← Beranda
Apa Itu AQI Level yang Sering Berseliweran di Media Sosial? Kualitas Udara yang Berubah Cepat
Shania Vivi Armylia PutriKamis, 3 September 2026 | 04.44 WIB
Ilustrasi Air Quality Index/www.iqair.com

JawaPos.com - Air Quality Index (AQI) belakangan sering muncul di timeline media sosial melalui tangkapan layar yang dibagikan netizen, terutama dari wilayah yang mengalami penurunan kualitas udara akibat karhutla. 

AQI merupakan indeks yang digunakan untuk memantau kualitas udara di suatu wilayah, berdasarkan jumlah polutan yang terdeteksi oleh sensor. Data tersebut dijadikan sebagai angka yang ditampilkan melalui berbagai aplikasi ataupun website kualitas udara.  

Menurut informasi yang dikutip dari laman iqair.com pada (31/08) AQI ini dapat mengukur beberapa jenis polutan seperti PM 2.5, PM 10, SO2, Ozon, CO, dan NO2. 

Nilai AQI ditampilkan pada rentang angka tertentu sampai 500 atau lebih. Semakin tinggi nilai AQI, semakin buruk kualitas udara dan semakin besar pula potensi risiko kesehatan akibat paparan udara yang tidak sehat.

Sistem AQI dapat berbeda antara satu negara dan yang lainya karena menggunakan standar yang berbeda. Pada umumnya, terdapat dua standar AQI di dunia yakni indeks Amerika dan China. Indeks Amerika punya sistem penilaian yang lebih ketat sehingga menjadi salah satu standar AQI yang paling banyak digunakan di berbagai negara.

Sebagai pengetahuan, berikut rentan angka indeks AQI dan keterangannya. Dengan mengetahui nilai AQI, anda dapat memperkirakan kondisi kualitas udara di sekitar anda secara real time.

Pemantauan kualitas udara melalui AQI juga bermanfaat untuk membantu mengantisipasi paparan polusi yang dapat membahayakan kesehatan, terutama saat kualitas udara sedang memburuk akibat asap karhutla.  

  1. Baik (0-50)

AQI level 0-50 menunjukkan kualitas udara yang baik. Pada rentang ini, umumnya  berada di level yang tidak berbahaya dan tidak menimbulkan risiko pada kesehatan anda. AQI 0-50 tergolong aman jika anda harus melakukan aktivitas outdoor di luar ruangan seperti biasa.  

  1. Sedang (51-100)

AQI yang menunjukkan rentan level 51-100 menandakan udara masih tergolong pada tahap sedang. Arinya, kualitas udara di tahap ini dapat berpengaruh pada sebagian orang yang lebih sensitif pada polusi udara.

Sebaiknya anda memperhatikan kondisi perubahan kualitas udara, dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika mulai muncul keluhan dan gejala. 

  1. Tidak sehat untuk kelompok rentan (101-150)

AQI pada rentan 101-150 sudah ada pada tahap polusi. Kondisi ini tidak dianjurkan untuk dihirup bagi mereka yang memiliki sensitivitas pada udara kotor, seperti anak-anak, lansia, dan juga ibu hamil. Jika anda harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai standar dan pertimbangkan penggunaan air purifier di dalam ruangan.

  1. Tidak sehat (151-200)

Pada level AQI 151-200, kualitas udara sudah berada di tahap yang tidak aman. Masyarakat umum sampai kelompok rentan tidak dianjurkan untuk beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap sedang pekat.

Tutup jendela, pintu, dan ventilasi jika udara sudah tercemar. Nyalakan air purifier untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah 

  1. Sangat tidak sehat (201-300)

Pada level tidak sehat di rentan angka AQI 201-300 masyarakat sudah seharusnya membatasi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat wajib memakai masker, menutup ventilasi dan celah udara yang masuk di ruangan. Serta menyalakan air purifier. 

  1. Berbahaya (301-500+)

Pada level AQI mencapai 301-500 lebih,kualitas udara sudah berada pada tahap berbahaya. Pada tingkat ini risiko terkena gangguan kesehatan semakin tinggi yang dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan penyakit jantung.

Tutup pintu, jendela, dan celah ventilasi yang memungkinkan asap masuk ke dalam ruangan. Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai standar seperti N95. 

EDITOR: Hanny Suwindari