← Beranda
Sering Dikonsumsi Pagi Hari, Ternyata 5 Makanan Ini Kurang Ideal untuk Sarapan
Rabbany WanadrianiKamis, 3 September 2026 | 22.59 WIB
ilustrasi orang yang sarapan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang penting untuk mengawali aktivitas setelah tubuh tidak mendapatkan asupan selama beberapa jam ketika tidur.

Menu yang dipilih pada pagi hari dapat memengaruhi rasa kenyang, energi, hingga kemampuan berkonsentrasi sepanjang hari. Karena itu, bukan hanya melewatkan sarapan yang perlu diperhatikan, tetapi juga jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Tidak semua makanan yang terlihat praktis atau dianggap sehat ternyata cocok dikonsumsi pada pagi hari. Beberapa pilihan justru dapat membuat gula darah lebih cepat meningkat, memicu gangguan pencernaan, atau membuat tubuh mudah kembali lapar.

Dilansir dari English Jagran, berikut lima jenis makanan dan minuman yang sebaiknya diperhatikan ketika memilih menu sarapan.

Baca Juga: Jangan Diabaikan, 9 Makanan Ini Konon Bisa Memicu Kembung hingga Nyeri Perut

1. Buah Citrus

Buah seperti jeruk, lemon, dan jenis citrus lainnya memang kaya akan vitamin serta berbagai nutrisi.

Namun, bagi orang yang memiliki lambung sensitif, mengonsumsi buah yang bersifat asam ketika perut masih kosong dapat memicu rasa tidak nyaman. Keluhan yang mungkin muncul antara lain mulas atau sensasi panas di dada.

Bukan berarti buah citrus harus dihindari sepenuhnya. Jika tubuh dapat menerimanya dengan baik, buah ini tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Mengonsumsinya bersama makanan lain juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang sensitif terhadap makanan asam.

2. Roti Tawar Putih

Roti tawar putih menjadi menu praktis yang sering dipilih untuk mengisi perut pada pagi hari.

Meski mudah disajikan, roti putih umumnya memiliki kandungan serat yang lebih rendah dibandingkan roti berbahan gandum utuh. Konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar juga dapat membuat kadar gula darah meningkat lebih cepat.

Sebagai alternatif, Anda bisa memilih roti gandum utuh yang memiliki kandungan serat lebih tinggi dan memadukannya dengan sumber protein seperti telur atau makanan bergizi lainnya.

3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Donat, kue manis, sereal dengan gula tinggi, hingga minuman berpemanis memang menggoda untuk disantap pada pagi hari.

Namun, makanan dengan kandungan gula tinggi dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat. Setelah itu, energi bisa kembali menurun sehingga tubuh lebih mudah merasa lemas atau lapar.

Agar sarapan lebih seimbang, pilih makanan yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Dengan begitu, asupan energi dapat diperoleh secara lebih bertahap.

4. Makanan Kalengan Tinggi Natrium

Makanan kalengan memang menawarkan kepraktisan, terutama bagi orang yang memiliki waktu terbatas untuk menyiapkan sarapan.

Akan tetapi, beberapa produk makanan kaleng mengandung natrium cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering dalam jumlah berlebihan, asupan natrium dapat menjadi perhatian karena berkaitan dengan peningkatan tekanan darah pada sebagian orang.

Sebelum membeli, biasakan membaca label nutrisi dan membandingkan kandungan natrium antarproduk.

5. Jus Buah, Terutama yang Mengandung Gula Tambahan

Jus buah sering dianggap sebagai pilihan sehat karena berasal dari buah. Namun, proses membuat jus dapat mengurangi sebagian serat yang terdapat pada buah utuh.

Tanpa serat yang cukup, gula dari buah dapat lebih cepat diserap tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih cepat dibandingkan ketika mengonsumsi buah dalam bentuk utuh.

Jus buah kemasan juga perlu diperhatikan karena sebagian produk mengandung gula tambahan. Untuk pilihan yang lebih mengenyangkan, mengonsumsi buah utuh dapat menjadi alternatif yang lebih baik.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis makanan yang otomatis buruk untuk semua orang. Kondisi kesehatan, porsi, frekuensi konsumsi, dan keseluruhan pola makan tetap perlu diperhatikan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho