JawaPos.com – Rasa tidak nyaman pada perut bisa muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari kembung, begah, banyak gas, kram, hingga sensasi panas akibat asam lambung.
Penyebabnya pun beragam dan tidak selalu sama pada setiap orang. Salah satunya adalah makanan atau minuman tertentu yang dikonsumsi sehari-hari.
Pada orang dengan sistem pencernaan yang sensitif, beberapa jenis makanan dapat lebih mudah memicu keluhan. Kondisinya bisa berkaitan dengan kandungan lemak, tingkat keasaman, jenis gula tertentu, maupun kemampuan tubuh dalam mencerna bahan makanan tersebut.
Mengenali makanan yang menjadi pemicu pribadi dapat membantu seseorang mengatur pola makan dan mengurangi munculnya keluhan pencernaan.
Baca Juga: Bantu Tangkal Peradangan! Tambahkan 10 Makanan Anti-Inflamasi Ini ke Piring Anda
Dilansir dari English Jagran, berikut sembilan makanan dan minuman yang berpotensi menyebabkan atau memperburuk rasa tidak nyaman pada perut pada sebagian orang.
1. Makanan Pedas
Makanan yang mengandung banyak cabai, sambal, atau saus pedas menjadi salah satu jenis makanan yang perlu diperhatikan oleh pemilik perut sensitif.
Kandungan capsaicin pada cabai dapat menimbulkan sensasi panas dan pada sebagian orang bisa memperburuk keluhan seperti heartburn atau rasa tidak nyaman di lambung.
Terutama bagi orang yang memiliki masalah refluks atau gastritis, makanan terlalu pedas mungkin lebih mudah memicu gejala.
2. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak
Gorengan, makanan cepat saji, serta hidangan yang kaya minyak dapat terasa lebih berat bagi sistem pencernaan.
Makanan tinggi lemak cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa penuh, begah, atau kembung.
Bagi orang yang rentan mengalami refluks asam, makanan berlemak juga dapat memperburuk keluhan setelah makan.
3. Produk Susu
Susu, keju, es krim, dan produk olahan susu lainnya tidak selalu cocok untuk semua orang.
Pada individu yang mengalami intoleransi laktosa, tubuh tidak mampu mencerna laktosa secara optimal. Akibatnya, konsumsi produk susu dapat diikuti keluhan seperti perut kembung, banyak gas, kram, hingga diare.
Tingkat toleransinya pun berbeda-beda. Ada orang yang masih dapat mengonsumsi sejumlah kecil produk susu tanpa mengalami masalah.
4. Minuman Berkarbonasi
Soda dan berbagai minuman berkarbonasi dapat menambah jumlah gas di saluran pencernaan.
Akibatnya, sebagian orang mungkin lebih sering bersendawa atau merasakan perut penuh dan kembung setelah meminumnya.
Jika perut sudah mudah bergas, mengurangi minuman berkarbonasi dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk melihat apakah keluhan berkurang.
5. Minuman Berkafein
Kopi, teh dengan kadar kafein tinggi, dan minuman energi dapat menjadi pemicu keluhan bagi sebagian orang.
Kafein dapat memengaruhi sistem pencernaan dan pada individu tertentu bisa memperburuk gejala seperti rasa panas di dada atau refluks.
Respons setiap orang berbeda. Karena itu, penting memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi minuman berkafein, terutama jika keluhan sering muncul setelahnya.
6. Makanan Kemasan dan Olahan
Mi instan, keripik, makanan cepat saji, serta berbagai produk olahan biasanya memiliki kandungan garam, lemak, dan bahan tambahan yang cukup tinggi.
Mengonsumsi makanan tersebut terlalu sering dapat membuat sebagian orang merasa lebih mudah kembung atau tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Selain memperhatikan jenis makanan, membaca label dan memilih produk dengan kandungan garam serta lemak yang lebih rendah dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga pola makan.
7. Pemanis Buatan Tertentu
Produk bebas gula terkadang menggunakan pemanis seperti sorbitol, manitol, atau xylitol.
Pada sebagian orang, pemanis jenis tersebut tidak diserap sepenuhnya oleh usus halus. Sisa zat kemudian dapat difermentasi di saluran pencernaan dan menghasilkan gas.
Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak, kondisi tersebut dapat memicu kembung, mulas, atau diare pada orang yang sensitif.
8. Kacang-Kacangan dan Lentil
Kacang dan lentil sebenarnya merupakan sumber protein nabati serta serat yang baik. Namun, kandungan serat dan karbohidrat tertentu di dalamnya dapat menyebabkan produksi gas lebih banyak ketika difermentasi oleh bakteri usus.
Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami kembung atau perut terasa penuh setelah mengonsumsinya.
Bukan berarti kacang-kacangan harus dihindari. Mengatur porsi dan memperhatikan jenis makanan yang paling cocok dengan kondisi tubuh dapat membantu mengurangi keluhan.
9. Buah Citrus
Jeruk, lemon, limau, dan buah citrus lainnya memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi.
Bagi orang yang sensitif terhadap makanan asam atau memiliki kecenderungan mengalami refluks, buah-buahan tersebut terkadang dapat memperburuk rasa panas di dada atau nyeri ulu hati.
Namun, buah citrus tetap memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat. Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah respons tubuh masing-masing, bukan menganggap semua buah citrus harus dihindari.
Pada dasarnya, tidak semua makanan di atas otomatis menyebabkan sakit perut. Pemicu gangguan pencernaan dapat berbeda pada setiap orang.