← Beranda
Inilah 3 Hal yang Langsung Dinilai Orang Lain Saat Pertama Kali Bertemu
Vindi Rayinda AyudyaJumat, 4 September 2026 | 22.06 WIB
Ilustrasi orang berkenalan (magnific)

 

 

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa seseorang bisa langsung terlihat menarik, menyenangkan, atau justru membuat orang lain merasa kurang nyaman hanya dalam beberapa menit pertama pertemuan? 

Ternyata, kesan pertama terbentuk jauh lebih cepat daripada yang mungkin kita sadari.

Saat bertemu orang baru, otak secara alami akan menangkap berbagai informasi dari penampilan, ekspresi wajah, gerakan tubuh, suara, hingga cara seseorang merespons percakapan. 

Hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele tersebut dapat memengaruhi bagaimana seseorang menilai kepribadian kita sebelum mereka benar-benar mengenal kita lebih jauh.

Selain itu, kesan pertama menjelaskan bahwa manusia cenderung melakukan penilaian cepat ketika bertemu orang baru. 

Bahkan, proses ini dinilai sama dengan konsep thin-slicing, yaitu kemampuan manusia mengambil kesimpulan dari sejumlah kecil informasi yang tersedia dalam waktu singkat.

Dirangkum dari laman YourTango, hal-hal inilah yang kerap diperhatikan ketika seseorang bertemu dengan orang baru.

Setidaknya, 3 hal inilah yang sering langsung dinilai orang lain saat pertama kali bertemu, mulai dari bahasa tubuh, cara berbicara, hingga kemampuan mendengarkan.

1. Bahasa Tubuh dan Ekspresi Wajah

Hal pertama yang sering memberikan sinyal kuat ketika bertemu seseorang adalah bahasa tubuh. 

Bahkan sebelum percakapan berlangsung panjang, orang lain sudah dapat menangkap apakah kita terlihat terbuka, gugup, percaya diri, tertutup, atau sulit didekati.

Postur tubuh, posisi tangan, kontak mata, ekspresi wajah, dan cara kita berdiri atau duduk dapat memberikan kesan tertentu. 

Misalnya, seseorang yang tersenyum secara natural, melakukan kontak mata secukupnya, serta menggunakan postur tubuh yang terbuka biasanya dapat terlihat lebih ramah dan mudah diajak berinteraksi.

Sebaliknya, terus menundukkan kepala, menyilangkan tangan dengan kaku, menghindari kontak mata, atau menunjukkan ekspresi yang terlalu tegang dapat membuat seseorang terlihat lebih tertutup meskipun sebenarnya tidak demikian.

YourTango menekankan bahwa bahasa tubuh dapat memberikan pengaruh besar terhadap persepsi orang lain dalam sebuah pertemuan pertama. 

Orang yang terlihat ekspresif dan terbuka cenderung lebih mudah memberikan kesan positif dibandingkan mereka yang sulit dibaca secara nonverbal.

Namun, hal ini bukan berarti seseorang harus berpura-pura menjadi pribadi yang sangat percaya diri. 

Kesan yang baik justru lebih mudah terbentuk ketika bahasa tubuh terlihat natural, rileks, dan sesuai dengan situasi.

Karena itu, ketika bertemu orang baru, tidak ada salahnya memberikan senyum sederhana, menjaga kontak mata secara wajar, serta menunjukkan sikap tubuh yang tidak defensif.

2. Cara Berbicara dan Nada Suara

Setelah bahasa tubuh, cara seseorang berbicara juga menjadi bagian penting dalam membentuk kesan pertama. 

Bukan hanya kata-kata yang diucapkan, tetapi juga bagaimana kata-kata tersebut disampaikan.

Nada suara, kecepatan berbicara, pilihan kata, serta intonasi dapat membuat pesan yang sama terdengar sangat berbeda. 

Kalimat sederhana seperti "Apa kabar?" dapat terdengar hangat ketika disampaikan dengan nada bersahabat, tetapi bisa terasa dingin apabila diucapkan tanpa ekspresi.

Bahkan, sapaan pertama dapat memberikan pengaruh terhadap suasana pertemuan. 

YourTango mengutip pembahasan mengenai bagaimana ucapan singkat dan karakter suara dapat berkontribusi terhadap penilaian awal seseorang, termasuk persepsi mengenai keramahan dan kepercayaan.

Inilah alasan mengapa komunikasi pada pertemuan pertama sebaiknya tidak hanya berfokus pada apa yang ingin disampaikan, tetapi juga cara menyampaikannya. 

Berbicara terlalu keras, terlalu cepat, sering memotong pembicaraan, atau menggunakan nada yang terdengar merendahkan dapat menciptakan kesan yang kurang baik.

Sebaliknya, berbicara dengan jelas, menggunakan nada yang bersahabat, dan menyesuaikan gaya komunikasi dengan situasi dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman.

Menariknya, kemampuan berkomunikasi bukan berarti harus selalu menjadi orang yang paling banyak berbicara. 

Terkadang, justru cara kita memberikan ruang kepada orang lain untuk berbicara dapat meninggalkan kesan yang lebih kuat.

3. Seberapa Baik Anda Mendengarkan Orang Lain

Hal ketiga yang sering dinilai dalam sebuah pertemuan pertama adalah kemampuan mendengarkan. 

Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak semua orang benar-benar mampu menjadi pendengar yang baik.

Ketika bertemu orang baru, sebagian orang terlalu sibuk memikirkan apa yang akan mereka katakan berikutnya. 

Akibatnya, mereka hanya menunggu giliran berbicara tanpa benar-benar memahami perkataan lawan bicara.

Padahal, menunjukkan ketertarikan terhadap percakapan dapat membuat orang lain merasa dihargai. 

YourTango menyebut kemampuan menjadi pendengar yang baik sebagai salah satu cara penting untuk menciptakan kesan pertama yang positif. 

Menunjukkan bahwa kita tertarik dengan apa yang dikatakan seseorang dapat membantu membangun hubungan interpersonal yang lebih nyaman.

Mendengarkan bukan berarti hanya diam. Anda dapat memberikan respons sederhana, mengangguk ketika memahami pembicaraan, mengajukan pertanyaan yang relevan, atau menanggapi sesuatu yang sebelumnya disampaikan oleh lawan bicara.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa perhatian Anda benar-benar berada dalam percakapan.

Menariknya, kemampuan mendengarkan juga dapat membuat seseorang terlihat lebih dewasa secara emosional. 

Orang yang tidak terburu-buru menguasai percakapan biasanya memberikan ruang kepada orang lain untuk mengekspresikan pikiran dan pengalaman mereka.

Pada akhirnya, pertemuan pertama bukan kompetisi untuk menunjukkan siapa yang paling menarik. 

Justru, kemampuan membuat orang lain merasa nyaman dan didengarkan dapat menjadi salah satu kunci terciptanya kesan positif.

Kesan Pertama Memang Penting, tetapi Bukan Segalanya

Kesan pertama dapat memengaruhi bagaimana seseorang memandang kita, tetapi penilaian awal bukanlah gambaran lengkap mengenai kepribadian seseorang. 

Orang yang terlihat pendiam belum tentu tidak ramah, sementara seseorang yang sangat percaya diri belum tentu selalu memiliki karakter yang dominan.

Karena itu, tiga hal di atas sebaiknya dipandang sebagai gambaran mengenai bagaimana manusia biasanya menangkap informasi ketika pertama kali bertemu orang lain, bukan sebagai aturan mutlak untuk menilai seseorang.

Jika ingin memberikan kesan yang baik, tidak perlu memaksakan diri menjadi orang lain. 

Cukup hadir dengan sikap yang terbuka, berbicara secara sopan, menjaga bahasa tubuh tetap natural, dan memberikan perhatian ketika orang lain berbicara.

Sebab, kesan pertama mungkin hanya berlangsung sebentar, tetapi sikap tulus, konsisten, dan cara memperlakukan orang lainlah yang pada akhirnya menentukan kualitas hubungan setelah pertemuan pertama berlalu.

***

 
EDITOR: Novia Tri Astuti