JawaPos.com - Buah dan sayuran merupakan bagian penting dalam pola makan seimbang. Beragam bahan pangan tersebut menyediakan sejumlah nutrisi, seperti vitamin, mineral, dan serat, yang dibutuhkan tubuh.
Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika bahan yang dipilih masih dalam kondisi baik. Sayangnya, tidak sedikit orang yang kurang teliti ketika berbelanja sehingga membawa pulang buah atau sayuran yang sudah layu, terlalu matang, atau bahkan mulai rusak.
Karena itu, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan sebelum memasukkan buah dan sayuran ke dalam keranjang belanja.
Dilansir dari English Jagran, berikut lima cara praktis yang dapat dilakukan untuk membantu memilih buah dan sayuran yang masih segar.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, 6 Sayuran Ini Punya Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Hati
1. Pilih Tempat Belanja yang Terpercaya
Tempat membeli bahan makanan turut menentukan kualitas produk yang didapatkan. Pilih penjual atau toko yang memiliki reputasi baik dalam menjaga kesegaran buah dan sayuran.
Saat memilih, perhatikan kondisi fisiknya. Hindari produk yang memiliki memar, noda mencurigakan, atau bagian yang terlihat rusak. Untuk sayuran berdaun, pilih yang daunnya masih tampak segar dan tidak layu.
Pasar petani atau penjual lokal juga dapat menjadi pilihan karena produk yang ditawarkan terkadang lebih cepat sampai ke konsumen.
2. Periksa dengan Sentuhan
Kesegaran beberapa jenis buah dan sayuran dapat diperiksa dengan menyentuh atau menekannya secara perlahan. Produk yang terlalu lembek bisa menjadi tanda bahwa bahan tersebut sudah terlalu matang atau mulai mengalami penurunan kualitas.
Sebaliknya, tekstur yang cukup kokoh biasanya menunjukkan kondisi yang masih baik. Meski begitu, tingkat kekerasan ideal dapat berbeda-beda sesuai jenis buah atau sayur yang dibeli.
Karena itu, jangan menekan terlalu kuat agar produk tidak mengalami kerusakan.
3. Perhatikan Warna dan Kondisi Permukaan
Penampilan juga dapat memberikan petunjuk mengenai kualitas produk. Buah dan sayuran yang masih segar umumnya memiliki warna yang terlihat cerah dan sesuai dengan karakter alaminya.
Perhatikan pula permukaannya. Hindari bahan yang memiliki bagian berlendir, kerusakan luas, atau perubahan warna yang tidak wajar.
Tingkat kematangan juga perlu disesuaikan dengan kapan bahan tersebut akan dikonsumsi. Jika baru akan digunakan beberapa hari kemudian, pilih produk yang belum terlalu matang agar tidak cepat rusak.
4. Periksa Kemasan dan Informasi Tanggal
Untuk buah atau sayuran yang dijual dalam kemasan, jangan lupa memeriksa informasi tanggal yang tercantum pada label. Pastikan produk masih berada dalam kondisi layak dan tidak menunjukkan tanda penyimpanan yang buruk.
Perhatikan pula keberadaan cairan berlebihan di dalam kemasan. Kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa produk terlalu lama disimpan atau mengalami masalah dalam proses penyimpanannya.
Jangan lupa mengecek bagian bawah dan sisi kemasan karena kerusakan terkadang tidak langsung terlihat dari permukaan.
5. Gunakan Indra Penciuman
Aroma juga bisa membantu menentukan kondisi buah dan sayuran. Produk segar biasanya memiliki aroma alami yang khas, bergantung pada jenisnya dan tingkat kematangannya.
Sebaliknya, aroma asam, menyengat, atau tidak biasa dapat menjadi tanda bahwa produk mulai mengalami pembusukan.
Namun, tidak semua buah dan sayuran memiliki aroma kuat ketika masih segar. Karena itu, pemeriksaan bau sebaiknya dilakukan bersama dengan pengecekan warna, tekstur, dan kondisi keseluruhan.