JawaPos.com – Pernah duduk di depan pekerjaan, tetapi pikiran justru melayang ke mana-mana? Kondisi seperti ini cukup umum terjadi, terutama ketika aktivitas sehari-hari dipenuhi pekerjaan, pesan masuk, suara di sekitar, dan berbagai hal yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan.
Memaksakan diri untuk terus bekerja ketika pikiran sudah sulit berkonsentrasi terkadang justru membuat pekerjaan semakin lambat. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah mengambil jeda singkat untuk memberi kesempatan kepada tubuh dan pikiran kembali siap bekerja.
Tak perlu melakukan aktivitas yang rumit. Beberapa kebiasaan sederhana dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima menit sebagai bentuk "reset" sebelum kembali menyelesaikan pekerjaan.
Berikut enam aktivitas yang bisa dicoba ketika fokus mulai berkurang, sebagaimana dilansir dari English Jagran.
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Tidak Tahu Sama Sekali Lebih Baik bagi Pikiran dan Kesehatan Mental
1. Berhenti sejenak dan atur napas
Saat pikiran terasa penuh, jangan langsung memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan. Ambil waktu sebentar untuk mengatur pernapasan.
Duduk dengan posisi nyaman, tarik napas secara perlahan melalui hidung, lalu keluarkan dengan ritme yang tenang. Ulangi beberapa kali sembari mengarahkan perhatian hanya pada proses bernapas.
Latihan pernapasan seperti ini dapat menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh lebih rileks ketika seseorang sedang menghadapi tekanan atau banyak pikiran.
2. Tinggalkan kursi untuk beberapa saat
Jika sudah berlama-lama di depan komputer, cobalah meninggalkan meja selama beberapa menit. Berjalan di sekitar ruangan atau melakukan peregangan sederhana sudah cukup untuk membuat tubuh kembali aktif.
Jeda semacam ini juga bisa menjadi pemisah antara periode kerja dan waktu untuk menyegarkan pikiran. Setelah tubuh kembali terasa lebih ringan, seseorang dapat melanjutkan pekerjaan dengan kondisi yang lebih siap.
3. Kembalikan perhatian pada keadaan sekitar
Ketika pikiran dipenuhi banyak hal, latihan mindfulness bisa digunakan untuk mengembalikan perhatian ke saat ini.
Caranya sederhana. Perhatikan napas, dengarkan suara di sekitar, atau amati apa yang sedang terlihat di hadapan Anda. Tidak perlu memikirkan apakah aktivitas tersebut dilakukan dengan sempurna.
Tujuannya adalah mengurangi kebiasaan pikiran berpindah dari satu hal ke hal lainnya sehingga perhatian dapat kembali diarahkan pada pekerjaan yang sedang dilakukan.
4. Jangan lupa minum
Rasa lelah dan sulit berkonsentrasi juga bisa muncul ketika tubuh membutuhkan cairan. Karena itu, menyediakan air minum di dekat tempat bekerja merupakan kebiasaan sederhana yang layak dilakukan.
Ketika merasa mulai kehilangan energi, minumlah air putih dan gunakan waktu tersebut sebagai jeda singkat dari pekerjaan.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari yang mendukung kondisi tubuh secara umum.
5. Kurangi gangguan dengan suara latar
Tidak semua orang dapat bekerja dengan baik di tengah suasana yang ramai. Percakapan, suara kendaraan, atau aktivitas orang lain bisa membuat perhatian mudah teralihkan.
Dalam situasi tertentu, suara latar yang konstan seperti white noise atau suara hujan dapat dicoba untuk membantu menyamarkan suara-suara yang mengganggu.
Musik instrumental dengan tempo lembut juga bisa menjadi pilihan. Namun, efektivitasnya bersifat individual. Jika suara tambahan malah membuat sulit berpikir, bekerja dalam suasana hening tentu lebih tepat.
6. Beri batas yang jelas antara waktu kerja dan istirahat
Salah satu cara menghindari pekerjaan yang dilakukan tanpa jeda adalah menggunakan metode Pomodoro.
Dalam pola yang umum digunakan, pekerjaan dilakukan dalam satu sesi fokus selama sekitar 25 menit, kemudian diselingi istirahat selama 5 menit. Setelah itu, siklus dapat diulangi sesuai kebutuhan.
Waktu istirahat singkat tersebut sebaiknya benar-benar digunakan untuk berhenti sejenak dari pekerjaan. Berdiri, meregangkan tubuh, minum, atau mengistirahatkan mata dapat menjadi pilihan.
Dengan adanya batas waktu yang jelas, pekerjaan dapat terasa lebih teratur dan seseorang tidak terus-menerus memaksa otak bekerja ketika konsentrasi sudah menurun.