← Beranda
Awas Bahaya Vitamin D Rendah! Cek 7 Tanda Tubuh Kekurangan Sinar Matahari
Cicilia MargaretthaJumat, 28 Agustus 2026 | 04.32 WIB
Bahaya Vitamin D Rendah / Pexels

JawaPos.com - Sinar matahari sering kali dianggap sebagai sesuatu yang perlu dihindari karena paparan berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit.

Namun, terlalu sedikit paparan sinar matahari juga dapat berdampak pada tubuh, salah satunya karena sinar ultraviolet B membantu kulit memproduksi vitamin D.

Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu penyerapan kalsium, menjaga kesehatan tulang, serta mendukung sejumlah fungsi tubuh.

Baca Juga: Vitamin K Penting untuk Tubuh, Ini 6 Makanan yang Bisa Jadi Sumbernya

Kekurangan vitamin D dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk terbatasnya paparan sinar matahari, asupan yang tidak mencukupi, gangguan penyerapan, serta kondisi kesehatan tertentu.

Melansir dari laman Yourtango pada Kamis (27/08), terdapat tujuh tanda mengamati apakah tubuhnya kurang mendapatkan paparan cahaya matahari.

Tanda-tanda tersebut antara lain rasa lelah yang tidak membaik setelah tidur, perubahan suasana hati ketika musim atau cuaca berubah, mudah merasa terkuras oleh aktivitas kecil, hingga merasa lebih baik saat hari cerah.

Meski begitu, tanda-tanda tersebut tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis kekurangan vitamin D.

Status vitamin D umumnya dinilai melalui pemeriksaan kadar 25 hydroxyvitamin D atau 25(OH)D dalam darah berdasarkan pertimbangan tenaga kesehatan.

Berikut tujuh tanda kekurangan vitamin D yang perlu diperhatikan:

1. Tetap merasa lelah meski sudah cukup tidur

Tidur selama tujuh hingga delapan jam tetapi tetap terbangun dalam kondisi lelah dapat menjadi salah satu keluhan yang dirasakan.

Namun, rasa lelah tidak secara khusus menandakan kekurangan vitamin D karena dapat berkaitan dengan pola tidur, stres, anemia, gangguan hormon, hingga kondisi medis lainnya.

2. Perubahan suasana hati saat intensitas cahaya berubah

Sebagian besar orang merasa suasana hatinya ikut berubah ketika hari lebih gelap atau cuaca mendung.

3. Aktivitas kecil terasa lebih menguras energi

Tugasnya sederhana seperti membalas pesan atau menentukan pilihan makanan dapat terasa lebih berat ketika tubuh sedang mengalami kelelahan.

Kondisi ini sebagai salah satu pola yang mungkin diperhatikan ketika seseorang jarang mendapatkan cahaya alami.

4. Lebih sering tertarik berada di dekat jendela

Keinginan untuk duduk di dekat jendela atau mencari ruang dengan cahaya alami menjadi salah satu pola yang disebut dalam sumber.

Perlu diketahui pula bahwa tubuh tidak memproduksi vitamin D secara efektif dari sinar matahari yang masuk melalui kaca jendela.

5. Suasana hati terasa sangat mempengaruhi cuaca

Hari yang cerah mungkin membuat sebagian orang merasa lebih bersemangat. Sebaliknya, hari yang gelap dapat mempengaruhi energi dan suasana hati.

Cahaya memang sesuai dengan ritme sirkadian, tetapi perubahan mood yang menetap atau berat sebaiknya tidak hanya disebabkan oleh kekurangan sinar matahari.

6. Hari terbaik terasa terjadi saat cuaca cerah

Adanya paparan cahaya alami, dapat menjadi bahan refleksi mengenai kebiasaan sehari-hari, meskipun tidak dapat membuktikan adanya kekurangan vitamin D.

7. Berhenti berharap kondisi tubuh akan membaik

Tanda terakhir yang dibahas adalah ketika seseorang mulai menganggap rasa lelah atau kurang berenergi sebagai kondisi normal.

Kekurangan vitamin D yang berat dapat berhubungan dengan gangguan mineralisasi tulang, termasuk osteomalasia pada orang dewasa dan rakhitis pada anak-anak.

Secara keseluruhan, tujuh tanda tersebut dapat menjadi pengingat untuk memperhatikan pola hidup dan kesehatan tubuh, tetapi bukan alat diagnosis.

Jika mengalami kelelahan berkepanjangan, nyeri tulang, kelemahan otot, atau memiliki faktor risiko kekurangan vitamin D, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho