← Beranda
Rutinitas Skincare untuk Dermatitis Perioral: Cara Meredakan dan Memperbaiki Skin Barrier
Cicilia MargaretthaKamis, 3 September 2026 | 22.57 WIB
ilustrasi rutinitas perawatan wajah pada penderita dermatitis perioral / Pexels

JawaPos.com - Dermatitis perioral merupakan masalah kulit inflamasi yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan, bintil-bintil kecil, serta rasa perih di sekitar area mulut, hidung, hingga dagu.

Kondisi ini sering kali disalah artikan sebagai jerawat atau eksim biasa, sehingga penanganan yang kurang tepat justru dapat memperparah peradangan dan merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier).

Menghindari bahan-bahan iritan dan berfokus pada pemulihan kelembapan alami menjadi kunci utama untuk meredakan kemerahan serta mengembalikan kesehatan skin barrier.

Melansir dari laman Yourtango pada Kamis (03/09), merawat kulit yang mengalami dermatitis perioral memerlukan pendekatan skin minimalism atau penyederhanaan rutinitas skincare.

Gangguan pada skin barrier akibat dermatitis perioral berhubungan erat dengan peningkatan hilangnya kadar air transepidermal (transepidermal water loss / TEWL) serta sensitivitas terhadap bahan kimia sintetis.

Studi dermatologi klinis menunjukkan bahwa penggunaan bahan aktif berlebihan, seperti kortikosteroid topikal, retinoid kuat, atau eksfoliator kimia dapat merusak fungsi proteksi lipid kulit.

Sebaliknya, penerapan formula lembut yang kaya akan bahan penenang alami terbukti secara klinis mampu menekan peradangan, menurunkan tingkat TEWL, dan mempercepat regenerasi sel kulit yang rusak.

Berikut adalah langkah-langkah rutinitas skincare sederhana untuk meredakan dermatitis perioral dan memulihkan skin barrier:

1. Hentikan penggunaan bahan aktif keras

Langkah pertama yang sangat krusial adalah menghentikan sementara penggunaan produk eksfoliasi (AHA/BHA), serum vitamin C konsentrasi tinggi, retinoid, serta krim steroid topikal.

Berikan waktu bagi kulit untuk beristirahat dari paparan bahan kimia yang berpotensi memicu iritasi.

2. Gunakan pembersih wajah yang sangat lembut (gentle cleanser)

Pilihlah pembersih wajah bebas wewangian (fragrance free), bebas busa berlebih (sulfate free), dan memiliki pH seimbang.

Bersihkan wajah maksimal dua kali sehari dengan air hangat untuk menghindari terkikisnya kelembapan alami kulit.

3. Fokus pada pelembap dengan formula penenang (soothing barrier repair)

Gunakan pelembap ringan yang mengandung bahan-bahan seperti ceramide, hyaluronic acid, atau centella asiatica.

Formula ini bekerja memperkuat struktur lipid skin barrier tanpa menyumbat pori-pori di area sekitar mulut.

4. Pilih sunscreen mineral (physical sunscreen)

Perlindungan dari sinar ultraviolet tetap wajib dilakukan. Pilih tabir surya berbahan dasar mineral seperti zinc oxide atau titanium dioxide yang cenderung lebih ramah dan tidak memicu reaksi panas pada kulit sensitif dibandingkan chemical sunscreen.

5. Hindari pasta gigi mengandung fluorida dan SLS

Tanpa disadari, busa dari pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) atau fluorida tinggi dapat menetes ke area dagu dan memperparah ruam.

Beralih ke pasta gigi formula lembut dapat membantu mempercepat proses penyembuhan pada kulit.

Secara keseluruhan, kunci kesembuhan dermatitis perioral terletak pada kesabaran dan konsistensi untuk tidak membebani kulit dengan terlalu banyak produk.

Mengembalikan fungsi skin barrier adalah langkah awal menuju kulit yang tenang dan sehat kembali.

Namun, selalu ingat bahwa panduan ini berfungsi sebagai panduan perawatan pendukung harian.

Jika peradangan semakin meluas, terasa sangat perih, atau tidak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho