JawaPos.com - Psikologi menjelaskan bahwa rasa cemas menjelang hari kerja sering dikenal dengan istilah Sunday scaries.
Meski tidak semua orang merasakan kecemasan yang nyata, sebagian tetap merasa mudah tersinggung setiap Minggu sore.
Kondisi tersebut biasanya bukan muncul tanpa sebab, melainkan tanda adanya masalah yang belum sepenuhnya disadari.
Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (30/8), berikut sembilan masalah kerja yang biasa menjadi penyebab orang selalu bad mood setiap Minggu sore.
1. Memiliki atasan yang sulit dihadapi
Atasan yang membuat segala sesuatu terasa lebih sulit menjadi salah satu masalah paling umum di tempat kerja.
Sebagian orang bahkan mempertanyakan bagaimana seseorang bisa mendapatkan posisi kepemimpinan meski tidak cocok menjalankannya.
Atasan terburuk biasanya tidak mampu berkomunikasi dengan baik dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri.
Menghadapi sikap semacam ini setiap hari dapat membuat siapa pun merasa lelah secara emosional.
2. Bekerja terlalu keras tanpa henti
Beban kerja yang berlebihan membuat seseorang mudah merasa khawatir menghadapi minggu kerja yang akan datang.
Meski belum mengetahui detail tugasnya, mereka sudah merasa kewalahan bahkan sebelum tiba di kantor.
Batas kelelahan setiap orang berbeda-beda, sehingga sulit menentukan standar umum tentang beban kerja berlebihan.
Kondisi ini membuat atasan terkadang tanpa sadar memberikan tugas melebihi kemampuan yang bisa ditangani karyawannya.
3. Tidak memiliki kesempatan untuk berkembang
Terjebak dalam pekerjaan tanpa arah menjadi salah satu hal terburuk yang dapat dialami seorang karyawan.
Perusahaan yang memberi ruang berkembang bagi karyawannya cenderung lebih sukses dibanding yang tidak melakukannya.
Karyawan menginginkan penghasilan yang meningkat sekaligus pekerjaan yang sesuai minat dan kemampuannya sendiri.
Perasaan terjebak tanpa kemajuan membuat pekerjaan terasa seperti beban dibanding kesempatan yang membangkitkan semangat.
4. Hasil kerjanya tidak pernah diakui
Karyawan yang selalu berusaha lebih tetap membutuhkan pengakuan agar semangatnya terus terjaga dengan baik.
Merasa diabaikan atau tidak dihargai membuat seseorang enggan menyambut minggu kerja baru dengan antusias.
Banyak karyawan merasa kurang mendapat pengakuan yang layak atas kerja keras yang telah dilakukannya.
Dorongan untuk terus berprestasi akhirnya memudar karena usaha yang dilakukan terasa tidak berarti.
5. Merasa rekan kerja bersikap toksik
Rekan kerja tidak harus dianggap sebagai teman dekat dalam menjalani kehidupan profesional sehari-hari.
Namun bekerja bersama orang yang dianggap menyulitkan tetap membuat suasana kerja terasa jauh lebih berat.
Rekan kerja yang gemar menciptakan drama atau memanfaatkan orang lain dapat menguras energi secara berlebihan.
Sulitnya menjauh dari rekan kerja tersebut membuat siklus ketidaknyamanan ini terus berulang setiap harinya.
6. Khawatir terhadap keamanan pekerjaannya
Perubahan teknologi yang cepat membuat banyak orang merasa cemas terhadap kelangsungan pekerjaannya di masa depan.
Kabar pemutusan hubungan kerja dari perusahaan besar semakin memperkuat kekhawatiran tersebut di kalangan pekerja.
Ketidakpastian ini menimbulkan tekanan besar bagi siapa pun yang merasa posisinya tidak sepenuhnya aman.
Perasaan was-was ini membuat seseorang sulit menyambut minggu kerja baru dengan perasaan tenang.
7. Merasa keseimbangan hidup dan kerja tidak ada
Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi terasa semakin sulit dicapai di tengah keterhubungan yang terus-menerus.
Bagi mereka yang bad mood setiap Minggu sore, akhir pekan menjadi satu-satunya waktu istirahat sesungguhnya.
Kondisi ini membuat minggu baru terasa seperti lima hari penuh tekanan yang harus dilalui.
Kurangnya waktu untuk diri sendiri membuat pekerjaan terasa mendominasi seluruh aspek kehidupan seseorang.
8. Merasa pekerjaannya tidak berarti baginya
Makna sebuah pekerjaan sangat bergantung pada perasaan pribadi seseorang terhadap peran yang dijalaninya.
Banyak orang menginginkan makna dalam pekerjaannya, meski terkadang tetap harus bekerja demi penghasilan semata.
Ketika tidak menemukan alasan untuk menantikan minggu kerja baru, akhir pekan pun terasa sulit dinikmati.
Kurangnya rasa makna ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya perasaan bad mood tersebut.
9. Mengalami kelelahan kerja yang parah
Orang yang mengalami kelelahan kerja parah biasanya sulit merasa bersemangat untuk kembali bekerja.
Lingkungan kerja dengan tekanan tinggi dapat menguras energi bahkan bagi karyawan paling tangguh sekalipun.
Ketika energi sudah sangat rendah, sulit bagi seseorang untuk mengambil tindakan memutus siklus tersebut.
Kondisi ini sering membuat seseorang terjebak dalam rutinitas yang semakin memperparah rasa kelelahan tersebut.
***