JawaPos.com -- Ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala yang cukup umum. Munculnya serpihan putih, rasa gatal, hingga kulit kepala yang terasa tidak nyaman dapat mengganggu aktivitas sekaligus menurunkan rasa percaya diri.
Mengganti sampo memang bisa menjadi salah satu langkah yang dilakukan. Namun, pada sebagian orang, ketombe tetap muncul kembali sehingga membutuhkan perawatan yang lebih tepat.
Selain menjaga kebersihan kulit kepala, beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat membantu mengurangi keluhan ketombe.
Dilansir dari Halodoc dan Alodokter, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi ketombe dan menjaga kesehatan kulit kepala.
Baca Juga: Kulit Kusam Bisa Berkurang, 5 Langkah Perawatan Malam Ini Jangan Sampai Terlewat
1. Perhatikan Penggunaan Cuka Sari Apel
Cuka sari apel kerap digunakan sebagai bahan perawatan rambut rumahan. Sifat asamnya membuat bahan ini dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan kondisi kulit kepala.
Namun, penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati karena cuka yang terlalu pekat dapat menyebabkan iritasi.
Jika ingin mencobanya, cuka sari apel sebaiknya diencerkan terlebih dahulu dengan air dan tidak langsung dioleskan dalam kondisi murni ke kulit kepala. Hentikan pemakaian apabila muncul rasa perih, kemerahan, atau iritasi.
2. Perbanyak Asupan Makanan Bergizi
Kondisi tubuh juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit, termasuk kulit kepala. Karena itu, pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari perawatan secara keseluruhan.
Pastikan menu harian mengandung berbagai zat gizi, termasuk protein, vitamin, mineral, serta sumber lemak sehat.
Beberapa nutrisi seperti zinc, vitamin kelompok B, dan omega-3 diketahui memiliki peran dalam menjaga kesehatan kulit. Meski demikian, pola makan sehat bukan pengganti pengobatan khusus apabila ketombe disebabkan oleh kondisi kulit tertentu.
3. Hati-Hati Menggunakan Lemon pada Kulit Kepala
Air lemon sering digunakan sebagai bahan perawatan rambut karena mengandung asam sitrat dan sejumlah vitamin.
Namun, mengoleskan bahan yang bersifat asam langsung ke kulit kepala tidak selalu cocok untuk semua orang. Pada kulit yang sensitif atau sedang mengalami iritasi, penggunaan lemon justru berpotensi menimbulkan rasa perih.
Karena itu, penggunaan bahan alami seperti lemon perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika kulit kepala sedang mengalami luka, kemerahan, atau iritasi, sebaiknya hindari terlebih dahulu.
4. Gunakan Minyak Kelapa untuk Membantu Melembapkan
Minyak kelapa dikenal memiliki sifat yang dapat membantu melembapkan kulit dan rambut. Bahan ini bisa digunakan apabila kulit kepala terasa kering.
Caranya, oleskan sedikit minyak kelapa pada bagian kulit kepala dan lakukan pijatan lembut. Setelah beberapa saat, rambut dapat dicuci menggunakan sampo hingga bersih.
Namun, minyak kelapa bukan terapi utama untuk semua jenis ketombe. Jika ketombe berkaitan dengan dermatitis seboroik atau kondisi kulit kepala lainnya, penggunaan minyak tertentu justru mungkin tidak sesuai.
5. Kelola Stres dengan Lebih Baik
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kondisi tubuh dan kesehatan kulit. Pada sebagian orang, stres juga dapat memperburuk masalah kulit kepala tertentu.
Karena itu, mengelola stres dapat menjadi bagian dari kebiasaan perawatan yang baik. Kamu bisa mencoba aktivitas sederhana seperti olahraga, latihan pernapasan, meditasi, tidur cukup, atau melakukan kegiatan yang membuat tubuh lebih rileks.
Mengurangi stres memang tidak serta-merta menghilangkan ketombe, tetapi dapat membantu menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.
6. Jangan Sembarangan Menggunakan Masker Pisang
Pisang memiliki kandungan air dan sejumlah nutrisi sehingga sering digunakan sebagai bahan masker rambut rumahan. Teksturnya juga dapat memberikan sensasi lembap pada rambut.
Meski begitu, belum ada alasan kuat untuk menjadikan masker pisang sebagai pengobatan utama ketombe. Jika ingin mencobanya sebagai perawatan tambahan, pastikan kulit kepala tidak sedang mengalami iritasi dan segera bilas hingga bersih.
Untuk ketombe yang terus berulang, penggunaan sampo antiketombe dengan bahan aktif yang sesuai umumnya lebih dapat diandalkan dibandingkan mengandalkan masker berbahan dapur.