← Beranda
Punya Banyak Kandungan Antioksidan, Ini 6 Manfaat Matcha untuk Tubuh
Diajeng Gentalia RifaniSabtu, 5 September 2026 | 05.18 WIB
6 Manfaat Konsumsi Matcha untuk Kesehatan./ (dok. Unsplash)

JawaPos.com - Matcha belakangan semakin mudah ditemukan dalam berbagai menu makanan dan minuman. Bubuk teh hijau khas Jepang ini tidak hanya disajikan sebagai minuman hangat, tetapi juga sering diolah menjadi latte, smoothie, es krim, kue, hingga berbagai jenis dessert.

Popularitasnya memang tidak lepas dari rasa dan warna hijaunya yang khas. Namun, matcha sebenarnya juga mengandung sejumlah senyawa yang menarik perhatian karena potensinya bagi kesehatan.

Di dalam matcha terdapat berbagai komponen, seperti katekin, kafein, L-theanine, asam fenolik, vitamin C, klorofil, serta tanin. Kandungan tersebut membuat matcha tidak hanya menarik sebagai minuman kekinian.

Dilansir dari Hello Sehat dan Alodokter, berikut sejumlah manfaat matcha yang dikaitkan dengan kesehatan tubuh.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Cafe Matcha Viral di Bandung, Punya Konsep Tap Bar Matcha Pertama yang Unik

1. Membantu Menunjang Fungsi Otak

Matcha mengandung kombinasi kafein dan L-theanine yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan serta konsentrasi.

Kandungan katekin sebagai senyawa antioksidan juga menjadi salah satu komponen yang banyak diteliti terkait fungsi otak. Konsumsi matcha dalam jumlah wajar berpotensi membantu seseorang tetap lebih waspada dan fokus dalam menjalankan aktivitas.

Meski demikian, efeknya dapat berbeda pada setiap orang, terutama karena kandungan kafein di dalamnya.

2. Berpotensi Mendukung Perlindungan terhadap Kanker

Salah satu senyawa yang banyak mendapat perhatian dalam teh hijau adalah epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa ini termasuk kelompok katekin dan memiliki aktivitas antioksidan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa katekin memiliki potensi dalam menghambat proses tertentu yang berkaitan dengan perkembangan sel kanker. Namun, temuan tersebut tidak berarti matcha dapat digunakan sebagai obat atau pencegah kanker secara pasti.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konsumsi matcha terhadap risiko kanker.

3. Baik untuk Menunjang Kesehatan Jantung

Kandungan katekin dalam matcha juga dikaitkan dengan kesehatan sistem kardiovaskular.

Senyawa tersebut berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah, sekaligus mendukung fungsi pembuluh darah. Selain itu, sifat antioksidan EGCG dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif.

Namun, manfaat tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan maupun pola makan yang seimbang.

4. Dapat Membantu Program Pengelolaan Berat Badan

Matcha kerap dikaitkan dengan metabolisme dan proses pembakaran energi. Kandungan kafein dan senyawa tertentu di dalam teh hijau disebut berpotensi memberikan pengaruh terhadap metabolisme tubuh.

Karena itu, matcha terkadang dikonsumsi sebagai bagian dari program pengelolaan berat badan, termasuk sebelum berolahraga.

Jika ingin menjaga asupan kalori, perhatikan cara penyajiannya. Matcha yang ditambahkan banyak gula, krimer, atau bahan berkalori tinggi tentu memiliki kandungan energi yang berbeda dibandingkan matcha tanpa tambahan tersebut.

Tetap perlu diingat bahwa penurunan berat badan tidak bergantung pada satu jenis minuman saja, melainkan pada pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan keseimbangan energi secara keseluruhan.

5. Berpotensi Mendukung Kesehatan Hati

Antioksidan yang terdapat dalam matcha juga dikaitkan dengan fungsi hati. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat senyawa katekin terhadap kondisi tertentu yang berhubungan dengan kesehatan organ tersebut.

Meski begitu, bukti mengenai manfaat matcha secara khusus terhadap kesehatan hati masih terus berkembang. Karena itu, konsumsi matcha tidak seharusnya dianggap sebagai terapi untuk penyakit hati.

Bagi seseorang yang memiliki masalah kesehatan hati, konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah yang lebih tepat.

6. Membantu Menjaga Fokus dan Konsentrasi

Selain membantu kewaspadaan, matcha juga sering dikonsumsi untuk mendukung fokus. Kombinasi kafein dan L-theanine menjadi salah satu alasan minuman ini populer sebagai teman bekerja atau belajar.

L-theanine merupakan asam amino yang terdapat dalam teh dan diteliti karena potensinya dalam memberikan efek relaksasi tanpa menyebabkan kantuk berlebihan. Ketika dipadukan dengan kafein, kombinasi tersebut dapat membantu mendukung perhatian dan konsentrasi pada sebagian orang.

Namun, sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda. Konsumsi berlebihan justru dapat menyebabkan sulit tidur, gelisah, atau jantung berdebar pada orang tertentu.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho