JawaPos.com - Kesehatan mental yang stabil bukan berarti seseorang selalu merasa bahagia, tidak pernah sedih, atau terbebas dari masalah.
Setiap orang tetap dapat mengalami stres, kecewa, cemas, marah, maupun menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
Lalu yang membedakan adalah, bagaimana seseorang menghadapi berbagai emosi dan tekanan tersebut.
Orang yang memiliki keseimbangan mental dan emosional biasanya memiliki cara tertentu untuk mengelola perasaan, menjaga dirinya tetap terhubung dengan kehidupan, serta menemukan aktivitas yang membuat hari-harinya terasa lebih bermakna.
Menariknya, kebiasaan tersebut tidak selalu berupa aktivitas besar. Hal-hal sederhana seperti menulis jurnal, berjalan kaki, mencoba pengalaman baru, atau menikmati kegiatan kreatif dapat menjadi bagian dari rutinitas seseorang.
Dirangkum dari laman YourTango, artikel ini akan membahas sembilan kebiasaan yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang secara mental dan emosional lebih stabil, terutama aktivitas yang membantu mereka mengekspresikan diri, mengelola emosi, membangun pengalaman baru, dan menikmati kehidupan.
Berikut sembilan kebiasaan yang menarik untuk diperhatikan.
1. Menekuni Aktivitas Kreatif Tanpa Takut Hasilnya Tidak SempurnaOrang dengan kondisi mental dan emosional yang relatif stabil biasanya tidak selalu menuntut dirinya menjadi sempurna dalam segala hal.
Salah satu bentuknya terlihat dari kesediaan mereka melakukan aktivitas kreatif hanya karena menikmatinya, bukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan.
Menggambar, melukis, menulis, membuat kerajinan, bermain musik, memasak, atau aktivitas kreatif lainnya dapat menjadi ruang untuk berekspresi. Mereka tidak harus menjadi ahli terlebih dahulu untuk berani mencoba.
YourTango menyoroti bahwa orang yang stabil secara emosional cenderung nyaman menjadi dirinya sendiri dan tidak terlalu takut melakukan kesalahan ketika mencoba sesuatu yang baru. Kesalahan justru dapat dilihat sebagai bagian dari proses belajar.
Sikap ini penting karena terlalu takut gagal dapat membuat seseorang terus-menerus menahan diri. Sebaliknya, ketika seseorang mampu menikmati proses, tekanan untuk selalu menghasilkan sesuatu yang sempurna menjadi lebih kecil.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan sederhana ini dapat membantu seseorang memiliki ruang pribadi untuk beristirahat dari tuntutan pekerjaan maupun kehidupan sosial.
Tidak perlu menghasilkan karya yang luar biasa. Terkadang, membuat sesuatu hanya untuk kesenangan pribadi sudah cukup.
Pada akhirnya, aktivitas kreatif bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi memberikan kesempatan bagi seseorang untuk bermain, bereksperimen, dan menikmati dirinya sendiri tanpa tekanan untuk selalu terlihat hebat.
2. Rutin Menggerakkan TubuhKebiasaan berikutnya adalah menjaga tubuh tetap aktif. Orang dengan keseimbangan mental yang baik tidak selalu harus pergi ke pusat kebugaran atau melakukan olahraga berat setiap hari.
Berjalan kaki, menari, yoga, bersepeda, berenang, atau sekadar melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan dapat menjadi bagian dari rutinitas.
YourTango menyebut aktivitas seperti yoga, kelas tari, dan berjalan di alam sebagai bentuk gerakan yang dapat membantu seseorang memproses tekanan dan emosi.
Aktivitas fisik tersebut tidak harus dilakukan dengan pendekatan penuh tekanan atau rasa bersalah.
Hal yang menarik adalah cara pandangnya. Bergerak bukan semata-mata tentang membentuk tubuh atau mencapai angka tertentu di timbangan.
Aktivitas fisik juga dapat menjadi kesempatan untuk keluar dari rutinitas, menghirup udara segar, dan memberikan jeda bagi pikiran.
Ketika hari terasa penuh dengan pekerjaan dan berbagai tanggung jawab, berjalan selama beberapa menit dapat menjadi cara sederhana untuk mengubah suasana.
Tentu saja, kebutuhan setiap orang berbeda. Tidak semua aktivitas cocok untuk semua kondisi fisik.
