JawaPos.com - Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan dengan berolahraga secara rutin. Apa yang dikonsumsi setiap hari juga memiliki peran penting terhadap kondisi sistem kardiovaskular.
Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan makan yang dilakukan berulang kali dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Jika berlangsung dalam jangka panjang, pola makan yang kurang sehat dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak sehat, obesitas, hingga gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan makan yang sebaiknya mulai dikurangi. Dilansir dari NDTV, berikut 10 kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung.
1. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Olahan
Camilan kemasan, mi instan, makanan siap saji, hingga sejumlah produk daging olahan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Produk tersebut umumnya dapat mengandung natrium, lemak jenuh, gula, serta berbagai bahan tambahan dalam jumlah yang cukup tinggi. Jika menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, konsumsi berlebihan dapat berkontribusi terhadap faktor risiko seperti tekanan darah dan kadar kolesterol yang tidak sehat.
2. Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula
Kebiasaan menikmati makanan dan minuman manis secara berlebihan juga perlu diperhatikan.
Minuman berpemanis, permen, kue, maupun produk sarapan dengan tambahan gula dapat meningkatkan asupan kalori. Dalam jangka panjang, pola tersebut dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
3. Gemar Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam
Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat berdampak pada tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap natrium.
Selain menambahkan banyak garam ketika memasak, sumber natrium juga dapat berasal dari makanan kemasan dan camilan gurih. Karena itu, membaca label kandungan natrium pada makanan kemasan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengontrol asupan.
4. Sering Melewatkan Sarapan
Melewatkan sarapan bukan otomatis berarti seseorang akan mengalami penyakit jantung. Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi masalah apabila membuat pola makan sepanjang hari menjadi kurang teratur.
Pada sebagian orang, tidak makan di pagi hari dapat berujung pada rasa lapar berlebihan dan pilihan makanan yang kurang sehat pada waktu berikutnya. Karena itu, yang lebih penting adalah menjaga pola makan secara keseluruhan agar tetap seimbang dan teratur.
5. Terbiasa Makan Berat Menjelang Tidur
Makan dalam jumlah besar tepat sebelum tidur dapat membuat tubuh masih aktif mencerna makanan ketika seharusnya mulai beristirahat.
Kebiasaan ini juga dapat mengganggu kenyamanan tidur, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi kalori atau lemak. Kualitas tidur sendiri berkaitan erat dengan kesehatan metabolisme dan kardiovaskular.
6. Kurang Mengonsumsi Serat
Buah, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh merupakan beberapa sumber serat yang penting untuk pola makan sehat.
Kurangnya asupan serat dapat membuat kualitas pola makan secara keseluruhan menjadi kurang baik. Sementara itu, serat larut dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat sehingga turut mendukung kesehatan jantung.
7. Berlebihan Mengonsumsi Daging Merah dan Daging Olahan
Daging merah masih dapat menjadi bagian dari pola makan, tetapi jumlah dan frekuensi konsumsinya perlu diperhatikan.
Sementara itu, daging olahan seperti sosis dan produk sejenisnya sering kali mengandung cukup banyak natrium serta lemak jenuh. Konsumsi berlebihan, terutama jika menggantikan sumber protein yang lebih sehat, dapat meningkatkan risiko kesehatan dalam jangka panjang.
8. Terlalu Sering Menyantap Gorengan dan Makanan Cepat Saji
Kentang goreng, ayam goreng, burger, serta makanan cepat saji lainnya memang praktis dan menggugah selera.
Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, makanan tersebut dapat menyumbang kalori, lemak jenuh, dan natrium dalam jumlah tinggi. Pola seperti ini dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
9. Menjadikan Minuman Manis sebagai Konsumsi Harian
Soda, minuman energi, teh atau kopi dengan banyak gula, serta berbagai minuman berpemanis dapat menjadi sumber gula tambahan yang cukup besar.
Masalahnya, minuman manis sering kali tidak memberikan rasa kenyang yang sebanding dengan jumlah kalorinya. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan serta gangguan metabolisme.
10. Pola Makan Tidak Teratur dan Sering Makan Berlebihan
Bukan hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan, tetapi juga pola konsumsinya.
Makan terlalu banyak dalam satu waktu atau memiliki jadwal makan yang sangat tidak teratur dapat membuat seseorang lebih sulit mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi. Jika kebiasaan tersebut berlangsung lama dan disertai pola makan tinggi kalori, dampaknya dapat meningkatkan berbagai faktor risiko penyakit jantung.