← Beranda
7 Alasan Orang Suka Begadang Meski Menyesal Keesokan Harinya Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalJumat, 4 September 2026 | 21.43 WIB
Alasan orang suka begadang meski menyesal keesokan harinya menurut psikologi (Magnific/ diana.grytsku)

 

 

 

JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa kebiasaan tidur larut malam sering muncul dari berbagai alasan yang sulit dihindari.

Kurang tidur diketahui dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental seseorang secara keseluruhan.

Meski menyadari dampaknya, banyak orang tetap sulit menghentikan kebiasaan begadang yang terus berulang setiap malam.

Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (4/9), berikut tujuh alasan yang biasa membuat orang suka begadang meski menyesalinya keesokan hari.

1. Mengalami kecemasan yang berlebihan

Kenangan memalukan di masa lalu sering muncul secara tiba-tiba saat seseorang berbaring di malam hari.

Ingatan tersebut sering membuat seseorang terjaga hingga larut malam sambil terus memikirkannya berulang kali.

Kecemasan diketahui dapat membuat seseorang kesulitan tertidur maupun mendapatkan kualitas tidur yang benar-benar nyenyak.

Kurang tidur ini justru dapat memperburuk kecemasan yang dirasakan seseorang keesokan harinya.

2. Merasa tertekan oleh orang lain

Ajakan bermain dari teman sering membuat seseorang sulit menolak meski tahu seharusnya sudah beristirahat.

Rasa takut kehilangan momen kebersamaan mendorong seseorang tetap terjaga meski merasa lelah sepanjang hari.

Meski malam tersebut terasa menyenangkan, rasa kesal tetap muncul akibat keputusan yang kurang tepat.

Mengutamakan kebersamaan sosial dibanding tidur akhirnya membuat seseorang justru kelelahan keesokan harinya.

3. Menyukai camilan tengah malam

Sebagian makanan membutuhkan waktu lama untuk dimasak, namun hal itu tidak menghalangi keinginan menikmatinya di malam hari.

Ketika keinginan tersebut terasa kuat, seseorang cenderung memilih memasaknya meski waktu sudah larut malam.

Makan sebelum tidur dapat mengganggu proses pencernaan sehingga berdampak buruk bagi kesehatan pencernaan seseorang.

Kebiasaan ini sering membuat seseorang menyesal ketika mengalami masalah pencernaan pada keesokan harinya.

4. Sulit berhenti membaca berita negatif secara berlebihan

Media sosial menjadi alasan utama banyak orang tetap terjaga hingga larut malam setiap harinya.

Kebiasaan ini sulit dihentikan karena media sosial dirancang untuk terus menarik perhatian penggunanya.

Meski ingin berhenti, banyak orang tidak tahu cara melepaskan diri dari kebiasaan tersebut.

Mereka akhirnya merasa kecewa karena terjebak dalam kebiasaan yang sulit dihindari setiap malamnya.

5. Mendapat inspirasi tiba-tiba di malam hari

Bagi sebagian orang, ide kreatif justru muncul secara tiba-tiba setelah malam hari tiba.

Mereka merasa perlu segera mengerjakan ide tersebut meski awalnya berpikir hanya membutuhkan waktu singkat.

Fokus yang menurun di malam hari membuat pekerjaan tersebut memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Keesokan harinya, mereka menyesal karena menyadari pekerjaan tersebut bisa diselesaikan lebih cepat di pagi hari.

6. Ingin menyelesaikan satu bab buku lagi

Banyak orang menjanjikan diri sendiri untuk membaca satu bab lagi sebelum benar-benar tertidur.

Mereka kesulitan melepaskan diri dari cerita yang sedang dinikmati meski menyadari perlunya segera beristirahat.

Kebiasaan ini sering berulang di setiap akhir bab, bukan hanya pada bab yang direncanakan awal.

Mereka akhirnya terjebak dalam siklus tawar-menawar dengan diri sendiri yang terus berulang setiap malam.

7. Merasa kelelahan secara sosial

Bertemu teman terlalu sering dalam beberapa malam berturut-turut dapat menguras energi sosial seseorang sepenuhnya.

Waktu sendirian menjadi kebutuhan untuk melakukan hal yang disukai namun sulit dilakukan bersama teman.

Namun cara ini justru sering memberikan efek sebaliknya apabila tidak diimbangi dengan tidur yang cukup.

Tanpa tidur yang cukup, berbagai cara memulihkan energi tersebut akhirnya tidak memberikan hasil yang diharapkan.

 

***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti