← Beranda
Deretan Masalah yang Sering Terjadi Saat Musim Kemarau, Waspada Bahaya Nyamuk Sampai Kebakaran!
Shania Vivi Armylia PutriJumat, 28 Agustus 2026 | 02.25 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan/ABC News

JawaPos.com-Musim kemarau panjang menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai masalah di sekitar anda. 

Mulai dari kelangkaan air sampai risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap. 

Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan juga dapat memperburuk sejumlah permasalahan, terutama di wilayah yang kerap mengalami masalah kekeringan.

Beberapa daerah di Indonesia dengan kondisi tanah yang semakin kering dapat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Cadangan air tanah terus berkurang tanpa diimbangi pasokan air hujan yang tidak kunjung turun. 

Akibatnya, masyarakat dapat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mandi, mencuci, sampai mendapatkan air minum yang layak konsumsi. 

Padahal, kehidupan manusia sangat bergantung pada air. Baik untuk menjaga kebersihan diri maupun memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. 

Tidak hanya berdampak pada manusia, kekeringan juga dapat mempengaruhi kondisi tumbuhan dan lingkungan sekitar. 

Pohon-pohon dan lahan yang mengering menjadi lebih mudah terbakar, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat meningkat cepat. 

Kebakaran yang meluas dapat menimbulkan kerugian besar jika tidak segera ditangani secara cepat.

Masih banyak lagi tantangan yang perlu diwaspadai selama musim kemarau panjang. Seperti beberapa masalah berikut yang sudah dirangkum dari laman  rumahsakura dan rentokil pada (27/08). 

Berbagai risiko ini penting untuk dipahami dan sebagai langkah antisipasi agar anda dapat mengurangi kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan selama musim kemarau panjang. 

  1. Bangunan retak

Cuaca ekstrim saat musim kemarau dapat menyebabkan bangunan lebih mudah lapuk. Paparan panas matahari secara konsisten di musim kemarau dapat membuat bagian bangunan mudah retak. Retaknya ini juga dapat membuat pelapukan lebih parah sehingga membahayakan penghuni rumah. Oleh karena itu, anda perlu memeriksa kondisi dinding dan struktur bangunan secara berkala untuk menghindari risiko insiden yang tidak diinginkan. 

  1. Kekeringan

Musim kemarau menyebabkan intensitas air hujan sangat berkurang. Sehingga pasokan air di berbagai wilayah turun drastis. Bencana kekeringan ini juga perlu diperhatikan, karena ketersediaan air bersih yang layak sangat penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, kekeringan dapat mengganggu sektor pertanian. Akibatnya masyarakat dapat kekurangan pangan dan kesulitan mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari

  1. Kabut asap

Kebakaran hutan dan lahan terjadi saat kondisi kemarau panjang. Kebakaran ini dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kualitas udara.  Partikel debu dan zat-zat terbakar mengandung PM2.5 yang sangat beracun dan berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Paparan kabut asap ini berisiko tinggi pada kelompok rentan dan sensitif. Oleh karena itu, perlu menggunakan masker dengan standar yang sesuai untk mengurangi paparan partikel beracun dari kualitas udara yang memburuk.  

  1. Jamur ISPA

Musim kemarau juga dapat menyebabkan udara lembab terjebak di dalam rumah. Terutama jika rumah anda tidak memiliki ventilasi yang memadai. Bakteri dan jamur dapat berkembang di lingkungan yang lembab dan panas, sehingga dapat menyebabkan reaksi alergi sampai masalah pernapasan. 

  1. Serangan hama

Saat musim kemarau sejumlah hewan dan serangga-serangga dapat masuk ke rumah dan pemukiman. Hewan ini mencari makan, air, ataupun sarang untuk berlindung dari udara panas. Seperti nyamuk yang lebih aktif mencari mangsa saat udara panas, tikus, kecoa dan serangga lain yang menjadi lebih sering ditemukan di rumah anda. Kondisi lingkungan panas dan kering dapat mendorong hama berpindah ke lingkungan yang banyak makanan serta air. perlu pembersihan secara intensif, serta menutup tempat makan secara konsisten untuk mengurangi serangan hama. 

  1. Kebakaran 

Terakhir, musim kemarau memicu risiko kebakaran lahan dan hutan. Udara yang kering memicu mudahnya api tersulut pada pepohonan bahkan bisa menyebar ke permukiman. Kebakaran tidak hanya dapat menyebabkan kerugian harta dan nyawa, tetapi juga bisa merusak lingkungan. Dampaknya bahkan dapat memicu masalah ekologis lain dalam jangka panjang. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho