JawaPos.com – Jalan kaki merupakan salah satu aktivitas fisik sederhana yang mudah dilakukan dan dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Tidak harus selalu dilakukan dengan intensitas tinggi, berjalan santai pun dapat membantu tubuh tetap aktif.
Salah satu variasinya adalah berjalan tanpa alas kaki atau barefoot walking. Aktivitas ini memungkinkan telapak kaki bersentuhan langsung dengan permukaan yang dipijak sehingga memberikan rangsangan sensorik yang berbeda dibandingkan ketika menggunakan sepatu atau sandal.
Dalam beberapa pembahasan kesehatan, aktivitas berjalan tanpa alas kaki juga kerap disebut grounding atau earthing. Meski demikian, manfaat kesehatan dari aktivitas ini sebaiknya tidak dilebih-lebihkan, terutama klaim khusus mengenai penyembuhan penyakit.
Dilansir dari NDTV, berikut lima manfaat yang dapat dikaitkan dengan aktivitas berjalan tanpa alas kaki.
Baca Juga: Bisa Ganggu Kesehatan, Ini 10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Jalan Kaki
1. Membantu Memperkuat Otot Kaki
Berjalan tanpa alas kaki membuat kaki bekerja dengan cara yang sedikit berbeda. Telapak, jari-jari, dan otot kaki dapat bergerak lebih bebas untuk menyesuaikan diri dengan permukaan yang dipijak.
Gerakan tersebut dapat membantu melatih kekuatan serta stabilitas kaki apabila dilakukan secara bertahap. Bagi anak-anak, aktivitas ini juga dapat memberikan pengalaman gerak yang mendukung perkembangan kemampuan motorik.
Namun, permukaan yang dipilih tetap perlu diperhatikan agar kaki tidak terkena benda tajam atau mengalami cedera.
2. Membantu Relaksasi dan Mengurangi Stres
Berjalan tanpa alas kaki di tempat yang aman juga dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dan membantu seseorang merasa lebih rileks.
Sensasi menyentuh permukaan tanah, ditambah aktivitas berjalan di lingkungan yang tenang, dapat memberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas.
Karena itu, aktivitas ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu mengelola stres. Namun, bukan berarti berjalan tanpa alas kaki merupakan pengobatan khusus untuk gangguan kecemasan atau masalah kesehatan mental.
3. Memberikan Rangsangan Sensorik Lebih Beragam
Ketika tidak menggunakan alas kaki, telapak kaki menerima lebih banyak informasi dari permukaan yang diinjak.
Seseorang dapat merasakan perbedaan tekstur, suhu, dan tingkat kekerasan permukaan. Rangsangan tersebut membantu tubuh mengenali lingkungan sekitar dengan lebih baik.
Aktivitas seperti ini juga dapat membuat seseorang lebih memperhatikan langkah dan gerakan tubuhnya ketika berjalan.
4. Melatih Kesadaran Posisi Tubuh
Berjalan tanpa alas kaki membuat tubuh harus menyesuaikan posisi kaki dengan permukaan yang dilewati.
Proses tersebut berkaitan dengan kemampuan tubuh mengenali posisi dan gerakannya, yang dikenal sebagai propriosepsi. Kesadaran terhadap posisi tubuh berperan dalam koordinasi dan keseimbangan.
Bagi orang lanjut usia, latihan keseimbangan menjadi salah satu hal penting karena kemampuan tersebut berkaitan dengan pencegahan risiko jatuh. Meski begitu, lansia yang memiliki gangguan keseimbangan sebaiknya tetap mengutamakan keamanan dan melakukan aktivitas di permukaan yang stabil.
5. Mendukung Keseimbangan dan Postur
Keseimbangan tubuh tidak hanya bergantung pada kaki, tetapi melibatkan kerja sama antara otot, sendi, sistem saraf, dan kemampuan tubuh mengenali posisi.
Berjalan tanpa alas kaki memungkinkan telapak kaki menerima lebih banyak informasi dari permukaan sehingga tubuh dapat melakukan penyesuaian saat melangkah.
Jika dilakukan dengan aman dan sesuai kemampuan, aktivitas tersebut dapat menjadi salah satu variasi latihan untuk meningkatkan kesadaran tubuh serta keseimbangan.
Pada akhirnya, berjalan tanpa alas kaki dapat menjadi aktivitas sederhana yang menyenangkan, terutama jika dilakukan di permukaan yang bersih, aman, dan tidak berisiko melukai kaki.