← Beranda
Asap Karhutla Melanda, Begini Cara Melindungi Bayi dari Paparan Polusi Udara
Shania Vivi Armylia PutriSelasa, 1 September 2026 | 19.06 WIB
Ilustrasi air purifer /Magnific

JawaPos.com-Kabut asap akibat karhutla dapat mengancam siapa saja, termasuk pada kelompok-kelompok rentan seperti bayi dan balita.

Paparan asap karhutla mungkin masih bisa diantisipasi oleh anak dan orang dewasa.

Namun, bagaimana dengan bayi yang belum memahami pentingnya perlindungan diri dari asap?.

Bayi belum memiliki kesadaran pentingnya menggunakan masker. Selain itu, penggunaan masker pada bayi tidak bisa disamakan dengan orang dewasa, karena belum tersedia masker khusus yang aman digunakan bayi secara terus menerus.

Padahal, paparan kabut asap karhutla dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal waktu. Bahkan pada malam hari, asap karhutla tetap dapat menyebar dan terbawa angin sehingga berpotensi mempengaruhi kualitas udara bayi anda. 

Usia balita, menjadi kelompok yang sangat terancam terhadap dampak polusi udara. Sebab paru-paru dan saluran pernapasan mereka masih sangat rentan (imatur). Selain itu, sistem imun bayi juga belum sekuat orang dewasa. 

Selain itu, frekuensi napas pada bayi dan anak kecil jauh lebih cepat, dibandingkan orang dewasa. Kondisi tersebut membuat mereka dapat menghirup lebih banyak udara dalam satu waktu. Sehingga paparan polutan dari udara yang tercemar juga dapat masuk dalam volume yang lebih banyak. 

Saat terpapar udara yang buruk, bayi dapat menunjukkan gejala ketidaknyamanan seperti sesak napas, demam, sering menangis, terlihat lemas, sampai tidak mau minum ASI.

Jadi apa yang harus dilakukan saat bayi tidak bisa memakai masker? Berikut langkah-langkah yang dirangkum dari laman rspp.co.id serta klikdokter pada (31/08) mengenai hal-hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi bayi anda dari polutan akibat asap karhutla. 

  1. Pasang air purifier

Saat kabut asap dan polusi terjadi, anda perlu memasang air purifier dengan filter HEPA di dalam ruangan. Tujuannya supaya udara kotor di dalam rumah dapat disaring sehingga debu, asap, polusi, dan bakteri bisa hilang dan bayi anda bisa menghirup udara yang bersih. Letakkan air purifier pada ruangan yang paling sering dijangkau bayi, terutama pada kamar tidur. Jika belum memiliki alat tersebut, anda dapat meletakkan wadah berisi air bersih di beberapa sudut ruangan serta handuk basah untuk membantu menjaga kelembaban udara.

  1. Nyalakan exhaust fan

Sebisa mungkin tutup celah-celah luang udara yang masuk ke dalam rumah. Bersihkan debu-debu yang menempel di permukaan perabotan rumah anda dengan kain basah. Supaya partiekel tidak bertebaran. Pasang exhaust fan di dalam ruangan untuk menarik udara kotor, panas, dan lembab ke luar ryangan. Pakai alat ini saat kondisi udara di luar sudah membaik. 

  1. Ciptakan zona bebas asap di rumah

Jika asap sudah mulai mereda, bersihkan titik-titik di rumah anda yang sering dijangkau bayi. Ciptakan lokasi bebas asap dengan menggunakan vacuum cleaner pada sisa debu dan asap yang menempel pada perabotan, mengelap benda-benda dengan kain basah minimal dua kali sehari, bersihkan lantai secara rutin menggunakan pel basah. Selain itu, hindari menyapu dengan alat kering yang dapat membuat debu kembali terangkat ke udara. 

  1. Batasi waktu bermain di luar rumah

Untuk mengurangi paparan kabut asap dan polusi, batasi aktivitas bermain di luar ruangan pada pukul 10.00-15.00. Waktu-waktu ini merupakan saat rentan, di mana bertiup lebih kencang,sehingga debu dan asap lebih mudah bertebaran. Jika tidak ada kebutuhan yang mendesak, sebaiknya, jaga bayi anda agar tetap dalam kondisi aman di dalam rumah.

  1. Tutup jendela, pintu, dan ventilasi dengan rapat

Jika kondisi kabut asap semakin parah, tutup rumah anda rapat-rapat mulai dari jendela, pintu, sampai celah ventilasi yang dapat menjadi jalur masuknya asap. Langkah ini membantu anda mengurangi masuknya zat polutan dari luar rumah.

  1. Semprot saline NaCl untuk hidung tersumbat

Jika bayi anda mengalami gejala sesak akibat kabut asap, termasuk setelah beraktivitas di luar ruangan maka bersihkan dan melembabkan hidung bayi anda dengan menyemprot cairan saline NaCl 0,9% . jika bayi mengalami sesak napas, atau gejala lain segera cari bantuan medis. . 

  1. Penuhi asupan ASI dan makanan bergizi

Perkuat daya tahan tubuh bayi anda dengan memberikan asupan ASI secara cukup serta makanan bergizi dan pendamping, supaya daya tahan tubuh bayi anda tetap kuat di tengah kondisi kabut asap. 

  1. Jaga kebersihan sebelum menyentuh bayi

Sebelum menyentuh bayi anda, bersihkan diri anda setelah beraktivitas di luar rumah, pastikan tubuh dan pakaian dalam kondisi bersih. Cuci tangan, cuci kaki, mandi, serta ganti baju yang terkena paparan asap. Langkah ini dapat dilakukan untuk mengurangi paparan polutan dan debu yang menempel, yang kemungkinan dapat terhirup bayi anda. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho