JawaPos.com - Brand Fashion Lokal Bidik 100 Store pada 2029, Ekspansi Nasional Berlanjut dari Bandung hingga ke berbagai daerah.
Perluasan jaringan toko pun menjadi salah satu strategi untuk mendekatkan produk dalam negeri dengan konsumen sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah.
Langkah tersebut dilakukan WINOD dengan membuka GO Signature Store di Buah Batu, Bandung, pada 5 September 2026. Store tersebut menjadi gerai ke-30 WINOD di Indonesia.
Founder WINOD Christian Dwi Pratikno mengatakan, pencapaian itu menjadi bagian dari perjalanan perusahaan untuk membangun jaringan retail secara nasional.
“Store ke-30 ini menjadi milestone penting bagi perjalanan WINOD,” ujar Christian dalam wawancara GO Signature Store Bandung Buah Batu.
Bandung dipilih sebagai salah satu lokasi ekspansi karena memiliki ekosistem kreatif dan fashion yang berkembang. Kehadiran store di kawasan Buah Batu diharapkan dapat membuat akses konsumen terhadap produk WINOD semakin dekat.
“Kami ingin konsumen mendapatkan akses yang lebih dekat terhadap produk lokal,” katanya.
Ekspansi tersebut juga menjadi bagian dari target jangka panjang WINOD. Setelah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, perusahaan menargetkan memiliki 100 store pada 2029.
“Target kami adalah mencapai 100 store pada 2029,” tutur Christian.
Saat ini, jaringan WINOD telah tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Bali. Perluasan tersebut dilakukan seiring pengembangan produk dan kategori fashion yang ditawarkan kepada konsumen.
Awalnya berfokus pada footwear, WINOD kini mulai memperluas kategori produknya, termasuk bag. Pengembangan tersebut diarahkan untuk menghadirkan produk yang memadukan desain modern, kenyamanan, kualitas, dan harga yang terjangkau.
“Kami terus mengembangkan kategori agar semakin relevan dengan kebutuhan konsumen,” jelasnya.
Libatkan Ribuan Pengrajin Lokal
Pertumbuhan jaringan retail juga berjalan beriringan dengan pengembangan ekosistem di belakang bisnis. WINOD saat ini memiliki lebih dari 200 karyawan yang menjalankan berbagai fungsi operasional perusahaan.
Selain itu, proses produksi turut melibatkan ribuan pengrajin dan mitra lokal. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari rantai bisnis yang memungkinkan produk fashion lokal diproduksi hingga kemudian dipasarkan ke berbagai daerah.
“Ribuan pengrajin dan mitra lokal ikut menjadi bagian dari perjalanan WINOD,” kata Christian.
Menurut dia, pertumbuhan bisnis dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika melibatkan banyak pihak dalam ekosistem. Mulai dari tenaga kerja, pengrajin, mitra produksi, hingga pelaku usaha yang berada di sekitar jaringan retail.
“Setiap store membawa kesempatan baru untuk membuka peluang kerja,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi kreatif memiliki peran besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Pada 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau sekitar 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian mencatat industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 8,31 persen secara tahunan pada kuartal II 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang bagi industri fashion dan alas kaki untuk berkembang di dalam negeri.
WINOD melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus melibatkan lebih banyak pelaku lokal.
“Kami ingin karya pengrajin Indonesia bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” tutur Christian.
Dari Bandung Menuju 100 Store
Pembukaan GO Signature Store WINOD di Buah Batu menjadi salah satu pijakan dalam agenda ekspansi perusahaan. Dengan 30 store yang telah beroperasi, perjalanan menuju target 100 store pada 2029 masih membutuhkan perluasan jaringan ke lebih banyak kota.
Pengembangan tersebut akan berjalan bersama dengan inovasi produk, perluasan kategori, penguatan operasional, serta kolaborasi dengan pengrajin dan mitra lokal.
“Dari Bandung, kami akan terus melangkah ke lebih banyak kota,” kata Christian.
WINOD berharap pertumbuhan jaringan retail dapat membuat produk lokal semakin mudah dijangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Di saat yang sama, ekspansi tersebut diarahkan untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi tenaga kerja, pengrajin, dan mitra lokal yang terlibat dalam ekosistem bisnis.
Baca Juga: Modest Fashion Jadi Representasi Identitas Budaya, Perkuat Posisi Indonesia Jadi Pusat Busana Muslim
“Kami ingin membawa karya lokal lebih jauh dan membuka lebih banyak peluang,” pungkas Christian. (*)