Namun, prinsip dasarnya sederhana: tubuh dan pikiran saling berkaitan. Merawat tubuh melalui aktivitas yang sesuai dapat menjadi salah satu bagian dari gaya hidup yang mendukung kesejahteraan secara keseluruhan.
3. Tidak Takut Mencoba Hal-Hal BaruOrang yang memiliki kesehatan mental dan emosional yang baik biasanya tidak sepenuhnya menghindari ketidakpastian.
Mereka tetap bisa merasa gugup ketika menghadapi sesuatu yang belum dikenal, tetapi rasa gugup tersebut tidak selalu membuat mereka mundur.
Mereka mungkin mencoba makanan baru, belajar keterampilan baru, mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, mengikuti kelas tertentu, atau sekadar melakukan sesuatu di luar rutinitas.
YourTango mengaitkan kebiasaan mencoba pengalaman baru dengan kemampuan seseorang untuk bertumbuh.
Sumber tersebut juga merujuk pada penelitian dalam Psychological Science mengenai bagaimana sejumlah ketidakpastian yang masih dapat dikelola dapat menjadi bagian dari proses perkembangan seseorang.
Tentu, mencoba sesuatu yang baru tidak berarti harus mengambil risiko besar.
Justru, tantangan kecil sering kali sudah cukup. Misalnya, belajar memasak makanan yang belum pernah dibuat, mengikuti kelas daring, membaca buku dari genre berbeda, atau berbicara dengan orang dari latar belakang yang berbeda.
Pengalaman tersebut dapat memperluas perspektif. Ketika seseorang terus melakukan hal yang sama karena takut gagal, kehidupannya mungkin terasa aman tetapi tidak selalu berkembang.
Sebaliknya, memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk mencoba dapat membangun rasa percaya diri secara bertahap.
Kenyamanan memang penting, tetapi sesekali keluar dari zona nyaman secara terukur juga dapat menjadi bagian dari pertumbuhan.
4. Menulis Jurnal untuk Memahami PerasaanMenulis jurnal bukan hanya aktivitas untuk mencatat apa yang terjadi sepanjang hari. Bagi sebagian orang, jurnal menjadi tempat untuk memahami pikiran dan emosi yang sulit disampaikan kepada orang lain.
Ketika sedang marah, kecewa, bingung, atau merasa terlalu banyak memikirkan sesuatu, menuangkannya ke dalam tulisan dapat membantu membuat isi kepala terasa lebih terstruktur.
YourTango menyebut journaling sebagai salah satu kebiasaan yang dapat membantu orang yang stabil secara emosional memproses perasaan mereka.
Sumber tersebut juga mengaitkannya dengan kemampuan mengenali dan menerima pikiran maupun emosi.
Menariknya, jurnal tidak harus ditulis dengan gaya tertentu.
Seseorang dapat menuliskan apa yang dirasakan tanpa harus membuat kalimat indah. Bahkan beberapa baris mengenai apa yang membuat kesal hari ini sudah cukup menjadi awal.
Misalnya, seseorang dapat menulis: apa yang terjadi, apa yang dirasakan, apa yang berada dalam kendali, dan apa yang tidak bisa dikendalikan.
Kebiasaan ini dapat membantu seseorang mengambil jarak dari emosi sesaat.
Bukan berarti menulis jurnal otomatis menyelesaikan semua persoalan. Namun, proses refleksi dapat membantu seseorang memahami dirinya dengan lebih baik.
Dalam jangka panjang, semakin seseorang mengenali pola pikir dan emosinya, semakin mudah baginya menentukan respons yang lebih sesuai ketika menghadapi situasi sulit.
5. Menikmati Teater, Humor, atau KomediTertawa bukan berarti seseorang tidak memiliki masalah.
Justru, orang yang mampu memberikan ruang bagi dirinya untuk menikmati humor dapat memiliki cara tersendiri dalam menghadapi kehidupan yang penuh tekanan.
YourTango memasukkan teater dan komedi sebagai aktivitas yang dapat membawa kebahagiaan bagi orang yang stabil secara mental dan emosional.
Teater juga memberikan ruang bagi seseorang untuk memahami cerita, karakter, emosi, sekaligus membangun pengalaman bersama orang lain.
Menonton pertunjukan, menikmati film komedi, menghadiri acara humor, atau bahkan bermain drama bersama komunitas dapat menjadi bentuk rekreasi yang menyenangkan.
Humor juga dapat memberikan jeda psikologis dari rutinitas.
Ketika seseorang terlalu lama berkutat dengan masalah, pikirannya dapat terasa semakin berat.
Memberikan waktu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan tidak berarti melarikan diri dari masalah.
Ada perbedaan antara menghindari persoalan dan memberi diri sendiri kesempatan untuk beristirahat sebelum kembali menghadapinya.
Bagi sebagian orang, tawa bersama teman atau keluarga bahkan dapat menjadi pengalaman sosial yang mempererat hubungan.
Jadi, jangan selalu menganggap aktivitas yang menyenangkan sebagai sesuatu yang tidak produktif.
Istirahat, hiburan, dan tawa juga merupakan bagian dari kehidupan yang seimbang.
6. Bersedia Menjadi Relawan atau Membantu Orang LainKesehatan mental juga berkaitan dengan hubungan seseorang dengan lingkungan sosialnya.
Salah satu kebiasaan yang menarik adalah memberikan waktu dan tenaga untuk membantu orang lain melalui kegiatan sukarela atau mentoring.
YourTango memasukkan kegiatan volunteering dan mentoring sebagai aktivitas yang dapat memberikan rasa bahagia.
Ketika seseorang membantu orang lain atau terlibat dalam komunitas yang memiliki tujuan tertentu, ia dapat merasakan adanya hubungan dan kontribusi.
Bentuknya tidak harus spektakuler.
Seseorang dapat membantu kegiatan lingkungan, mendukung komunitas lokal, menjadi mentor, membantu kegiatan sosial, atau memberikan waktu untuk organisasi yang sesuai dengan nilai pribadinya.
Yang membuat kegiatan tersebut berarti adalah adanya perasaan bahwa waktu dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat.
Namun, membantu orang lain juga tetap membutuhkan batasan. Menjadi orang yang peduli bukan berarti harus selalu mengatakan “ya” terhadap semua permintaan.
Keseimbangan tetap diperlukan agar aktivitas sosial tidak berubah menjadi sumber kelelahan.
Ketika dilakukan dengan sukarela dan sesuai kemampuan, kegiatan membantu orang lain dapat memberikan pengalaman positif sekaligus memperluas hubungan sosial.
Bagi sebagian orang, kontribusi tersebut membuat kehidupan terasa lebih bermakna karena mereka tidak hanya berfokus pada masalah pribadi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memberikan sesuatu kepada lingkungan.
7. Berani Mengambil Risiko yang TerukurSalah satu hal menarik yang dibahas YourTango adalah aktivitas seperti panjat tebing.
Sekilas, kegiatan tersebut mungkin terlihat tidak berhubungan dengan kestabilan emosional.
Namun, aktivitas seperti ini membutuhkan keberanian menghadapi kemungkinan gagal, kepercayaan terhadap diri sendiri, serta kemauan untuk mencoba kembali ketika menghadapi kesulitan.
Tentu saja, mengambil risiko tidak berarti melakukan sesuatu yang membahayakan diri.
Yang dimaksud lebih kepada keberanian menghadapi tantangan yang masih dapat dikelola.
Misalnya, berbicara di depan banyak orang, mengikuti perlombaan, mencoba olahraga baru, mendaftar kelas yang sulit, atau mengambil proyek yang menantang kemampuan.
Ketika seseorang menghadapi tantangan dan berhasil melewatinya, ia dapat memperoleh pengalaman bahwa dirinya mampu menghadapi ketidaknyamanan.
Bahkan ketika gagal, pengalaman tersebut tetap dapat menjadi pelajaran.
Orang yang stabil secara emosional bukan berarti tidak takut. Mereka tetap dapat merasa takut, tetapi rasa takut tersebut tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti.
Kemampuan menerima kemungkinan gagal merupakan bagian dari proses membangun kepercayaan terhadap diri sendiri.
Karena itu, sesekali memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menghadapi tantangan baru dapat menjadi pengalaman yang memperkaya kehidupan.
8. Suka Memotret dan Memperhatikan Hal-Hal KecilFotografi dapat menjadi lebih dari sekadar aktivitas untuk menghasilkan gambar yang bagus.
Ketika seseorang membawa kamera atau menggunakan ponsel untuk memotret, ia mulai memperhatikan detail yang mungkin sebelumnya dilewatkan.
Cahaya, warna, ekspresi, pemandangan, makanan, atau momen sederhana dapat menjadi sesuatu yang menarik.
YourTango menggambarkan fotografi sebagai aktivitas yang dapat membantu seseorang memperlambat ritme kehidupan dan mengamati lingkungan dengan lebih penuh perhatian.
Kebiasaan memperhatikan hal kecil dapat membuat seseorang lebih hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Daripada terus terburu-buru mengejar apa yang belum dimiliki, ia memiliki kesempatan untuk melihat apa yang sedang terjadi di hadapannya.
Misalnya, menikmati pemandangan ketika berjalan pagi, memperhatikan perubahan langit, mengabadikan momen keluarga, atau memotret tanaman yang sedang tumbuh.
Tidak perlu memiliki kamera profesional. Ponsel sudah cukup untuk memulai. Intinya bukan kualitas teknis foto, melainkan cara seseorang belajar melihat.
Dalam kehidupan yang penuh notifikasi dan tuntutan, kemampuan berhenti sejenak untuk memperhatikan lingkungan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang menyenangkan.
Fotografi pada akhirnya bukan hanya tentang menyimpan gambar, tetapi juga tentang melatih diri untuk hadir dan menghargai momen yang sedang berlangsung.
9. Senang Bepergian dan Mencari Pengalaman BaruKebiasaan terakhir adalah bepergian. Traveling memberikan kesempatan untuk keluar dari rutinitas, melihat lingkungan baru, bertemu orang berbeda, serta mengalami sesuatu yang tidak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
YourTango memasukkan perjalanan sebagai salah satu aktivitas yang sering dilakukan orang yang stabil secara mental dan emosional karena mereka bersedia menghadapi perubahan dan ketidakpastian dalam batas yang nyaman bagi mereka.
Bepergian tidak harus selalu berarti pergi ke luar negeri atau menghabiskan banyak uang.
Perjalanan singkat ke kota sebelah, mengunjungi tempat wisata lokal, pergi ke museum, menjelajahi kawasan yang belum pernah dikunjungi, atau sekadar menikmati suasana berbeda juga dapat memberikan pengalaman baru.
Hal terpenting adalah kesediaan untuk sesekali keluar dari rutinitas.
Ketika bepergian, seseorang belajar bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan. Jadwal bisa berubah, cuaca bisa tidak sesuai perkiraan, dan rencana bisa mengalami penyesuaian.
Pengalaman seperti itu dapat melatih fleksibilitas. Namun, tentu saja tidak semua orang harus sering bepergian untuk memiliki kesehatan mental yang baik.
Traveling hanyalah salah satu contoh aktivitas yang dapat memberikan pengalaman positif bagi sebagian orang.
Yang lebih penting adalah memiliki aktivitas yang membuat kehidupan terasa berwarna, bermakna, dan tidak sepenuhnya terjebak dalam rutinitas.
Kesehatan Mental Stabil Bukan Berarti Selalu BahagiaSembilan kebiasaan di atas tidak seharusnya dipahami sebagai tes untuk menentukan apakah seseorang memiliki kesehatan mental yang stabil atau tidak.
Seseorang yang tidak suka traveling belum tentu memiliki masalah mental. Begitu pula orang yang tidak menulis jurnal atau tidak memiliki hobi tertentu bukan berarti kondisi emosionalnya buruk.
YourTango pada dasarnya menggambarkan aktivitas-aktivitas tersebut sebagai kebiasaan yang dapat membantu menciptakan kebahagiaan, ekspresi diri, pertumbuhan, dan keseimbangan bagi sebagian orang.
Yang paling penting adalah menemukan cara yang sesuai dengan diri sendiri untuk merawat kesejahteraan mental dan emosional.
Sebab, kesehatan mental yang stabil bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan memiliki cara yang lebih sehat untuk menghadapi berbagai emosi, perubahan, tekanan, dan tantangan kehidupan.
Jika seseorang mengalami tekanan psikologis yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional tetap merupakan langkah yang tepat.
Kebiasaan positif dapat menjadi bagian dari gaya hidup, tetapi tidak menggantikan penilaian atau perawatan dari tenaga kesehatan mental.
***