← Beranda
Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan dan Pentingnya Memakai Masker
Shania Vivi Armylia PutriMinggu, 6 September 2026 | 21.07 WIB
Ilustrasi memakai masker/Magnific

JawaPos.com-Erupsi gunung berapi terjadi saat material vulkanik seperti abu, gas, magma, keluar dari gunung.

Material tersebut dapat menyebar secara luas ke berbagai wilayah, termasuk juga membawa partikel-partikel halus yang terbawa melalui udara. 

Menurut informasi dari laman kemkes pada (06/09) abu dan gas dari erupsi gunung api perlu diwaspadai karena dapat membahayakan sistem pernapasan. 

Selain itu, partikel padat dalam abu vulkanik juga berisiko menyebabkan iritasi mata. 

Kandungan logam silica yang berbentuk runcing dapat menggores dan mengiritasi permukaan mata. Oleh karena itu, penggunaan kacamata pelindung diperlukan untuk mengurangi risiko mata yang terkena paparan logam silica. 

Sementara itu, penggunaan masker juga sangat penting saat terjadi hujan abu vulkanik. Material gas yang dilepaskan saat erupsi dapat mengganggu sistem pernapasan.

Terutama jika terhirup dalam konsentrasi tinggi. Kandungan gas H2S, SO2,  serta CO dalam erupsi gunung berapi dapat menyebabkan penurunan oksigen di dalam saluran pernapasan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi. Gas ini bersifat beracun dan perlu diwaspadai karena berpotensi membahayakan kondisi kesehatan. 

Untuk mengurangi risiko paparan material vulkanik tersebut, masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah perlindungan. Dikutip dari idai.or.id pada  berikut langkah-langkah yang perlu anda persiapkan untuk menghadapi erupsi gunung berapi. 

  1. Masker untuk mencegah ISPA

Paparan abu vulkanik dalam jumlah banyak dan terus menerus, dapat mengganggu i saluran pernapasan serta meningkatkan risiko ISPA. partikel debu dan pasir yang terhirup ke dalam saluran pernapasan dapat menimbulkan beberapa gejala yang mengganggu mulai dari bersin, pilek, sakit tenggorokan, batuk berdahak, batuk kering, sesak nafas, dan juga sakit kepala. Oleh karena itu, anda perlu memakai masker yang gunakan masker N95 atau KN95 yang mampu menyaring partikel halus abu vulkanik. 

  1. Kacamata pelindung agar tidak terkena Iritasi Mata

Selain masker peralatan yang tidak kalah penting adalah kacamata. Paparan hujan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi mata. Hal ini terjadi karena logam silika yang berbentuk butiran tajam yang dapat menggores permukaan mata. Jika anda mengalami gejala berupa mata merah, gatal, dan berair, maka anda perlu menggunakan kacamata pelindung, hindari mengucek mata,  serta bila perlu menggunakan tetes mata untuk meredakan gejala iritasi. 

  1. Sarung tangan katun supaya tidak terkena alergi Kulit

Material hujan abu vulkanik yang bersifat asam yang dapat menyebabkan alergi mulai dari gatal-gatal, infeksi, dan iritasi. Selain dari partikel abu vulkanik, hujan abu juga dapat mencemari permukaan air. Sehingga dapat menyebabkan alergi saat digunakan mandi, mencuci muka, ataupun keperluan sehari-hari. Oleh karena itu, anda perlu menjaga kebersihan air, memakai pakaian panjang, serta sarung tangan untuk mengurangi kontak langsung kulit dengan abu vulkanik. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho