JawaPos.com - Kontribusi generasi muda untuk membangun negara dapat diwujudkan melalui ide, kreativitas, dan kepedulian yang dibagikan di ruang digital untuk mengajak orang lain belajar dan ikut menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.
Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga tercermin dalam diri Jerhemy Owen, yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan melalui berbagai inisiatif pelestarian alam.
Sebagai pemerhati lingkungan, Owen percaya bahwa upaya pelestarian alam nusantara membutuhkan perhatian dan dukungan dari banyak pihak.
Baca Juga: Merasa Desil Tidak Sesuai? Ini Cara Ajukan Perbaikan Data Bansos dan DTSEN
Karena itu, dia memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk membangun percakapan dengan komunitas sekaligus mengajak mereka berpartisipasi dalam berbagai inisiatif bersama masyarakat, pemerintah, komunitas, dan organisasi terkait.
Owen menilai isu lingkungan perlu dikemas dengan bahasa yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami masyarakat, terutama generasi muda.
Menurut dia, persoalan seperti polusi, banjir, dan sampah merupakan pintu masuk untuk membuat isu lingkungan lebih relevan bagi publik.
Baca Juga: Marak Ekspor Ilegal! Bea Cukai Sita Emas Senilai Rp 846 Miliar sepanjang 2026
“Karena ada masalah (lingkungan), artinya potensinya pun juga besar untuk kita perbaiki, untuk kita ambil peran supaya kita bisa memajukan Indonesia, membuat Indonesia menjadi lebih indah lagi secara alamnya,” kata Owen dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (18/8).
Dalam membuat konten, dia menghindari penggunaan istilah yang terlalu kompleks. Dia juga memanfaatkan tren seperti olahraga dan gaya hidup agar pesan lingkungan tidak terasa berat bagi penonton media sosial.
“Akhirnya saya mempunyai ide kayak, oh kayaknya kita harus mengedukasi orang-orang Indonesia tapi dengan bahasa-bahasa yang mudah, supaya orang-orang Indonesia lebih aware, lebih mengerti juga, dan lebih relate terhadap lingkungan,” ujar Owen.
Dampak dari pendekatan tersebut, menurut Owen, mulai terlihat dari respons audiens yang kemudian tertarik menekuni bidang lingkungan.
Dia berharap, di usia kemerdekaan Indonesia ke-81 tahun ini, semakin banyak anak muda yang tertarik pada isu lingkungan sehingga dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan muncul lebih banyak orang yang memiliki kepedulian dan inisiatif untuk menjaga lingkungan.
"Gimana cara kita tetap bersatu, saling dukung, dan gotong royong (peduli dengan lingkungan) sampai akhirnya kita bisa terus menjadi bangsa yang lebih maju,” tegas Owen.
Baca Juga: Semarak HUT RI ke-81! Bank Mandiri Tebar Ragam Promo Spesial bagi Nasabah
Tak hanya lingkungan, kemerdekaan juga digaungkan anak muda lewat seni budaya.
Salah satunya dilakukan Elsa Novia kreator yang berfokus pada sejarah dan budaya komunitas Tionghoa-Indonesia, khususnya Peranakan Tionghoa dan Cina Benteng.
Lulusan Ilmu Gizi ini awalnya mencoba membuat konten di TikTok pada 2022 dengan berbagai topik, mulai dari memasak hingga kesehatan.
Baca Juga: Sampah Ditukar Oli, Warga Gang Hijau Cemara Bangun Ekonomi Sirkular Bersama Pertamina Lubricans
Namun, fokus konten Elsa berubah ketika sebuah video tentang tradisi peringatan satu tahun wafat sang nenek menurut adat Tionghoa mendapat sambutan luas dari masyarakat.
"Sejak saat itu, saya memutuskan untuk mengangkat sejarah dan budaya Tionghoa-Indonesia dengan gaya bercerita yang ringan dan menarik bagi generasi muda," kata Elsa Novia.
Untuk memastikan akurasi dari setiap cerita yang dia bagikan di TikTok, Elsa melakukan riset dari berbagai sumber, mulai dari buku dan jurnal hingga berdiskusi dengan budayawan Peranakan seperti Oey Tjin Eng, Udaya Halim dan Hendra Lim.
Baca Juga: Tekankan Transparansi Informasi dalam Penggunaan Layanan Pinjaman Daring Lewat Kampanye Buka-Bukaan
Pengalaman Elsa mengikuti program pertukaran pelajar di Taiwan juga memperluas perspektifnya terhadap sejarah dan budaya Tionghoa, yang turut membentuk cara ia mengemas konten.
Salah satu hasilnya terlihat dari video Elsa yang mengangkat makam Kapitan Tionghoa di Tangerang.
"Video ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat dan media, tapi juga Pemerintah Kota Tangerang yang mengusulkan agar makam tersebut ditetapkan sebagai situs cagar budaya," kata Elsa Novia.
Respons positif yang diterima Elsa juga menunjukkan ketertarikan masyarakat untuk mengenal langsung lokasi dan sejarah yang dia ceritakan melalui konten.
Baca Juga: Teknologi Makin Canggih, Investor Tetap Wajib Pahami Risiko Investasi
Bersama sang ayah, Elsa mengembangkan Benteng Walking Tour, sebuah tur budaya dengan dua format perjalanan, yaitu Walking Tour dengan berjalan kaki dan City Tour menggunakan kendaraan.
Selain lewat lingkungan dan seni budaya, makna kemerdekaan juga tak luput dari pemberdayaan ekonomi desa.
Ialah Hendri Alejandro, kreator affiliate TikTok Shop by Tokopedia, entrepreneur, sekaligus pendiri Ibun Mall, akun TikTok yang telah berkembang menjadi komunitas yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di Desa Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Berawal dari pengamatannya terhadap banyak warga desa yang menjalankan industri rumahan perlengkapan bayi, Hendri menyadari bahwa tantangan utama mereka bukan pada kemampuan produksi, melainkan keterbatasan akses untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Berbekal pengalaman dan pengetahuan di bidang digital, Hendri pun tergerak untuk membantu warga sekitar memasarkan produk mereka melalui berbagai kanal digital, termasuk TikTok Shop by Tokopedia.
Tidak berhenti di sana, Hendri juga melihat besarnya potensi generasi muda dan pelaku UMKM yang belum memiliki akses maupun pengetahuan digital yang memadai.
Dari situ, dia mulai melatih sejumlah warga di desanya untuk menjadi host LIVE agar mereka dapat membantu UMKM lokal memperluas jangkauan pemasaran melalui siaran langsung di platform digital seperti TikTok Shop by Tokopedia.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat membuka peluang penghasilan bagi warga Desa Ibun, termasuk mereka yang menjadi tulang punggung keluarga maupun yang sempat putus sekolah.
"Bagi sebagian dari mereka, kesempatan tersebut bahkan membantu membuka jalan untuk kembali melanjutkan pendidikan," ungkap Elsa Novia.