← Beranda
Waspada! 10 Pola Makan yang Disebut Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Rabbany WanadrianiRabu, 2 September 2026 | 21.14 WIB
ilustrasi kebiasaan makan tidak sehat. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kesehatan jantung tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan faktor keturunan. Apa yang dikonsumsi setiap hari serta kebiasaan ketika makan juga dapat berperan terhadap kesehatan sistem kardiovaskular.

Masalahnya, sejumlah pola makan kurang sehat sering dilakukan berulang kali tanpa disadari. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak sehat, kenaikan berat badan, hingga gangguan metabolisme.

Karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan makan yang sebaiknya mulai dikurangi.

Dilansir dari NDTV, berikut sejumlah kebiasaan makan yang disebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

1. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Olahan

Camilan kemasan, mi instan, makanan siap saji, hingga sejumlah produk daging olahan kerap menjadi pilihan karena praktis. Namun, konsumsi terlalu sering dapat membuat asupan natrium, lemak, dan bahan tambahan lainnya menjadi berlebihan.

Pola makan seperti ini dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah dan kadar kolesterol, yang merupakan beberapa faktor risiko penting bagi penyakit jantung.

2. Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Contohnya minuman manis, permen, serta berbagai produk sarapan atau makanan ringan yang tinggi gula.

Asupan gula yang berlebihan dapat memengaruhi kadar gula darah dan insulin. Dalam jangka panjang, pola tersebut dapat berkaitan dengan peningkatan berat badan dan gangguan metabolisme yang turut berdampak pada kesehatan jantung.

3. Gemar Makanan dengan Kandungan Garam Tinggi

Kebiasaan menambahkan banyak garam atau terlalu sering menikmati makanan asin juga perlu diperhatikan.

Asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang. Sementara tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat memberikan beban lebih besar terhadap jantung dan pembuluh darah.

Makanan kemasan juga patut diperhatikan karena kandungan natriumnya terkadang cukup tinggi meskipun rasanya tidak selalu terasa sangat asin.

4. Sering Melewatkan Sarapan

Sebagian orang sengaja tidak sarapan karena terburu-buru, ingin mengurangi asupan makanan, atau memilih tidur lebih lama.

Namun, melewatkan waktu makan secara rutin dapat membuat pola makan sepanjang hari menjadi kurang teratur. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat berujung pada rasa lapar berlebihan dan pilihan makanan yang kurang sehat pada waktu berikutnya.

Karena itu, yang lebih penting adalah menjaga pola makan secara teratur dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh.

5. Terbiasa Makan Larut Malam

Makan dalam jumlah besar menjelang waktu tidur dapat menjadi kebiasaan yang kurang baik, terlebih jika menu yang dipilih tinggi kalori, lemak, atau gula.

Pola makan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur pada sebagian orang. Padahal, tidur yang cukup merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan jantung.

6. Jarang Mengonsumsi Makanan Berserat

Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh merupakan sumber serat yang penting dalam pola makan.

Sebaliknya, pola makan yang minim serat dapat membuat kualitas diet secara keseluruhan menjadi kurang baik. Serat larut juga diketahui dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol, sehingga asupan makanan kaya serat dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

7. Berlebihan Mengonsumsi Daging Merah dan Daging Olahan

Daging merah sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan, terlebih pada produk daging olahan, perlu dibatasi.

Sosis dan berbagai produk daging olahan lainnya dapat mengandung lemak jenuh serta natrium dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering dan menggantikan sumber protein yang lebih beragam, pola tersebut dapat kurang mendukung kesehatan jantung.

8. Terlalu Sering Menyantap Gorengan dan Makanan Cepat Saji

Kentang goreng, ayam goreng, burger, dan makanan cepat saji lainnya memang mudah ditemukan serta menggugah selera. Namun, sebagian produk tersebut memiliki kandungan kalori, lemak, dan natrium yang cukup tinggi.

Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan energi yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Kondisi tersebut kemudian dapat meningkatkan sejumlah faktor risiko penyakit kardiovaskular.

9. Menjadikan Minuman Manis sebagai Pilihan Sehari-hari

Bukan hanya makanan yang perlu diperhatikan. Minuman juga bisa menjadi sumber gula tambahan yang cukup besar.

Soda, minuman energi, teh atau kopi dengan banyak gula, serta minuman buah yang diberi tambahan gula dapat meningkatkan asupan gula harian tanpa memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan utuh.

Konsumsi minuman manis secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan kadar trigliserida yang tidak sehat, sehingga sebaiknya dibatasi.

10. Makan Tidak Teratur hingga Berlebihan

Makan dengan jadwal yang sangat tidak teratur atau mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan juga bukan kebiasaan yang ideal.

Porsi makan yang terlalu besar, terutama jika didominasi makanan tinggi kalori, gula, garam, atau lemak, dapat membuat asupan harian menjadi berlebihan.

Daripada menerapkan pola makan ekstrem, lebih baik membangun kebiasaan yang konsisten dengan porsi seimbang serta memperbanyak makanan bergizi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho