JawaPos.com – Keramas merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan rambut. Namun, frekuensi mencuci rambut sebenarnya tidak harus sama bagi setiap orang.
Jenis rambut, kondisi kulit kepala, aktivitas sehari-hari, hingga penggunaan produk penataan rambut dapat menentukan seberapa sering seseorang perlu keramas.
Memberikan jeda beberapa hari di antara waktu keramas dapat membantu mempertahankan minyak alami yang diproduksi kulit kepala. Minyak tersebut berperan dalam menjaga kelembapan rambut dan melindungi batang rambut dari kekeringan.
Sebaliknya, mencuci rambut terlalu sering, terutama dengan sampo yang cukup kuat, pada sebagian orang dapat membuat rambut dan kulit kepala terasa lebih kering.
Baca Juga: Kamar Mandi Wangi Setiap Hari, Ini 5 Cara Praktis yang Bisa Dicoba
Dilansir dari English Jagran, berikut empat alasan mengapa memberikan jeda hingga sekitar tiga hari di antara waktu keramas dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang.
1. Membantu Mempertahankan Minyak Alami
Kulit kepala secara alami menghasilkan sebum yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus memberikan perlindungan pada rambut.
Jika rambut dicuci terlalu sering, minyak alami tersebut dapat ikut terangkat. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat membuat kulit kepala terasa kering dan batang rambut menjadi lebih mudah terasa kasar atau rapuh.
Memberikan jeda beberapa hari memungkinkan minyak alami kembali menyebar pada rambut. Meski demikian, orang dengan kulit kepala berminyak mungkin tetap membutuhkan frekuensi keramas yang lebih sering.
2. Tetap Perlu Membersihkan Sisa Produk Rambut
Jeda keramas bukan berarti rambut boleh dibiarkan tanpa dibersihkan terlalu lama. Produk seperti gel, serum, hairspray, maupun produk styling lainnya dapat meninggalkan residu jika digunakan secara rutin.
Penumpukan residu dapat membuat rambut terasa berat dan kulit kepala menjadi tidak nyaman. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat disertai rasa gatal atau munculnya serpihan pada kulit kepala.
Karena itu, frekuensi keramas sebaiknya disesuaikan dengan banyaknya produk yang digunakan dan kondisi kulit kepala masing-masing.
3. Mengurangi Paparan yang Bisa Membuat Rambut Rapuh
Keramas tidak hanya melibatkan sampo. Rambut juga mengalami proses basah, digosok, dibilas, dikeringkan, dan terkadang ditata menggunakan alat panas.
Jika seluruh proses tersebut dilakukan terlalu sering, rambut yang sudah rapuh dapat lebih mudah mengalami kerusakan.
Memberikan jeda di antara waktu keramas dapat mengurangi frekuensi rambut terkena proses mekanis tersebut. Namun, teknik mencuci dan mengeringkan rambut dengan lembut juga tetap penting untuk meminimalkan kerusakan.
4. Membantu Menjaga Kelembapan Rambut
Minyak alami kulit kepala membantu mempertahankan kelembapan rambut. Karena itu, terlalu sering menghilangkannya dapat membuat rambut tertentu terasa lebih kering.
Keramas dengan frekuensi yang sesuai dapat membantu menemukan titik keseimbangan antara membersihkan minyak berlebih dan mempertahankan kelembapan alami.
Namun, tidak ada aturan universal bahwa setiap orang wajib keramas tepat tiga hari sekali. Mereka yang memiliki kulit kepala sangat berminyak, sering berolahraga, banyak berkeringat, atau memiliki kondisi kulit kepala tertentu mungkin perlu mencuci rambut lebih sering.
Sebaliknya, rambut yang cenderung kering atau sangat keriting bisa saja lebih nyaman dengan frekuensi keramas yang lebih jarang.