyaman, sebaiknya pilih minuman tanpa kafein ketika makan malam, terutama beberapa jam sebelum waktu tidur.

2. Makanan Tinggi Pati

Makanan yang kaya pati seperti nasi, roti, dan pasta juga disebut perlu diperhatikan ketika disantap pada malam hari.

Pada sebagian orang, konsumsi makanan dalam jumlah besar dapat menimbulkan rasa penuh atau ketidaknyamanan pada sistem pencernaan. Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kenyamanan saat hendak berbaring.

Bukan berarti nasi, roti, atau pasta sama sekali tidak boleh disantap saat malam. Jumlah porsi dan waktu makan tetap menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan.

Memilih porsi yang sesuai dan tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membantu mengurangi rasa begah setelah makan.

3. Makanan yang Digoreng

Gorengan dan makanan tinggi lemak seperti kentang goreng, ayam goreng, serta donat mungkin menggugah selera untuk disantap pada malam hari.

Namun, makanan yang berminyak dan berlemak dapat terasa lebih berat bagi sebagian orang. Setelah mengonsumsinya, tubuh bisa mengalami rasa penuh, begah, atau gangguan pencernaan.

Rasa tidak nyaman tersebut tentu berpotensi membuat tidur menjadi kurang optimal. Terlebih jika makanan berlemak dikonsumsi dalam jumlah banyak dan tidak lama kemudian langsung berbaring.

Jika ingin menjaga kenyamanan saat tidur, menu malam yang lebih ringan dapat menjadi pilihan dibandingkan makanan yang digoreng dalam jumlah banyak.

4. Buah Citrus

Buah-buahan citrus seperti jeruk memiliki rasa asam yang menyegarkan. Namun, bagi orang tertentu, makanan dengan tingkat keasaman tinggi dapat memicu keluhan pada saluran pencernaan.

Konsumsi buah citrus menjelang tidur disebut dapat memperburuk gejala refluks atau rasa tidak nyaman akibat asam lambung pada orang yang rentan mengalaminya.

Oleh sebab itu, jika Anda memiliki kecenderungan mengalami keluhan tersebut, sebaiknya berhati-hati mengonsumsi makanan atau buah yang bersifat asam ketika mendekati waktu tidur.

Memilih makanan yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh dapat membantu menciptakan waktu istirahat yang lebih nyaman.

5. Keju

Keju seperti cheddar, brie, dan parmesan juga termasuk makanan yang perlu diperhatikan ketika dikonsumsi menjelang tidur.

Produk susu tertentu, terutama yang tinggi lemak, dapat terasa berat bagi sebagian orang dan berpotensi menimbulkan rasa penuh atau gangguan pencernaan.

Jika tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan, rasa tidak nyaman dapat muncul ketika seseorang sudah berada di tempat tidur.

Karena itu, konsumsi keju dalam jumlah besar saat makan malam sebaiknya dibatasi, terutama bagi mereka yang mudah mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsi makanan berlemak.

Pada akhirnya, respons setiap orang terhadap makanan bisa berbeda. Selain jenis makanan, porsi dan jarak antara waktu makan dengan waktu tidur juga perlu diperhatikan. Memberikan jeda setelah makan sebelum berbaring serta memilih menu yang sesuai dengan kondisi tubuh dapat membantu menciptakan tidur yang lebih nyaman.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho