← Beranda
Jangan Panik dan Tetap Waspada, Kenali 4 Status Gunung Api dari Normal hingga Awas
Shania Vivi Armylia PutriMinggu, 6 September 2026 | 21.03 WIB
Ilustrasi status gunung berapi di Indonesia berdasarkan warna/magma.vsi.esdm

JawaPos.com-Kemajuan teknologi membuat pemantauan dan mitigasi bencana menjadi lebih mudah.

Salah satunya dengan memantau perkembangan dan aktivitas gunung berapi secara real-time melalui website Magma. 

Anda dapat mengakses informasi mengenai aktivitas gunung berapi terkini melalui situs resmi  magma.esdm.go.id. Website dan aplikasi ini menyediakan pemantauan gunung api di berbagai wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi berdasarkan sumber resmi yang terpercaya. 

Bahkan tidak hanya aktivitas gunung berapi, magma juga menyediakan informasi mengenai ancaman bencana lain seperti gempa bumi, peringatan tsunami, dan tanah longsor.

Berkaitan dengan informasi yang beredar, perlu diketahui bahwa simbol dan status yang ditampilkan pada Magma berfungsi sebagai penanda untuk mengetahui tingkat aktivitas gunung api sekaligus membantu anda menentukan tingkat status kewaspadaan. 

Berdasarkan informasi dari laman magma.esdm.go.id yang dikutip pada (06/09) status level gunung api ditampilkan dengan bentuk segitiga dengan kode peringatan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA). 

Selanjutnya, tingkatan VONA dibedakan dengan warna tertentu. Kode warna tersebut terdiri dari hijau, kuning, oranye, dan merah. 

Hijau menunjukkan kondisi Gunung berapi ada dalam keadaan normal dan tidak meletus, kuning yang menunjukkan bahwa gunung api menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas, oranye yang menunjukkan bahwa gunung berapi menunjukkan peningkatan aktivitas dengan kemungkinan erupsi, serta warna merah saat diperkirakan akan segera terjadi letusan gunung berapi.     

Selanjutnya, mengutip informasi dari laman bpbd terdapat empat tingkatan status gunung api yang perlu anda ketahui. 

  1. Normal (Level I)

Pada level ini, aktivitas gunung api masih terpantau dalam kondisi normal dan belum  menunjukkan adanya peningkatan risiko berdasarkan karakteristik dari masing-masing gunung berapi. 

  1. Waspada (Level II)

Pada level waspada, mulai terdeteksi adanya peningkatan aktivitas gunung berapi.  Beberapa gunung dapat mengalami erupsi pada level ini, tetapi potensi bahaya masih berada pada sekitaran pusat erupsi 

  1. Siaga (Level III)

Pada level siaga, menunjukkan aktivitas yang semakin jelas atau mulai terjadi erupsi yang berpotensi membahayakan area di sekitar pusat erupsi. Namun, kondisi tersebut belum mengancam kawasan pemukiman di sekitar gunung berapi. 

  1. Awas (Level IV)

Pada level awas, gunung berapi menunjukkan peningkatan yang semakin jelas dan mengindikasikan potensi letusan dan erupsi. Bahaya yang ditimbulkan dapat mengancam kawasan permukiman di sekitar gunung berapi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho